Gadis Kecil Milik Tuan CEO

Gadis Kecil Milik Tuan CEO
Bab 122.Bertemu nya dua keluarga besar.


__ADS_3

Suasana mansion Anderson tamoak begitu ramai.Namun ada rasa sedih yang menggelayut saat mengetahui jika kakek Marco telah tiada,Max hanya menjelaskan secara singkat saja dan Joya belum puas dengan jawaban Max dia berniat menagihnya nanti jika seluruh keluarga nya telah pergi.


"Aku tidak pernah menyangka jika ternyata Daddy nya Joya adalah kau Mario!Aku memang pernah seperti melihat kau dalam diri Joya tapi tidak berpikir jika dia adalah putrimu!"Daddy Max sangat senang mengetahui jika ternyata Joya adalah anak teman nya di masa lalu dan kini mereka menjadi besan.


Mario terkekeh"Aku juga baru bertemu dengan putriku ini dan tidak menyangka jika ternyata Max adalah putramu padahal kami adalah rekan bisnis.Dunia seakan bercanda dengan kita ya.Lihatlah kita di pertemukan dengan cara yang luar biasa."Kata Mario menanggapi ucapan sahabat lama nya.


"Benar,hahaha...Sekarang kita sudah menjadi seorang kakek!Padahal rasanya aku belum terlalu tua dan masih berencana memberi Max dan Leo seorang adik.Hahahaha...!!


Tawa kedua nya terdengar sampai ke dapur,oaea wanita sedang menyiapkan makanan di bantu chef,sementara Max dan Joya masih duduk di taman karena Joya masih merasa bersedih dengan kepergian Kakek Marco.


"Aku akan menceritakan semua nya hingga bagaimana aku bisa memanggil Tante Jihan dengan sebutan Mommy.Semua ini juga terlalu tiba tiba,kami semua kehilangan kakek."Max menatap langit dengan mata yang sendu.Dirinya merindukan saat saat kakek nya memarahinya dan dia bersikap cuek saja.


"Kapan kita akan ke makam kakek?"Tanya Joya.


"Kita akan kesana saat semua sudah tenang.Hanya dua hari lagi agar kondisi tubuh mu juga semakin membaik!"Janji Max.


"Mom,Oma memanggil Mom and Dad!"Suara Zaiden memecahkan keheningan yang tiba tiba saja menerpa di antara Max dan Joya.


"Sayang,mau Daddy gendong?"Max merentangkan tangan nya berharap Zaiden mau berlari ke arahnya dan naik ke gendongan nya.Max ingin menebus waktu yang telah terlewat dan tak mungkin kembali lagi.Joya hanya memperhatikan saja tanpa melarang Max memanjakan Zaiden.


Zaiden menggosokkan jarinya ke dagu.Entah apa yang ada dalam pikiran bocah itu hingga menjawab saja harus berpikir sangat kerasa seperti itu"Sepertinya tidak duku Dad,soalnya masih ada Daddy Georg yang akan menggendongku.Kalau Daddy mau menggendong aku nanti saja saat Daddy Georg sudah kembali."Jawab Zaiden yang bermaksud ingin menghabiskan waktu bersama Daddy Georg sebelum mereka kembali ke negara p.

__ADS_1


Maxim kesal tentu saja tapi apa yang bisa di lakukan nya lagi bahkan jika dia memaksa maka Zaiden akan marah dan justru menjauh darinya.Membujuk Zaiden saat mengatakan jika dia adalah Daddy kandung nya saja sangat sulit.Bocah itu terus bertanya sampai rasanya Max ingin memukul seseorang untuk menyalurkan rasa kesalnya.


Bahkan Zaiden mengatakan bagaimana dia bisa punya tiga Daddy sedang punya dua Daddy saja sudah merepotkan nya.Kata kata putranya itu membuat Maxim melongo kalau biasanya seorang anak akan senang mempunyai Daddy yang kaya maka Zaiden sudah pusing memikirkan kekayaan nya.


"Ayolah,kau akan punya banyak waktu nanti!"Suara lembut Joya membawa Max kembali ke alam nyata.Tanpa menjawab Max meraih tangan Joya lalu mereka berjalan beriringan hingga ke meja makan.


Zaiden hanya mencebik saja,Daddy nya yang ini adalah saingan terberatnya dalam menguasai Mommy nya.Zaiden berpikir akan melakukan sesuatu agar Mommy nya tidak dekat dekat dengan Daddynya.


"Kalian sudah datang,ayo makan!"


"Emm pasangan ini,membuat aku iri saja.Joya janjiku masih berlaku jika dia menyakitimu maka kau bisa mengadu padaku!Aku akan menjauhkan mu darinya."Leo masih saja suka mengganggu Max,kesenangan tersendiri jika melihat Max marah marah.


"Jaga mulutmu Leo!"


"Mommy ku memang sangat cantik dan oantas jadi rebutan!Om Leo aku mendukung mu jika Daddy jahat pada Mommy maka bawa saja Mommy jauh dari Daddy!"Celetukan Zaiden membuat Maxim melotot.Bagaimana mungkin anak nya bisa bersikap seperti itu padanya.


'Sepertinya aku mulai meragukan anak ini.Bisa saja dia tertukar di rumah sakit.'Kata Max yang tentu hanya ada di dalam hatinya saja.


Semua ornag tertawa mendengar ucapan Zaiden itu.


"Sayang jangan bicara seperti itu.Kasihan Daddy!"Joya menasehati putranya bahkan jika itu hanya candaan maka tidak baik juga di ucapkan anak seusianya.

__ADS_1


"Sudahlah ayo kita makan.Jangan sampai makanan ini dingin dan akhirnya tidak lagi nikmat untuk kita makan!"


Mereka semua makan dengan tenang dan begitulah Zaiden jika sudah mulai makan maka dia akan fokus dengan makanan nya.


****


Hans dalam perjalanan pulang sebab tadi Max tidak jadi memberinya perintah.Sudah terlanjur suasana hatinya kacau.Kali ini Hans tidak terlalu terburu jadi dia hanya santai mengendarai mobilnya.


Hans membelokkan mobil ke sebuah msupermarket bwrniat ingin membeli keperluan dapurnya yang sudah mulai kosong.Hans hanya tinggal sendiri di apartemen nya,dia juga tidak menggunakan jasa art hanya saja seminggu sekali akan ada yang membersihkan apartemen nya.Bukan tak mampu membeli rumah atau membayar art namun karena dia jarang di rumah dan waktunya hampir habis untuk melayani Maxim itu juga yang menyebabkan Hans belum punya pacar apalagi istri.Walau sesekali dia menggunakan jasa wanita malam untuk menyalurkan hasrat liarnya, namun itu juga sudah sangat lama sejak Hans melakukan nya karena dia juga bukan penganut fanatik *** bebas.


Hans mulai mendorong troli belanjanya,memilih apa saja yang sangat dia butuhkan di rumah.Daging,sayuran dan susu serta roti adalah hal utama yang akan dia beli.Setelah selesai dengan urusan nya maka Hans segera keluar dari Supermarket dengan menenteng bebera kantong belanjaan.Namun langkahnya terhenti saat tak sengaja Hans mendengar suara ribut ribut di sebuah sudut bangunan.


Awalnya Hans tidak peduli dan memilih memasukkan semua benjaan nya ke dalam bagasi,namun suara berisik dan bentakan seseorang membuat Hans yang biasanya tidak suka ikut campur dengan urusan ornag lain pun merasa tertarik.


Dengan masih berada dijarak aman,Hans mengawasi beberapa siswa putih abu abu yang sepertinya membully seorang teman nya.Walau tidak jelas wajah korban nya tapi Hans bisa melihat jika korban nya sedang menangis karena mendapat pukulan di bagian wajahnya.Keoanya juga beberapa kali di toyor oleh anak lain.Tak tahan lagi Hans segera mendekati kerumunan itu.


Berhenti!!


Bersambung..


Jangan lupa baca juga cerita Author yang lain ya.Judulnya .AIR MATA PEMBASUH LUKA.

__ADS_1


Jangan lupa juga tinggalkan jejak biar Author makin semangat buat update nha.Ok


Terimakasih💙💙💙


__ADS_2