
Makan malam yang tadi nya tenang kini berubah sedikit kacau saat pihak rumah sakit mengabarkan jika gadis yang sednag terbaring di rumah sakit memberikan tanda tanda akan sadar dari tidur panjang nya.
"Kita ke rumah sakit sekarang!!"Tampak rasa lega dan tidak sabar di wajah Mario Martes,setelah sekain lama akhirmya dia akan melihat mata anak nya juga akan mendnegar suara putri yang di pikirnya sudah tiada.
"Aku ikut!"Suara lembut Reana juga terdengar tidak sabar.
"Aku yang akan menyetir!!"Sela Georgano meraih kunci mobil yang tadi dia letakkan di atas nakas.
Mario mengangguk,tidak pernah rasanya jantung nya berdebar seperti ini sebekum nya.Sedikit ke kahawatiran apakah putriya mau menerimanya dan memaafkan nya.
"Tenanglah,dia pasti menerimamu!"Tangan lembut Reana menggenggam punggung tangan Mario seakan mengetahui apa yang sednag di pikirkan suaminya ini.
Mario tersenyum"Aku hanya khawatir!!"Lirih Mario mengeratkan genggaman tangan nya.
Mobil menepi di lobi rumah sakit temoat beberapa waktu ini Mario menghabiskan waktunya menemani sang putri yang baru di temukan nya.Mereka bertiga terlihat sangat tidak sabar.
"Apa dia sudha bangun Dok?"Tanya Mario berada di dalam ruangan.
Dokter yang selama ini merawat Joya tersenyum"Baru saja Tuan."Jawab sang Dokter.
Mario menatap Joya yang matanya sudha terbuka.Mata itu persis dengan matanya bagai pinang di belah dua hanya saja beda usia dan gander saja.
__ADS_1
Reana meremas tangan Georgano,rasanya dia melihat putrinya sendiri.
"Kalian siapa?"Tanya Joya saat melihat orang orang yang ada di ruangan nya.
"Aku Daddy mu nak dan dia adalah Mommy mu."Jawab Mario menitikkan air matanya.
Alis Joya mengerut"Aku tidak ingat."Lirih nya merasa bingung.
Mario melempar pandangan nya pada Dokter yang masih berada di ruangan Joya."Apa dia baik baik saja Dok?"Tanya Mario yang curiga dengan reaksi Joya.
Dokter mendekati Joya"Siapa namamu nona?"Tanya sang Dokter.
Alis Joya mengeryit lagi,kepalanya terasa pusing seraya meringis Joya menggelengkan kepalanya"Saya tidak tahu!"Lirih Joya.
Ada kelegaan di hati Mario tapi juga ada rasa sedih karena Joya tidak mengingat dirinya namun hal di syukurinya jika Joya melupakan dirinya sendiri maka dia bisa memberikan nama untuk putrinya dan mengisi memory nya dengan kasih sayang yang melimpah.
"Apakah kalian benar benar orang tuaku??"Tanya Joya menatap Mario dan Reana bergantian.
"Sayang istirahatlah,kau masih baru saja sadar.Daddy akan menjagamu!!"
Kata kata lembut dan usapan halus di kening Joya membuatnya merasa nyaman,ada rasa hangat yang menjalar di hatinya rasa yang sangat dia rindukan.Perlahan mata indah itu terpejam dan hanya menyisakan tiga orang yang sedang menatap nya sendu.
__ADS_1
"Semua akan baik baik saja!!"Kali ini Mario yang mendapat usapan lembut di bahunya.
Mereka memutuskan untuk keluar dan membiarkan Jiya istirahat.Ketiga nya tidak ingin membuat Joya terganggu dengan isak tangis mereka bahkan Georgano yang notabenenya seorang pemuda tegar juga ikut menangisi momen ini.
"Dia saudariku?"Tanya Georgano.
Mario menatap anak laki laki tampan nya itu lalu mengangguk tanpa mengatakan sepatahkatapun.Saat ini dia benar benar dalam dilema.
"Aku harus memberinya nama!!"Lirih Mario saat ingat jika Joya tidak mengenal dirinya sendiri dan tidak ada identitas yang tertinggal saat sia di temukan.
"Ya kau benar sayang,berilah dia nama kau berhak untuk itu."
Wajah teduh Reana membuat Mario tenang,wanita itu sangat lembut hingga mampu meluluhkan Mario yang sangat keras kepala namun juga tegas jika di hadapkan dalam masalah.
"Giandra martes"Lirih Mario menerbitkan senyum nya.
"Nama yang indah dan kita akan memanggil nya Gia!!"Imbuh Reana yang menyukai nama pemberian suaminya untuk anak yang baru dia temukan.
"Gia..!"Georgano juga turut melafalkan nama itu dengan senyum yang manis.
"Terimakasih kalian mau menerimanya dengan baik.Kalian tidak tahu bagaimana perasaanku saat ini.
__ADS_1
"Jangan mengucapkan terimakasih,kau adalah keoala keluarga jangan terus terlihat lemah sepeerti ini!!Tapi kau juga harus mencari tahu kehiduoan nya selama ini karena anak yang ada dalam.kandungan nya butuh Daddy nya."
Mario mengangguk,dia akan berusaha keras mencari tahu bagaimana kehiduoan putfinya sebelum nya dan tentang kecelakaan yang menimpanya.