Gadis Kecil Milik Tuan CEO

Gadis Kecil Milik Tuan CEO
Bab 119.Paman adalah Daddy kandung mu.


__ADS_3

      Briyan sudah pasrah dengan nasib nya.Pria itu sudah ada di ambang batas hidupnya,setelah mendapat siksaan yang di berikan Georg kini Briyan harus merasakan nyawanya di tarik perlahan oleh Maxim.Mereka berdua sudah seperti psikopat gila yang haus dengan teriakan mangsanya.


  Sekujur tubuh Briyan sudah bermandikan darah namun Max masih enggan melepaskan nyawanya.Ini menyakitkan bahkan nafas Briyan sudah tercekat.


   "Ku moh..hon bu nuh sajha akuhh!"Briyan memohon pad aMaxim untuk menghabisi saja nyawanya dari pada di siksa tanpa ampun seperti ini,dia sangat menginginkan kematian nya.


  Max menyeringai"Apa sekarang kau bosan hidup?Lihat lah bagaimana kau menyakiti istriku dengan tidak memikirkan akibat perbuatan mu itu atau kau sengaja memancibg kemarahan ku?"


" Akhhh..Hikkkkssss Bunuh aku bangsat!!"Briyan terus memprovokasi Maxim agar segera menghabisi nyawanya saja tapi itu tidak mudah karena Max memang belum ingin membunuh Briyan.


  Seketika Briyan menyeringai ada sesuatu di kepalanya yang akan membuat Max langsung menghabisi nyawanya "Apa kau ingin agar aku bisa hidup lebih lama dan bertemu dengan istrimu?Menghabiskan waktu dengan nya,wanita yang sangat cantik, andai dulu aku tahu jika Joya bisa secantik ini pasti aku akan lebih memilih tidur dengan nya dari pada mamanya yang bodoh itu!"Kekeh Briyan dengan senyum mengejek di wajah nya.


 Max pun termakan dengan ucapan Briyan itu,wajah nya langsung mengeras dengan gigi yang bergemelutuk membayangkan saja Max benci tanpa banyak kata Max menancapkan pisau di tangan nya tepat di jantung Briyan setetika teriakan Briyan pun terdengar nyaring lalu tak lama suara itu hilang namun Max belum puas hingga dia kembali menarik dan menancapkan nya berulang kali.


 Wajah dan pakaian Max sudah penuh dengan darah,Max pergi ke kamar mandi yang ada di sana yang memang di khususkan untuk dirinya sendiri lalu membuang pakaiannya serta mandi agar terlihat segar karena dia akan menemui Daddy Joya dirumah sakit.


  Hans datang menyerahkan ponsel pada Max"Hallo..!"


  "Baik aku akan segera datang!"


Setelah panggilan nya terputus Max pun kembali ke rumah sakit bersama Hans,sementara Georg sudah pergi terlebih dahulu setelah membalas Briyan.


  Tak butuh waktu lama Max sudah tiba .Hans membuka kan pintu ruangan Joya disana sudah ada pria yang tak asing baginya.

__ADS_1


  "Tuan Mario Martes?"Sapa Max mengulurkan tangan nya.


   "Tuan Maxim..!"


Kedua nya tampak bingung dan tidak menyangka jika ternyata mereka saling mengenal di dunia bisnis mereka bekerja sama.Sungguh kebetulan yang tidak mereka sangka.


  Max beralih pada ranjang istrinya lalu menghampiriax melihat ada seorang wanita yang tengah menangis duduk di sisi Joya tampak sangat tulus,Max mengenalnya dia adalah istri Tuan Mario bahkan sebelum kecelakan itu terjadi mereka sudah bertemu.


  "Sayang..!"Sapa Max mencium kening Joya bahkan dia tidak sungkan sama sekali jika pun benar Tuan Mario adalah Daddy kandung Joya.


   "Jadi anda adalah suami putri saya?"Tanya Mario,dia tidak bisa menahan rasa ingin tahunya.Sungguh kebetulan yang tidak di sangka sangka ternyata pria yang selama ini menjadi masa lalu putrinya itu adalah rekan bisnis nya.


Joya masih diam di ranjang.Joya masih merasa canggung sekarang setelah tahu jika keluarga yang selama ini merawatnya dengan sangat baik dan penuh cinta bukanlah kekuarga nya.Hatinya begitu sedih dengan kenyataan ini bahkan kekuarga asing mampu mencurahkan kasih sayang nya padanya.Tapi Mamanya wanita yang telah mengandung dan melahirkannya justru sebaliknya.


"Mommy hanya khawatir,setelah ini putri Mommy akan meninggalkan kita.Mommy tidak mau!!"Lirih Rehana seraya mencium telapak tangan Joya.


Joya menangis suasana menjadi sangat melow sekarang"Aku tidak akan pergi jika Mommy masih mau menganggap aku sebagai putri Mommy!!"Lirih Joya,cinta Rehana sangat tulus pelukan hangat seorang ibu dia dapatkan dari Rehana bagaimana mungkin Joya mau kehilangan Mommy seperti Rehana.


Mario turut meneteskan airmatanya"Jangan bicara yang tidak tidak.Kau adalah putri kandung Daddy jadi Mommy tetaplah Mommy mu.Kalian tidak akan berpisah sayang,jangan mengatakan sesuatu yang mustahil bahkan jika suami mu meninggalkan mu maka kami akan selalu ada bersama mu."


"Apa yang anda katakan?Jangan berpikir jika aku akan meninggalkan istriku,aku bahkan hampir gila saat tak bisa menemukan dirinya saat aku bangun dari koma.Tidak kalian jangan bawa Joya!!"Sikap yang di tunjukkan Max justru sangat lucu hingga membuat Joya dan yang lainnya tersenyum,seperti anak kecil Max langsung memeluk Joya dengan lembut.Buah dari kesabaran Joya selama ini adalah kini dia di kelilingi orang orang yang sangat menyayanginya.


"Tentu jangan khawatir menantu!Tapi kau harus memperkenalkan Joya pada dunia jika dia adalah istrimu Bagaimana mungkin aku saja tidak tahu jika kau sudha menikah."

__ADS_1


"Benar,setidaknya jika bukan pesta pernikahan maka kau harus melakukan pesta penyambutan!"Ucap Georg setuju dia ingin adiknya di akui dunia,bukan hanya sebagai wanita yang terus di sembunyikan.


"Hoaammm..!!"


Zaiden yang sejak tadi tertidur tidak menyadari jika Nenek dan kakek nya sudha berada disana hingga saat dia membuka mata wajah kaget nya terlihat lucu dan menggemaskan.


"Kakek,Nenek!!"Zaiden langsung meloncat memeluk Mario dan Rehana secara bergantian.Bocah itu terlihat sangat senang melihat keluarga nya berkumpul.


"Kapan Kakek dan Nenek sampai,Kenapa tidak membangunkan ku?"Tanya Zaiden sekaligus protes karena dia kehilangan momen menyambut Kakek dan Nenek nya. Mata Max berkaca kaca sejak tahu jika Zaiden adalah putranya dia ingin sekali memeluk anak itu dan mengatakan jika dia adalah Daddy yang sesungguhnya namun Max bingung harus dari mana memulainya.


Joya bisa melihat wajah Max yang menyimpan sebuah keinginan,hatinya juga semakin menghangat karena Max tidak meragukan anak nya sama sekali.


"Sayang,sapalah Daddy mu!!"Ucap Joya.


Zaiden bingung namun Max menatap Joya dengan rasa cinta yang semakin dalam.


"Daddy,bukan kah Daddy Marcel sudha kembali dan Daddy Georg.Kenapa harus menyapa jika kita sudah bersama sejak awal?"Tanya Zaiden bingung.


Max tidak tahan untuk tidak mendekati Zaiden,menyamakan tingga nya Max langsung memeluk Zaiden dengan hangat,air mata itu kembali tumpah untuk pertama kalinya dia memeluk putranya.Sungguh dia ingin mebulang waktu dan mencegah kecelakaan itu agar dia bisa merasakan momen momen dimana Joya hamil dan merawat Zaiden kecil.


"Paman adalah Daddy kandung mu nak!!"Lirih Maxim.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2