Gadis Kecil Milik Tuan CEO

Gadis Kecil Milik Tuan CEO
Bab 123.Abg yang merepotkan


__ADS_3

  "Berhenti..!!"


Semua mata langsung menoleh ke asal suara.Para gadis putih abu abu itu hanya memandang Hans dengan tatapan remeh.Di bawah sana Hans bisa melihat seorang gadis yang sama usianya dengan mereka itu tengah menangis terlihat dari bahunya yang bergetar,rambut acak acakan dan baju yang compang camping entah bagaimana bentuk wajah gadis itu karena Hans belum melihatnya.


   "Siapa kamu?"Seorang gadis maju satu langkah dan menatap Hans tidak suka,wajahnya terlihat angkuh mungkin dia adalah ketua dari beberapa gadis di belakang nya.


  Hans menggelenvkan kepalanya ingin tertawa tapi dia bukan dalam suasana hati yang pas untuk tertawa"Apa ini yang di ajarkan oleh guru kalian di sekolah?Membully orang lain,apa kalian pikir orang tua kakian suka dengan sikap kalian ini?"Hans tidak habis pikir dengan kelakuan anak jaman sekarang.Dimana mana kasus pembulian meraja lela,tapi ya mau bagaimana jiak di sekolah murid di tegur maka orang tua murid akan ngamuk pada gurunya.


  "Jangan ikut campur om!Ini bukan urusan om,lebih baik om pergi dan biafkan kami menghajar sundel ini!"Gadis angkuh itu masih tampak keras kepala,dia benar benar tidak ingin melepaskan gadis lain yang kondisinya entah bagaimana.


    "Ck..Dasar.Baiklah seperti nya akan lebih mudah jika polisi yang bekerja."Hans merogoh ponsel dari dalam kantong nya .


  "Om..!"Suara itu tentu Hans masih ingat baru beberapa jam yang lalu Hans mendengarnya walau kali ini suara itu terdengar bergetar.


  "Kamu?"Hans menatao gadis di hadapan nya ini dengan pandangan aneh.Pagi tadi gadis itu terlihat baik baik saja tapi saat ini wajah gadis itu sudah penuh dengan luka,ada darah di sudut bibir nya dan juga bekas tamparan seperti nha dia memang habis di keroyok.Satu lawan lima orang tentu saja dia akan kalah.


  "Astaga apa yang kalian lakukan?"Hans marah melihat gadis itu babak belur.


  "Oh Kalian saling mengenal atau jangan jangan gadis miskin ini adalah sugar baby om ya?Wah hebat dengan wajah sok polos nya ternyata Zalia punya seorang sugar daddy.Hahahaha....!"Gadis angkuh itu berasumsi sendiri dan kemudian tertawa diikuti olah teman temannya yang lain.Sementara Zalia semakin menundukkan kepalanya dalam.


  "Dasar bocah."Hans mendecih tidak suka.


 "Zalia berapa tarif mu!"


Plakk


 "Mita aku tahu aku miskin tapi aku bukan wanita murahan seperti itu.Jangan mengatakan sesuatu yang membuat aku marah!"Entah keberanian dari mana Zalia berani menampar Mita,gadis yang selaku merundungnya.Bahkan kini Zalia tidak peduli lagi jika harus di keluarkan dari sekolah karena menampar anak kepala sekolah tempat dia menimba ilmu sekarang.


  "Berani kamu?"Mita ingin membalas namun tangan nya sudah terlebih dahulu di cekal Hans.Tak ingin banyak drama Hans langsung menarik tangan Zalia membawanya pergi jauh dari gadis gadis bar bar itu.

__ADS_1


   Hans menyodorkan tisu pada Zalia,gadis itu masih saja menangis padahal kini mereka sudha jauh dari para pembuli itu.


  "Buat apa menangis,Seharusnya kamu melawan saja tadi kamu bisa melawan dia?"Tanya Hans yang tak pandai merayu wanita dia hanya tahu merayu klien agar mendapat tender.


"Lalu di keluarkan dari sekolah dan membuat ibuku semakin sedih?"


Hans menatao Zalia sekilas.


  "Apa yang kamu lakukan tadi tidak membuat mu dikeluarkan dari sekolah.Kenapa harus takut kalau kamu tidak salah?"


   "Mita anak kepala sekolah,jika aku membantah dia maka aku akan di keluarkan.Sudah beberapa orang yang menjadi korban nya."


 Hans mendesah lagi lagi menyalah gunakan kekuasaan"Tapi kenapa kamu sampai dihajar begitu?Kamu buat salah?"Kali ini nada bicara ahans sedikit melunak,mwlihat Zalia yang terus menangis membuat nya merasa kasihan.


  Zalia menggeleng"Entahlah,Aku tidak membawakan escoffe yang mereka pasan tadi pagi."Terdengar sebuah ******* dari bibir Zalia.


Zalia mengangguk,kini Hans mengerti jika gadis di sebelah nya ini pasti di jadikan budak oleh teman teman nya yang lain.


   "Om,Om mau bawa saya kemana?"Zalia mulai panik saat menyadari jika mobil yang di tumpanginya ini tidak menuju arah kerumah nya bahkan pria di sebelahnya juga tidak bertanya padanya.


  "Apartemen!"


"Apa..?Om jangan macam macam ya.Walau saya kalah dari mereka tapi saya ini orang nya nekad kalau om macam macam saya gak akan segan segan tendang masa depan om.Biar suram!"Omel Zalia yang langsung memegang baju bagian d adanya erat.


 Pletak.


 Zalia megusap dahinya yang di sentil Hans dengan keras bahkan sampai merah.


  "Saya kalau mau macam macam juga pilih pilih kali.Lihat dada kamu yang tipis begitu mana saya selera.Gini gini selera saya juga tinggi."Hans kesal kebaikan nya justru di salah artikan oleh gadis cengeng dan penakut ini.

__ADS_1


   Zalia mengusap dahinya yang terasa sakit."Ya siapa tahu om,nama nya juga buaya mana nolak di kasih daging?"


  "Daging kamu aja gak ada!"Balas Hans.


 "Om.Jangan menghina fisik ya!!Zalia tidak terima dengan ucapan Hans yang mengatai dia tidak ada daging artinya kan sama mengatai dirinya kurus.


  "Sudah saya cuma mau obatin kamu.Apa kamu mau pulang dengan keadaan berantakan seperti ini dan orang tua mu justru berpikir yang tidak tidak?"Kalia ini Hans mengomel dan tanpa dia sadar jika sejak bertemu dengan Zalia dia sudah terlalu banyak bicara bahkan saat tadi bersama Max,Hans juga terus bicara.


Zalia menyipitkan matanya menatap Hans"Om gak bohong?"Tuding Zalia.


Hans menghembuskan nafasnya kasar,kesal juga bicara dengan Zalia.


Sampai di apartemen Zalia terus mengekor di belakang Hans,dia terlihat ragu saat Habs membawanya naik ke sebuah lift."Nih bantuin bawa!"Hans menyerahkan beberapa kantong ke tangan Zalia,yang mau tidak mau harus di terima Zalia walau wajah gadis itu terlihat cemberut.


"Ini apartemen saya.Kita sudah sampai!"Hans menempelkan sebuah kartu di tangan nya hingga pintu apartemen itu terbuka Zalia sangat kagun ini pertama kalinya dia masuk ke dalam apartemen.


"Jangan sampai liur mu menetes di lantai.Jorok!"


Hans menghancurkan lamunan Zalia."Siapa juga yang ngiler.Sembarangan!"Omel Zalia.


Hans hanya menarik sedikit sudut bibir nya lalu mengambil kantong belanja dari tangan Zalia untuk di susun dalam lemari pendingin nya


Terdengar suara bell.Mungkin pesanana Hans sudah tiba.


Benar di tangan Hans sudah ada satu paperbag.


"Nih..!"Hans menyerahkan paperbag itu ke tangan Zalia yang bingung."Pakai!!"Kata Hans lalu pergi kembali ke dapur.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2