Gadis Kecil Milik Tuan CEO

Gadis Kecil Milik Tuan CEO
Bab 60.Masuk jebakan.


__ADS_3

Joya yang tidak sadar jika dirinya dalam bahaya hanya mengikuti keinginan Bianca yang telah menyiapkan jebakan untuk dirinya.


Seulas senyum menghiasi bibir Bianca''Ayo makan''


Joya mengangguk dan tersenyum canggung tetapi tetap ikut menyendok makanan dan memasukkan nya ke dalam mulut nya.


Belum habis setengah tetapi Joya merasa tubuh nya aneh seperti ada semut yang berjalan di tubuhnya belum lagi rasa panas yang pelan merambat.


''Kamu kenapa?''Tanya Bianca seakan khawatir dengan keadaan Joya.


''Eghh saya tidak tahu tapi tubuh saya terasa panas.''Rintih Joya yang wajah nya semakin memerah.


''Oh ya ampun,kamu sakit wajah kamu sangat merah.Begini saja kamu istirahat saja dulu saya akan memesankan kamar untuk mu.Kita tidak mungkin pulang dengan keadaan kamu seperti ini!''Bianca segera membantu Joya berdiri.


Joya yang tidak bisa berpikir lagi hanya mengikuti Bianca yang membawanya ke sebuah kamar.


''Kamu tiduran dulu ya,saya keluar sebentar!''Bianca segera meningalkan Joya yang sangat kepansana.


Joya tidak tahan lagi dia mulai mengipas tubuh nya dengan bantal yang ada disana.Tapi rasa panas itu tidak juga hilang bahkan semakin panas.


Mata Joya membelalak saat pintu kamar nya terbuka dan ada seorang pria yang tidak dia kenal menerobos masuk.


''Siapa kamu?''Tanya Joya gugup tetapi tetap mengipas tubuhnya yang panas.


''Kamu kepanasan sayang,saya bisa bantu kamu meredakan rasa panas itu!''Kata Pria yang suda semakin dekat dengan Joya.Joya ketakutan dia mundur tetapi panas di tubub nya semakin menyiksa otak nya sudah mulai kehilangan fungsinya.


Pria asing itu semakin mendekat,dia semakin tersenyum apalagi melihat wajah Joya yang cantik dan pipi merah nya semakin membuat nafas pria asing itu seakan berhenti.


Braakk


Tepat sebelum pria itu mendaratkan tangan nya ke kulit Joya pintu kamar terbuka seorang pria bertubuh tegap dan tampan berdiri dengan wajah garang menatap pria asing yang ingin menjamah Joya.

__ADS_1


''Kurang ajar kamu!Bajingan keluar atau aku akan menghajar kamu!''Teriak pria itu berang dan menarik pria asing turun ranjang.


'''Kamu siapa?Jangan ikut campur dia wanita saya!''pria aisng itu tidak menyerah begitu saja dia mengayunkan tangan nya ingin memukul namun gerakan nya terpatahkan.Sebelum pria asing itu memukul dia sudah terjengkang kebelakang.


Bughh


Akhhh


''Brengsek!''


''Ampun ampun saya akan pergi!''Pria asing itu menyerah dan lari terburu buru meninggalkan Joya.


''Kamu tidak apa apa?''


''Ahh Leo..Tubuh ku panas!''Lirih Joya yang mulai membuka pakaian nya.


''Ahh shiit..!!''Leo frustasi mendengar ******* Joya apalagi sekarang Joya sudah memeluk Leo.


''Joya jangan begini.Aku mohon!Aku pria normal Joya.''Leo masih punya akal untuk tidak melakukan hal buruk pada kakak iparnya.


''Ada apa?''Tanya Max dengan suara datar dan seakan acuh.


''Cepat datang ke hotel star,jangan buang buang sebelum aku tergoda dengan istrimu dan membuat nya tidak bisa berjalan!''Leo masih saja membuat Max marah,ada kesenangan tersendiri bagi Leo.


''Ahh Leo,,bantu aku!Tubuhku panas!''Lirih Joya lagi tangan nya kini mulai meraba tubuh Leo yang mulai bingung bagaimana menanggapi Joya yang terkena obat perangsang.


Max yang mendenagr ******* Joya seketika panas hatinya di tambah ucapan Leo yang mengancam tentu rasanya dia ingin meledak.


''Dammnn!'


Max melesat secepat kilat keluar dari ruang rapat tanpa meperdulikan semua anggota rapat yang menatapnya bingung.

__ADS_1


''Oh Joya,tahan sebentar lagi ya.Aku rasa sekarang Max sedang melesat seperti anak panah kemari!''Leo tersenyum membayang kan wajah Max yang menegang dan marah.


''Emm aku akan mengerjai dia.Pasti asyik hahaha''Leo sengaja menghitung waktu lalu membawa Joya ke ranjang,dia telentang di ranjang dan Joya di atas nya Leo bertaruh dengan waktu karena tentu saja sebagai pria normal apa yang Joya lakukan sangat membuat juniornya tegang tapi dia tidak akan merebut Joya jika Max tidak menyakitinya.


Braakk


Lagi lagi pintu kamar hotel menjadi sasaran.Kali ini Max yang menendang pintu namun matanya nyaris keluar dari tempat nya saat melihat Joya meliuk liuk di atas tubuh Leo dan nyaris menyambar bibir Leo.


''Brengsek...!''Max meraih Joya dalam pelukan nya dan matanya mengancam Leo yang tersenyum senang.


''Tenang saja,aku tidak melakukan apapun padanya sekarang kau selamatkan dia dulu sebelum pembuluh darah nya pecah karena panas nanti aku akan menjelaskan padamu apa yang terjadi!''Leo segera keluar dari kamar dan meninggalkan Max dan Joya berdua disana.


''Kau kenapa?''Tanya Max


''Panas,bantu aku Ohh Max!''Lirih Joya meraih bibir Max dan mencumbunya,masih kaku karena ini adalah pengalaman pertama bagi Joya.


''Kau nakal juga ya?''Gumam Max dan membalas pagutan Joya yang kaku.


Tidak sabar Joya membuka semua pakaian nya dan mempertontonkan dirinya pada Max yang membulatkam matanya tanpa membuang buang waktu Joya langsung menyerang Max yang masih menikmati pemandangan di hadapan nya.


''Ahhh kau jangan menyesal ya.Aku hanya mengabulkan permintaan mu!''Max tersenyum penuh arti di kepalanya dia sangat senang sekarang walau Joya tidak sadar dengan apa yang dia lakukan tapi Max akan mengingat nya karena belum tentu besok Joya tidak marah dengan nya.


Max membalas serangan Joya dengan gaya nya,membuat Joya medesah merasakan sensasi yang belum pernah dia rasakan tetapi dia juga sanagt terkejut melihat keliaran Joya.


''Wah wah Nona,seperti nya kau sangat liar.Aku tidak menyangka jika kau bisa seperti ini.Haha...Baiklah aku akan membuat mu tidak bisa berjalan besok jangan menyesal apa lagi menangis!''Gumam Max yang seketika merasa masalah nya hilang menguap begitu saja.


Kedua insan itu terus bergelut hingga mereka mencapai puncak nya dan terbaring lemas,entah sudah berapa kali mereka bertempur Max tidak mengingat nya tetapi dia merasakan sangat puas dia tidak menyangka jika memadu cinta dengan Joya akan senikmat itu.


Max turun dari ranjang dengan perlahan karena tidak ingin membuat Joya terbangun,ranjang hotel yang bernatakan menjadi saksi betapa dahsyat nya pertempuran mereka,Max meraih selimut untuk menutup tubub Joya yang polos dan matanya melihat noda darah di sprei membuat senyum mengembang di wajah Max.


''Aku ingin bertemu!''

__ADS_1


Max meletakkan kembali ponselnya dan melangkah ke akamr mandi untuk memberaihkan dirinya sebelum menemui Leo.


Bersambung..


__ADS_2