Gadis Kecil Milik Tuan CEO

Gadis Kecil Milik Tuan CEO
Bab 70.Apa Max anak kandung papa?


__ADS_3

Seonggok tubuh terbaring di brangkar rumah sakit,tubuh nya penuh dengan luka dan daràh sangat mengerikan bagi siapa saja yang melihat nya.Pakaian yang sobek disana sini menambah ngeri penampilan pria yang kini sedang tenang menutup matanya tanpa peduli dengan beberapa orang berpakaian putih yang lalu lalanga dengan wajah panik untuk membuatnya terbangun.


Sudah lewat dua jam namun pria itu masih betah menutup matanya yang menandakan jika nyawa itu masih bersarang hanya bunyi bip yang memecahkan kesunyian.


Dua orang yang ada di luar ruang UGD sedang mondar mandir menunggu kabar dari para malaikat tanpa sayap yang sedang berusaha membangun kan pria arogan dan keras kepala itu.


"Kenapa mereka lama sekali?"Gusar Hans yang tidak tenang karena para Dokter belum juga keluar dari ugd,penampilan Hans sudah sangat kacau jika dia duduk di pinggir jalan mungkin orang orang akan mengira dia adalah tunawisma.


Leo yang tak jauh dari Hans hanya menggeleng lemah,sejak anak buah nya mengabari jika dia menemukan Max dirinya dan Hans segera menuju tempat yang di katakan anak buah nya sebelum ada orang yang tahu,jangan tanya bagaimana mereka mengatur strategi agar bisa membawa Max tanpa di ketahui oleh tim pencari yang lain.


"Aku akan ke kamar mandi dulu,Kau tetaplah disini!!"Kata Leo yang sejak tadi sudah menahan panggilan alam nya.


Ceklek...


Sepasang mata Leo langsung melihat ke arah suara pintu yang sedari tadi tertutup rapat perlahan kini terbuka,memunculkan sosok berpakaian putih dengan masker yang masih membungkua wajanya bagian bawah.


"Bagaimana Dok?"Tanya Hans tidak sabaran.


Sang Dokter menggeleng lemah."Dia kehilangan banyak darah dan stok darah di rumah sakit ini kosong kami juga sudah menghubungi bank darah dan hasilnya sama.Sebaiknya hubungi pihak keluarga mungkin jika dia cepat mendapatkan donor maka nyawanya akan terselamatkan!!"Ucap sang Dokter dengan tatapan yang sama sekali tidak berpaling dari wajah Hans yang sayu.


"Saya akan berusaha!!"Jawab Hans.


Dokter itu mengangguk"Sebaiknya segera dapatkan jika kita tidak ingin kehilangan dirinya!!"Kata sang Dokter sebelum tubuh pria berjas putih itu kembali menghilang di balik pintu.


Leo yang baru tiba membawa dua gelas kopi di tangan nya,namun mata nya menangkap sosok Hans yang sedang menggenggam ponselnya menggulir nama yang sekira nya bisa membantu.


"Ada apa,Bagaimana keadaan nya??"Tanya Leo menyerahkan segelas kopi pada Hans.


Hans menatap uluran tangan Leo,apakah ini waktu yang tepat untuk menimmati kopi panas pikirnya.

__ADS_1


"Kau juga butuh istirahat.Setidak nya minumlah ini agar mata mu tetap terbuka.


"Ck..!"Hans mendecih mendnegar ucapan Leo namun tetap meraih uluran tangan Leo.


"Dia membutuhkan donor darah!!Dokter baru menyampaikan nya dan kita harus segera mendapakan nya jika ingin dia selamat!!"Kata Hans menyeruput sedikit kopinya.


"Bagaimana ini?Tidak mungkin kita menghubungi Bibi Bianca,jika itu kita lakukan untuk apa kita merahasiakan Max??"Gumam Leo.


"Ya,Kita butuh darah AB resus negatif!!"Gumam Hans lirih,sementara dia juga belum sempat mengubungi anak buah nya mungkin saja ada salah satu di antara mereka yang memiliki nya.


"Kenapa darah kami sama?"Lirih Leo bingung..


Hans menatap Leo yang masih mengerutkan alisnya karena bingung."Bodoh,cepat berikan darah mu jika memang golongan darah kalian sama!!"Bentak Hans yang merasa mendapat durian runtuh.


Leo tersentak mendengar apa yang di katakan Hans padanya"Bodoh?"Gumam Leo pelan.


Hans baru sadar jika mulut nya sudah keceplosan rasanya dia ingin memukul mulutnya sendiri sekarang.Dia merutuki mulutnya yang lancang.


Leo tidak bisa berbuat apa apa karena saat ini yang lebih penting adalah keselamatan Max.Dia menurut saja saat Hans mendorongnya ke sebuah ruangan untuk memeriksa darah nya.Sementara Leo masih berpikir bagaimana mungkin darah nya bisa sama dengan darah Maxim.


Leo terbaring di sebuah brangkar rumah sakit setelah darahnya di nyatakan cocok dan sehat sehingga bisa mendonorkan darah nya untuk Max,matanya bergulir menatap sosok yang biasanya marah marah padanya kini sedang terbaring tidak berdaya,ada pertanyaan besar di hati Leo saat ini.


Setelah memberikan beberapa kantong darahnya pada Max,Leo segera bangkit dan menemui Hans yang sedang menunggunya di luar.


Wajah lelah Leo terlihat jelas"Terimakasih Tuan.!!"Kata Hans menundukkan kepalanya tulus sebagai rasa terimakasihnya karena Leo mau membantu Max.


"Aku akan pulang dulu.Kau tunggulah disini dan jangan tinggalkan dia walau sebentar dan tetap hati hati!!"Ucapan Leo yang dingin dan datar membuat Hans merasa heran namun dia tetap mengangguk.


"Apa setelah mendonorkan darah orang akan berubah sikap nya?"Gumam Hans menatap punggung Leo yang semakin menjauh.

__ADS_1


Leo mengendarai mobilnya sendiri,dingin sepi dan banyak pertanyaan di kepalany,kenapa darah nya bisa sama dengan Max?Tidak mungkin jika papanya berselingkuh dengan Bibi nya kan?Karena darah Leo dan papanya sama,sementara darah mamanya berbeda dengan nya.


"Aku harus menanyakan ini pada papa?Mungkin ada sesuatu yang tidak aku ketahui!!"Leo membelokkan mobil nya menuju halaman besar rumah Anderson.


Mata Tuan Nhatan terbuka saat mendengar suara derap kaki yang masuk ke ruangan tempatnya duduk bersandar.



"Leo kau sudah pulang?"Tanya Tuan Nathan menatap anak nya.


Leo membalas tatapan papanya,melihat sosok yang begitu di kaguminya selama ini rasanya tidak mungkin jika pria yang terlihat selalu menyayangi istrinya ini berselingkuh.


"Ada apa nak?"Tanya Tuan Nathan yang melihat anak nya hanya diam.


"Apa mama sudah tidur?"Tanya Leo tanpa menjawab pertanyaan papanya.


Mendapat anggukan dari papanya Leo kemudian berkata"Leo ingin bicara pa!!"


Tuan Nathan membaca gelagat tidak enak dari anakanya hanya mengangguk lalu mendahului Leo berjalan menuju ruang kerja nya.Leo juga hanya mengekori papanya tanpa bicara.


"Ada apa nak?"Tanya Tuan Nathan setelah mereka berdua duduk di sofa dan memastikan pintu tertutup rapat agar tidak ada yang berusaha mencuri dengar pembicaraan mereka.


"Apa papa akan bicara jujur jika Leo menanyakan sesuatu yang tidak masuk akal?"Tanya Leo menatap tajam papanya.


Tuan Nathan yang mendapat tatapan tajam anak nya merasa bingung,tidak biasanya bahkan tidak pernah Leo mempertanyakan nya apalagi saat ini Leo jelas terlihat meragukan nya.


"Katakan Leo,apa yang membuat mu seperti ini?Apa papa pernah membuatmu kecewa?"Tuan Nathan balik bertanya dengan mata yang masih menyipit bingung.


"Apa Max anak kandung Papa?"

__ADS_1


Deggghhh


Bersambung....


__ADS_2