
Di rumah Miranda Briyan dan Jeny sedang merayakan keberhasilan mereka dengan bercumbu dan melepaskan hasrat mereka berdua tanpa merasa takut ataupun khawatir tertangkap basah.
Keringat membasahi kedua nya pertempuran dahsyat yang baru saja mereka lewati tidak menyurutkan gelora mereka.
''Hahahha....Sayang rasanya aku sangat bahagia sekali sekarang.kita berhasil menyingkirkan wanita tua itu dan mengambil semua harta nya.Ahhhh ini bagaikan mimpi!''Jeny tertawa senang saat ini mereka sedang berada di kamar Miranda merayakan kebahagiaan mereka.
''Iya sayang,aku juga sangat bahagia sekali ternyata sangat mudah mengambil semua yang dia miliki.Dia memang bodoh bagaimana tidak selalu di bohongi laki laki.''Kata Briyan tak kalah senang.
''Maksud kamu?''Tanya Jeny yang tidak mengerti.
''Iya dulu dia juga tertipu,walau bukan harta yang di rampas tapi masa depan nya makanya dia di usir keluarga nya karena pria yang sudah merusak masa depan nya tidak mau bertanggung jawab.''Jelas Briyan.
''Emm pantas dia belum menikah sampai usia nya tua sekarang.''ejek Jeny.
''Sebenarnya tidak terlalu tua sih menurutku hanya saja dia sangat bodoh hahahaha...''Mereka berdua sangat bahagia sekarang mentertawakan kehancuran Miranda.
''Iya kau benar sayang.Tapi benarkan kau tidak mencintainya?''Tanya Jeny memastikan
Briyan menatap Jeny''Tenang sayang,dihatiku hanya ada kamu jika aku memang mencintai dia tidak mungkin aku membohongi dia dan merampasa semua harta nya.''Briyan meyakinkan Jeny.
''Iya aku percaya.Makasih ya sayang!''
__ADS_1
Kedua nya melanjutkan kegiatan mereka sebagai bentuk perayaan karena mereka berhasil memdapatkan semua dengan mudah.
Sementara di sebuah rumah yang luas Miranda terpaku sendiri hatinya sedih bercampur marah.
Kini dia duduk di balkon kamar nya,meratapi nasib nya yang malang dan merasa tidak dapat mendapatkan kebahagiaan dalam hidup nya.
''Semua pendusta,aku tidak tahu untuk apa aku hidup jika hanya untuk menderita seperti ini.Akhhhh....''Miranda menarik rambut nya frustasi kondisinya sangat memprihatinkan.
Srjak dia tiba di rumah oramg tua nya Miranda hanya di dalam kamar dan tidak mau makan sama sekali dia hanya turun jika dirinya merasa sangat lapar,sepanjang hari dirinya hanya mengurung diri.
''Bu,,buka pintunya ini bi Minah!''Suara ketukan terdengar tetapi Miranda sama sekali tidak berminat untuk membuka nya.
kleek
Pintu terbuka.
''Astaga bu.Jangan seperti ini!Sekarang ibu bersihkan diri dulu ya.Mandi agar badan ibu seger!''Kata Bi Minah yang tidak tega melihat Miranda.
''Nanti saja bi,saya belum mau !''Kata Miranda.
Bi Minah mendengus kesal''Tidak, sekarang kamu mandi dulu abis itu makan.Jangan membantah!''Bi Minah tidak sungkan memarahi Miranda karena memang seperti itulah bentuk kepedulian Bi Minah yang menganggap Miranda bukan hanya majikan nya tapi juga anak nya.
__ADS_1
''Bi..''
''Buat apa kamu memanggil bibi datang jika tidak mau menurut lebih baik bibi tidak ada dan kamu.bisa sesuka mu!''Omel wanita itu.
Miranda sedih matanya memanas,sejak kecil biMinah memang sesayang iyu padanya.''Maaf bi!''
Bi Minah menghentikan langkah nya.''Kamu gak salah apa apa,hanya saja mungkin ini teguran buat mu karena tidak mau mengakui Joya sebagai anak mu.Cobalah menerima nya kasihan anak itu setidak nya kau punya teman di masa tuamu!''
''Enggak,sampai kapanpun dia bukan bagian dari hidup ku dan ini semua karena kehadiran nya jika saja dia tidak hadir di rahimku maka nasib ku tidak akan seperti ini,mama papa juga pasti masih ada bersamaku!''Berang Miranda yang tidak suka mendengar nama Joya di sebut sebut.
Bi Minah mengegelengkan kepalanya''Sudah sekarang mandi dulu biar saya siapkan makanan dulu!''Bi Minah keluar meninggalkan Miranda yang masih menangis,entahlah setiap membahas Joya emosinya selalu tifak terkendali bahkan saatini dendam nya semakin membara untuk Joya.
Miranda melangkah ke kamar mandi dia melihat air yang telah di siapkan bi Minah dengan malas Mirnada melucuti semua pakaian nya lalu masuk dan berendam disana.Rasanya air matanya mulai mengering karena terus menangis dirinya tidak menyangka jika ternyata Briyan pria yang di cintainya juga membohonginya bahkan mengambil semua miliknya tanpa sisa.
Perlahan Miranda menenggelamkan kepalanya rasanya dia bathtub mendinginkan kepalanya yang terasa panas dan hampir meledak.
Hah..hah....
Matanya memerah saat dia mengangkat kepalanya''Aku akan membalas kalian semua.Aku tidak akan diam saja,nikmati saja masa masa ini tapi setelah itu maka kalian akan menangis darah!''Senyum iblis tercatak di wajah cantik Miranda dia menghapus kasar airmatanya yang bercampur dengan air mandinya.Tidak peduli bagaimana caranya dia tidak akan diam saja menerima nasib nya.
Bersambung...
__ADS_1