Gadis Kecil Milik Tuan CEO

Gadis Kecil Milik Tuan CEO
Bab 116.Lepaskan dia Tuan Max.


__ADS_3

Marcel duduk termenung seorang diri di taman rumah sakit.Jantung nya masih berdenyut sakit mengetahui kenyataan jika ternyata Gea masih memiliki suami yang bahkan sangat mencintainya dan mereka masih saling mencintai.


Selama ini dia sangat berharap jika Gea tidak memiliki hubungan dengan pria manapun di dunia ini meskipun keberadaan Zaiden mematahkan imajinasinya namun Marcel siap menerima Zaiden dan menganggapnya adalah putra kandung nya sendiri. Sejak awal melihat Gea dengan mata terpejam saja sudah mampu membuat hati Marcel porak poranda.


"Kita perlu bicara!!"


Marcel tersentak karena tiba tiba saja Max sudah berdiri di hadapan nya,entah sejak kapan Marcel tidak tahu dia tengah asyik dengan lamunan nya sendiri.


Marcel membenarkan duduk nya,dilihat nya tak jauh dari mereka Hans berdiri mengawasi.Marcel hanya bisa tersenyum meremehkan.


"Ceraikan Joya,dia istriku dan pernikahan kalian tidaklah sah!!"Tanpa basa basi Max langsung mengutarakan apa yang menjadi tujuan nya.Sudah cukup bagi Max melihat kedekatan mereka selama ini.


Marcel menaikkan sebelah alisnya,senyum samar nyaris tak terlihat sebuah pikiran jahil mulai muncul di kepalanya.'Kau masih mengira jika kami menikah?Bagus aku akan bermain dengan mu!!'Batin Marcel terkekeh.


"Jika aku tidak mau?"Marcel menatap Max yang sudah menggeram.Mata pria di hadapan nya sangat menakutkan,dia berpikir bagaiman wanita selembut Gea bisa menikah dengan pria seperti Max.


Max memajukan tubuhny"Aku akan menghancurkan mu hingga kau bahkan tidak bisa menarik nafasmu dengan benar!"Ancam Max.


"Cihh orang seperti mu bisa apa selain mengancam orang lain.Ingat Tuan Max saat ini aku adalah pendamping nya jangan pikir mudah merebutnya dari ku dan satu hal yang harus nya kau tahu bagaimana kami menghabiskan waktu bersama."Marcel semakin senang melihat wajah Max yang terlihat memerah sangat nampak jika pria yang ternyata suami Gea itu tengah menahan amarah nya.


Grebb

__ADS_1


Max menarik kerah kemeja Marcel,wajah kedua nya tampak berbeda jika Marcel dengan wajah jahil nya maka Max dengan wajah seriusnya.


"Jangan memancingku untuk menghancurkan wajah mu yang menyebalkan ini.Aku masih bicara dengan baik baik sekarang!Aku bisa melakukan apapun dan mendapatkan apa yang ku mau dengan caraku sendiri jadi jangan mengujiku!!"Geram Max seraya melepaskan kerah kemeja Marcel.Bukan nya takut Marcel semakin menjadi.


"Lepaskan dia Tuan Max!!"


Bughhh


Satu pukulan Max mampu menumbangkan seorang Marcel,pria itu menyeka sudut bibirnya yang berdarah laku tersenyum.Rasany pukulan Max membuktikan sebesar apa rasa cint Max pada Gea.


"Aku akan membunuh mu!!"Max kembali meraih kerah kemeja Marcel dan ingin melayangkan satu bogem lagi.


"Hentikan!!"Suara intrupsi Zaiden membuat yangan Max menggantung di udara.


"Daddy mu ini sudah mencuri kepunyaan Paman,jadi paman hanya meminta nya kembali tapi Daddy mu ini tidak mau mengembalikan nya sebab itu paman memukul nya!"Max sebenarnya tidak perlu repot repot menjekaskan ini pada Zaiden tapi tingkah bocah ini membuat Max betah berbicara dan mencari topik pembicaraan.


Zaiden menyipitkan matanya menatap Marcel"Apakah Daddy mencuri?Apa yang Daddy curi,kenapa tidak mengembalikan nya saja daru pada paman terluka,bukan kah Daddy punya banyak uang Daddy bisa membeli yang lain jika Daddy mau!!"Kata Zaiden panjang lebar menasehati Marcel yang hanya tersenyum.


Max merasa menang,awal nya dia pikir Zaiden akan berpihak pada Marcel secara dia adalah anaknya tapi nyatanya dia pikiran nya salah.


"Dan paman apa yang telah di curi oleh Daddt ku?"Kembali Zaiden menatap Max dengan curiga jika ternyata pria sombong dihadapan nya ini hanya membual.

__ADS_1


"Istriku!"Jawab Max singkat.Entah Zaiden mengerti atau tidak Max tidak peduli dia hanya menjawab.


Zaiden tanpak bingung setahunya Marcel tidak dekat dengan siapaoun sama seperti Daddy Georg tapi kenapa paman di depan nya ini mengatakan jika Daddy Marcel nya mencuri istrinya.


"Paman,kau jangan memfitnah Daddy ku seperti itu.Selama ini baik Daddy Marcel ataupun Daddy Georg tidak pernah dekat dengan wanita manapun selain Mommy jadi jangan mengada ngada atau sebenarnya paman yang ingin mencuri istri Daddy Marcel?Ehhh tapi Daddy Marcel belum menikah...??"Zaiden sangat bersemangat membela Daddy nya hingga terlalu banyak bicara dan kini bocah itu menutup mulut nya dengan tangan kecilnya.Terlihat lucu.


Max mengerutkan alisnya"Daddy mu belum menikah?"Tanya Max memastikan pendengaran nya tidak salah.


Marcel hanya tersenyum saat Max menatap wajah nya sungguh ingin sekali Max kembali melayangkan pukulan nya andai Zaiden tidak ada disana,melihat wajah menyebalkan Marcel membuat tangan nya kembali gatal.


"Katakan apa Daddy mu belum menikah?"Max bertanya tapi matanya menatap tajam ke arah Marcel lalu kembali menatap Zaiden yang menggelengkan kepalanya.


"Tidak,karena Daddy Marcel dan Daddy Georg ingin menjaga Mommy dan aku!JawabZaiden.


"Oh shitttt.."Max bergumam pelan.Dirinya merasa di permainkan sekarang awalnya bersama Georg dan sekarang pria di depan nya ini juga melakukan hal yang sama.Menyebalkan sekali.


"Hehehe...Kau merasa senang sekarang?"Ejek Marcel melihat wajah frustasi Max.


"Bajingan kalian!"


"No Paman,Jangan mengumpat di hadapan anak kecil itu sangat dilarang!"Protes Zaiden.

__ADS_1


"Kau pengecualian!"Kata Max sebelum pergi meninggalkan Zaiden dan Marcel yang tersenyum.


Bersambung...


__ADS_2