Gadis Kecil Milik Tuan CEO

Gadis Kecil Milik Tuan CEO
Bab 128.Bicara empat mata


__ADS_3

  Seorang pria tampak berdiri menatap ke luar jendela,tangan nya mengoyang goyang pelan sebuah gelas berisi cairan merah pekat.Tatapan pria itu sangat tajam membuat beberapa pria bersegam hitam di belakang nya tidak berani menegakkan kepalanya.


    "Apa yang harus ku dengar?"Kata pria itu datar dan dingin Dari suara yang keluar sudah dapat di pastikan jika pria itu sangat sulit untuk di sentuh.


   "Kita kehilangan semua anak buah kita tapi mereka berhasil melukai Tuan Nathan!"Lapor salah seorang dari mereka.


  Pria itu menarik sudut bibirnya"Tak masalah,dengan begitu Nathan akan tahu jika aku sudah kembali!"Pria itu menyesap pelan minuman nya matanya masih fokus menatap keluar jendela di mana anak buah nya sedang berlatih menembak.Sekilas dia mengibaskan tangan nya dan semua pria berseragam itu menundukkan kepalanya sebelum meninggalkan ruangan pria itu.


   "Mau sampai kapan kau begini,Bruno?Terjebak dalam dendam yang tidak akan pernah ada habisnya.Bahkan Nathan tidak melakukan apapun dimasa lalu."Ucapan wanita itu membuat Pria bernama Bruno itu menoleh,terlihat dia tidak suka dengan apa yang wanita itu katakan.


  "Jangan ikut campur urusan ku.Kau hanya ****** yang ku pungut dari pinggir jalan,sadarlah dengan posisimu!"Nada dingin Bruno membuat Casandra terdiam.Wanita yang kini berada di sebelah Bruno namun bukan sebagai istri tapi sebagai pemuas ranjang tidak bisa banyak bicara.Bruno akan selalu menghinanya jika dia mengingatkan jika kematian Jaslyn bukan kesalahan Nathan.


    Ketua mafia Naga hitam Bruno adalah sahabat lama Nathan.Mereka dulunya sahabat baik sampai pada suatu hari ada seorang wanita yang hadir di antara mereka.Wanita bernama Jaslyn,terlibat cinta segitiga karena Bruno mencintai Jeslyn tapi sayangnya Jeslyn mencintai Nathan sayang nya cinta itu tidak Jeslyn menangkan karena Nathan sudah cinta mati dengan Jihan.


   Hingga pada akhirnya Jeslyn putus asa lalu bunuh diri tepat di hadapan Bruno.Dendam mengakar di hati Bruno karena pada saat itu Bruno rela melepaskan Jeslyn untuk Nathan demi kebahagiaan Jeslyn.


   "Raymon!"


"Saya Tuan..!!"Pria bernama Raymon pun menghadap di depan Bruno.Dia adalah asisten sekaligus tangan kanan Bruno.

__ADS_1


  "Antar aku ke makam!"


Raymon mengangguk lalu mundur selangkah agar Bruno keluar terlebih dahulu barulah Raymon menyusul di belakangnya.Casandra hanya mendesah,setiap kali dia membahas Jeslyn selalu saja akan berakhir dengan dia yang di tinggalkan.Casandra juga tidak punya pilihan selain bertahan,jika dia berusaha kabur dari Bruno maka sudah di pastikan maka dia hanya akan bisa kabur ke akhirat.


  *****


 "Opa,bagaimana keadaan Opa?"Tanya Zaiden yang ngilu melihat lengan Nathan terbalut perban padahal kemarin saat Zaiden melihat darah mengalir dia biasa saja.


 Nathan tersenyum melihat perhatian cucunya padanya"Opa baik baik saja.Jangan khawatir!"Nathan mengusap lembut kepala Zaiden.


   Jihan juga turut tersenyum"Sejak tadi dia terus saja menanyakan keadaan mu!Dia cucu yang hangat!"


  "Oma,boleh Zaiden bicara berdua dengan Opa?"Tanya Zaiden menatap penuh harap pada Jihan.


 Zaiden tersenyum"Ini rahasia pria Oma."


Jihan mendesah kesal.Cucunya bahkan tidak mengajaknya bermain rahasia"Oma kesal,sekarang tidak ada yang mau berbagi rahasia pada Oma!"Jihan mencebikkan bibirnya merajuk.Membuat Nathan dan Zaiden tertawa.Zaiden dengan perlahan mendekati Jihan laku mengecup pipi Oma nya.


  "Nanti kita buat rahasia sendiri!Sekarang tolong tinggalkan kami berdua dulu Oma."

__ADS_1


  Jihan menganga dengan cara Zaiden membujuk nya."Astaga siapa yang mengajari mu mesum begini?"Tanya Jihan tidak percaya.


  "Oma,aku punya tiga Daddy."


Jihan menepuk pelan keningnya sendiri.Benar benar semua yang dilihat Zaiden akan dia ikuti.


 "Sepertinya Oma harus memperingati ketiga Daddy mu itu.Baiklah kalian bicara saja,Oma akan membuatkan mu camilan!"Jihan akhirnya keluar meninggalkan kedua pria beda generasi itu bicara,entah apa tapi terlihat serius.Jihan hanya menggeleng bisa bisa nya mereka seperti itu.


Kini tinggallah Zaiden dan Nathan berdua di kamar.Wajah serius Zaiden membuat Nathan ingin tertawa tetapi itu tidaklah sopan,bagaimana pun dia harus mengajarkan pada cucu pintar nya ini sopan santun."Baiklah sekarang kita hanya tinggal berdua,apa yang ingin kau bicarakan dengan Opa?"Nathan tidak tahu hal serius apa yang membuat cucunya ingin bicara empat mata dengan nya.


"Apa Opa mengenal siapa yang menyerang Daddy kemarin?"Zaiden langsung bertanya tanpa basa basi terlebih dahulu.


Nathan mengeryitkan dahinya,haruskan dia bicarakan ini pada cucunya.Hal yang serius seperti ini seharusnya dia bicarakan dengan putra putranya yang lebih dewasa bukan dengan anak yang belum genap empat tahun bahkan Zaiden masih minum susu.Bagimana cucunya akan mengerti tentang dunia mafia.Nathan memijit pelipisnya dan itu tetap di perhatiakn oleh Zaiden.


"Apa Opa ragu mengatakan hal itu dengan ku?Baiklah aku memang belum genap empat tahun tapi Opa tidak boleh meremehkan ku.Katakan saja apa Opa mengenalnya bahkan jika mereka seorang mafia,aku akan mendengar dengan baik."Benar benar di luar nalar Nathan.Cucunya lebih berbahaya dari Bruno ketua mafia Naga hitam itu sendiri.Sepertinya peringatan Leo tempo hari yang mengatakan jika dia harus berhagi hati tidak ada salah nya.Jangan sampai dia di kuliti oleh cucunua sendiri.


Nathan menghembuskan nafasnya pelan,sambil memikirkan bahasa yang tepat saat bicara dengan Zaiden agar terdengar lebih ringan dan mudah di pahami."Nak,bukan Opa tidak ingin membaginya dengan mu,hanya saja biar masalah ini menjadi urusan Opa dan juga Daddy serta Paman mu.Opa tidak ingin cucu Opa merasa lelah memikirkan hal yang seperti ini.Tenang saja Opa tahu kemampuan mu,jika Opa bituh bantuan maka Opa akan bilang pada Zaiden.Ok!"Entah Zaiden mau menerima atau tidak Nathan tentu tidak ingin membebani kepala kecil cucunya ini.


Zaiden terlihat sedang berpikir sejenak lalu dia pun berkata"Baiklah Opa,tapi begitu Zaiden akan terus memantau dengan cara Zaiden.Zaiden tahu jika orang yang menyerang Daddy kemarin bukanlah lawan yang mudah untuk di tumbangkan.Tapi Zaiden percaya dengan kemampuan Opa,Daddy dan Paman Leo.Seperti yang Opa katakan tadi jika Opa butuh bantuan jangan sungkan mengatakan nya!!"Akhirnya Zaiden pun mau mendengarkan Nathan.Namun Zaiden tètap akan melakukan apa yang ingin dia lakukan.

__ADS_1


Nathan tersenyum"Baiklah,tapi jangan sampai membahayakan dirimu sendiri karena seperti yang kau katakan tadi mereka bukan lawan yang mudah di tumbangkan.Tetap berhati hati dan jika bisa jangan melakukan apapun demi kebaikan kita semua!"Hanya itu yang bisa Nathan katakan,dia juga tidak tahu seberapa hebatnya kemampuan Zaiden dan apa saja yang bisa Zaiden lakukan,tapi melindungi anggota keluarga nya itu adalah tugas nya.


Bersambung...


__ADS_2