Gadis Kecil Milik Tuan CEO

Gadis Kecil Milik Tuan CEO
Bab.137.Apa itu kebetulan


__ADS_3

Hans mempercepat langkah nya saat Max memanggilnya keruangan nya.Entah apa yang membuat Max tidak sabar padahal saat Max memanggil Hans tengah memberi pengarahan secara langsung pada para karyawan nya.


Tokk tokk


"Masuk!"Terdengar suara Max mengijinkan Hans memasuki ruangan nya.


"Ada apa Tuan?"Tanya Hans.


Max menatap Hans yang berdiri tak jauh darinya"Hans hubungi Marcel dan katakan padanya aku ingin bertemu ada sesuatu yang harus aku bicarakan dengan nya!"Kata Max tanpa mengubah ekspresi wajahnya.


Semalaman Max memikirkan tentang Zaiden,anak itu tahu banyak tentang Naga Hitam dan seperti janjinya jika Zaiden mengetahui rahasia yang tidak di ketahui oleh siapa pun bahkan Daddy Nathan.Entah bagaimana cara nya Zaiden bisa mendapatkan informasi itu tapi yang jelas ke khawatiran Max pada keselamatan Zaiden semakin berkali kali lipat.


Hans mengerutkan alisnya bingung"Apa ada masalah Tuan?"Tanya Hans yang tidak mengerti,sejauh yang dia tahu Max tidak punya kontrak kerja sama apapun dengan Marcel.


Max terlihat menarik nafasnya lalu membuang nya.Kaki nya melangkah ke jendela kaca yang menampilkan hiruk pikuk kota satu tangan nya terselip di kantong celana nya."Ini tentang Zaiden,aku tidak bisa menundanya lagi.Kemarin dia menceritakan padaku jika Bruno mempunyai rasahasi besar.Pria itu mempunyai seorang anak yang hidup di luaran.Kau tahu aku tidak ingin Zaiden mendapat masalah dengan mengorek kehidupan Bruno,kita semua tahu bagaimana berbahaya nya Bruno."Kata Max.


Hans tidak dapat menyembunyikan keterkejutan nya mengetahui kejeniusan Zaiden.Terlepas bagai mana dia bisa tahu semua itu."Baiklah,Saya akan membuat menghubungi beliau.Kapan anda ingin bertemu dengan nya?"Tanya Hans ingin memastikan.


Max berbalik"Hari ini juga,segera hubungi dia dan katakan jika kita akan kesana sekarang juga!Max tidak ingin menundanya lebih lama lagi.Dia harus tahu seberapa jeniusnya anak nya dan apa dampak bagi putra nya itu.


Hans mengangguk sebelum meninggalkan ruangan Maxim.Sementara Maxim kembali menatap keluar jendela.


Di rumah Max.


Sejak pagi Zaiden sudah mengajak Mommy nya pergi ketaman.Rasanya anak itu sudah bosan berada di rumah terus sepanjang hari dia ingin bermain seperti anak anak lain nya.


"Ayolah Mom!"Zaiden kembali merengak saat melihat Joya yang tengah membantu Bibi Amber.


Joy a tersenyum dia tidak bisa menolak keinginan putranya itu adalah salah satu kelemahan Joya."Baiklah tapi kita hanya pergi ke taman dekat dengan rumah kita saja,bagaimana apa kau mau?"Tanya Joya yang kini sudah menyamakan tingginya dengan tinggi anak nya.

__ADS_1


Zaiden tersenyum tidak masalah baginya selama bisa keluar"Baik,itu lebih baik dari pada terus terkurung di dalam rumah.Aku bosan Mom!"Jawab Zaiden.


"Apa perlu saya siapkan bodugurad Nyonya?"Tanya bibi Amber.


Joya berbalik melihat wanita yang ada di sebelahnya"Tidak usah bi.Kami tidak jauh dan tidak akan terlalu lama!'Kali ini saja Joya ingin sama seperti orang yang lain begitu juga dengan Zaiden.Bahkan saat tinggal dengan Kakek Mario mereka bisa pergi kemanapun tanpa rasa khawatir sedikitpun.


"Tapi Nyonya Tuan Max akan marah jika Nyonya dan tuan muda tidak membawa bodyguard."Bibi Amber terlihat khawatir,Max sudah memperingatkan padanya untuk mengawasi kemanapun Joya dan Zaiden pergi.


Joya tersenyum dia tahu suaminya memang sangat protektif padanya tapi taman tujuan mereka tidak jauh lagi pula di sana ramai Joya yakin tidak akan terjadi apapun.


"Jangan khawatir.Taman itu ramai tidak akan ada hal buruk yang terjadi..Nanti aku akan menagtakan pada Max!"Joya meraih tangan anak nya lalu membawanya keluar rumah.


."Apa kita akan berjalan?"Tanya Zaiden mendongakkan kepelanya melihat wajah putih cantik Mommy nya.


"Seperti nya berjalan juga seru.Lagi pula taman nya tidak jauhkan?"


Tanpa mereka sadari jika ada seseorang yang sednag mengawasi mereka bahkan beberapa anak buah Joya yang mengawal tanpa sepengatahuan Joya dan Zaiden.


"Dia keluar juga,ini adalah kesempatan ku untuk mendekatinya dan berpura pura menjadi teman nya dengan begitu akan lebih mudah bagiku untuk masuk kedalam keluarganya."Seringaian terlihat jelas di wajah Bruno.Bahkan saking niat nya Bruno sampai membeli rumah di sekitaran rumah Maxim agar lebih mudah mengawasi Zaiden.


Joya dan Zaiden telah sampai di taman yang ramai dengan anak anak dan orang dewasa.Mungkin mereka para orang tua yang menemani anaknya bermain.


"Aduhh..!"


Sebuah suara membuat Joya dan Zaiden langsung menoleh.Terlihat seorang pria seumuran dengan Opa Nathan tengah terduduk di rumput seraya memegangi kakinya.Wajah ptia itu meringis menahan sakit.


"Opa kau baik baik saja?"Zaiden sudah lebih dahulu mendekati pria asing itu.Padahal tadinya Joya ingin memperingati Zaiden untuk tetap hati hati.


Pria yang tak lain adalah Bruno itu tersenyum,menampilkan deretan gigi putihnya"Anak baik,kaki opa sepertinya terkilir ini sakit."Jawab Bruno yang merasa geli dengan sebutan opa yang Zaiden berikan padanya.

__ADS_1


"Ada apa Tuan?"Kali ini Joya yang menyakan keadaan pria itu.Dia tidak mungkin membiarkan anak nya dekat dengan orang asing.


"Oh,aku kurang hati hati hingga jatuh.Mungkin kaki ku terkilir!"Jawab Bruno berusaha berdiri.


"Ayo aku bantu!"Zaiden langsung merengkuh tangan Bruno.Sifat welas asih Zaiden membuat Joya senang namun tidak mengurangi rada khawatirnya.


"Terimakasih maaf merepotkan!"Kata Bruno.Zaiden memperhatikan mata kaki pria itu yang memang membiru.Tubuh kecilnya tidak akan bisa menampung berat badan pria dewasa itu namun kali ini Joya juga ikut membantu.


"Duduk lah disini.Aku akan membeli air untuk mu!"Joya membantu Bruno duduk di bangku taman lalu bergegas ingin membeli air minum untuk Bruno namun langkah nya terhenti.


"Sayang apa kau tidak apa apa jika Mommy tinggal sebentar?"Tanya Joya khawatir.Dia menatap Zaiden dan pria asing itu bergantian.


Zaiden tersenyum lalu menggeleng"Tidak apa apa Mom.Pergilah!!"Zaiden meyakinkan Mommy nya jika dia akan baik baik saja apalagi saat Zaiden menatap ke samping ada beberapa orang yang sedang mengawasi mereka,senyum Zaiden terlihat meski samar.'Daddy memang luar biasa'Kata Zaiden hanya dalam hati.


Joya pun meninggalkan Zaiden bersama.pria asing itu.Andai tadi dia menerima usulan Bibi Amber untuk mmebawa beberap Bodyguard mungkin saat ini dia tidak harus meninggalkan Zaiden bersama pria asing.


"Siapa nama mu Nak?"Tanya Bruno membuka pembicaraan.Dia bersikap senatural mungkin karena tujuan nya saat ini adalah untuk menjadi trman Zaiden.


"Zaiden dan Opa siapa nama opa?"


"Bruno..!"Jawab Bruno singkat.


Zaiden tersenyum dan Bruno memperhatikan senyum Zaiden yang terlihat aneh,tapi Bruno tidak terlalu menanggapinya"Kenapa kau memanggil ku Opa,biasa nya ornag akan menyebut Tuan saat pertemuan pertama?"


Zaiden tersenyum"Kau seusia opaku dan aku menganggap jika kau adalah sahabat opaku!"Jawab Zaiden mengalihkan pandangan nya lurus,melihat anak anak yang tengah bermain.


"Hah..?"Bruno melihat ekspresi santai bocah di sebelahnya.Kenapa dia bisa langsung menebak dengan tepat seperti itu.'Apa itu kebetulan?'


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2