
Tiba tiba terdengar suara ledakan yang begitu hebat dari belakang.Max dan Joya sangat kaget hingga mobil yang di kendari Max nyaris menbarak bahu jalan.
"Ada apa?"Joya terlihat khawatir,Wajah nya yang tadi nya sudah mulai membaik kini terlihat lebih pucat dari tadi.
"Ada yang ingin bermain main.Jangan khawatir sayang!"Max menenangkan Joya yang terlihat semakin gemetar.Max bersikap setenang mungkin agar Joya tidak semakin panik namun tetap saja Joya takut.
Max kembali melajukan mobilnya,dia tidak bisa berhenti sekarang."Sayang,segera hubungi Daddy!Katakan jika kita sedang dalam masalah!"Max melihat salah satu mobil anak buah nya yang hancur sementara mobil lain juga tak kalaj baik karena ikut terlempar akibat ledakan yang terjadi.
Dengan tangan yang gemetar dan tubuh yang meringkuk Joya meraih ponselnya dari dalam tasnya.Lalu segera menekan nama Daddy Nathan disana.
"Hallo..!"Jawab Nathan yang masih berada di rumah.
"Dad,tolong kami seseorang meledakkan mobil salah satu bodyguard.Kami sedang berada di jalan menuju ke makam!"
"Apa..?"Nathan terkejut mendengarnya.Sementara yang lain tak kalah panik saat mendengar terikan Nathan pasti terjadi sesuatu.
"Ada apa Opa?"Tanya Zaiden penasaran.
"Tidak ada apa apa.Kau naiklah ke kamar mu bersama Oma dan batalkan rencana hari ini ya,Opa akan pergi bersama dengan Paman Leo!"Kalimat tanpa jeda serta wajah pias dan mata yang memberi kode pada Oma nya membuat Zaiden memikirkan sesuatu dan pasti terjadi sesuatu yang Opanya tidak inginh dia tahu.
"Hemm baiklah!Zaisen akan ke kamar dulu!"Zaiden turun dari kursi nya lalu berjalan menaiki tangga menuju ke kamar nya.Dia akan memeriksanya sendiri jika Opa nya tidak mau mengatakan apapun.
"Apa yang terjadi?"Jihan tak bisa menahan dirinya,itu sebabnya saat Zaiden sudah pasti masuk ke dalam kamar nya Jihan langsung menanyakan nya.
"Max diserang,seseorang sudah meledakkan mobil salah satu bodyguard Max.Sekarang kita harus segera membantunya!Leo kau ikut Daddy dan hubungi anak buah kita,mereka masih berada di jalan menuju ke pemakaman dan minta Thomas memantau terus pergerakan Max jangan sampai kita kehilangan jejak!"
Jihan menutup mulut nya,baru beberapa hari yang lalu Max dan Joya bertemu,kenapa sudah ada kejadian seperti ini.
"Jangan keluar,situasi tidak aman di luar.Jagalah Zaiden jangan sampai dia mengetahui masalah ini!"
Leo gidak yakin jika Zaiden tidak mengetahuinya dikihat dsri sikap nya tadi tentu anak itu sedang menaruh curiga pada Daddy nya.
"Opa..Daddy berada di jalan xxx dan sekarang ada beberapa mobil yang sedang mengejar mereka.Cepat beri bantuan sebelum Daddy tertangkap!"Pekikan Zaiden terdengar nyaring Wajah bocah itu terlihat pucat,di tangan nya sudah ada laptop kesayangan nya hadiah dari seseorang yang katanya adalah teman.
Baik Nathan atau pun Jihan menganga tidak oercaya dengan apa yang baru saja di dengarnya .Tidak seperti Leo yang sudah tahu kepintaran keponakan nya itu.
__ADS_1
"Opa,jangan melamun cepatlah kondisi Daddy terjepit!"Zaiden terus mengamati laptopnya dan jari jafi kecilnya terus bergerak entah apa yang sednag di lakukan nya.
"Dad ayo!Kau bocah terus hubungi kami jika kau mendapat informasi baru!!"Kali ini Leo yang bersuara dengan anggukan Nathan mereka berdua langsung melesat menuju ke posisi Maxim.
"Oma,aku akan ke kamar dan maaf jangan ganggu aku!"Seperti seorang bos besar kali ini Zaiden tidak ingin di gangu oleh siapapun dan Jihan hanya mengangguk pasrah saat bocah iti kembali ke kamarnya dengan mata yang terus fokus ke layar laptopnya.
Di mobil Nathan duduk di sebelah kemudi sementara Leo yapng mengoprasikan kuda besi itu,menatap jalanan luris dengan fokus penuh.
"Anak itu,apa yang terjadi?"Tanya Nathan yang penasaran dengan apa yang Zaiden katakan.
"Kau punya cucu jenius Dad,bersyukurlah tapi tetap hati hati karena bisa saja bocah itu mengulitimu suatu saat nanti."Kata Leo sambil tersenyum.
"Kau ini,tidak bisakah bicara sedikit serius?Dalam keadaan seperti ini kau justru membuat lelucon yang tidak lucu."Omel Nathan.
"Dia hebat,kita hanya harus mengarahkan nya agar kemampuan nya semakin meningkat dan menjadikan nya seorang bos yang tak terkalahkan!"
Deerrtt Derrttt
Ponsel Leo bergetar di saku nya.
"Jangan membicarakan ku seperti itu fokuslah Paman!!Kalian sudah sangat dekat dengan Daddy tapi tetap hati hati mereka sangat banyak."
Jangankah Nathan,Leo saja sampai tidak percaya dengan apa yang di denganr nya.Anak itu mendengar apa yang mereka bicarakan.
"Baik!"Jawab Leo.Mulai serius tapi justru menerbitkan sebuah senyuman di bibir Nathan.
"Ada apa?"Tanya Leo bingung..
"Sadarkah kau jika baru saja kau berada di bawah kendali bocah yang bahkan usianya saja belum genap empat tahun?"Ejek Nathan pada Leo.
"Aisshh ...!!
"Hahaha...Sudah lah fokus.Dimana anak buah kita?Jangan sampa Joya terluka.!"
Nathan mengeluarkan senjatanya begitu juga dengan Leo.Mereka fokus pada keramaian di depan dan dengan kecepatan serta konsentrasi penuh.
__ADS_1
Dorr...
Dorr....
Dorrr
Nathan berhasil melumpuhkan beberapa orang begitu juga dengan Leo.Terlihat Max sedang bersembunyi di balik mobilnya bersama Joya yang terlihat menunduk serta menutup telinganya.
Suara tembakan terdengar ramai,anak buah Nathan yang tiba pun langsung mmebantu.
Dorrr
Akhhh
"Daddy..!!"
"Jangan berhenti!Sebentar lagi mereka pasti akan habis!Ini hanya luka kecil cepat selamatkan mereka."Leo tak punya waktu untuk terus mengkhawatirkan Daddy nya yang terluka di bagian lengan kanan nya.Mungkin tidak terlalu mengkhawatirkan karena tidak di tempat vital.
Leo kembali memfokuskan bidikan nya seraya memegang kemudi hingga bidikan tepat mengenai seseornag yang hampir menembak Max dari arah belakang.
Brukk
Max dan Joya terkejut,mereka tidak menyadari jika di belakang mereka ada musuh yang hampir saja mengarahkan senjatanya pada mereka.
Dengan bantuan anak buah nya,tak lama para penyerang pun berhasil di lumpuhkan.Nathan memeriksa tubuh para korban nya terdapat tato naga hitam disana dan mengertilah dia siapa yang berniat bermain main.Ini bukan penyerangan serius karena jika naga hitam serius ingin menghabisi maka mereka akan main sangat rapi tapi penyerangan mereka terkesan berantakan sekali.
"Ayo kita pulang!"Nathan mengajak anak anak nya untuk pulang dan biarkan anak buah nya yang membereskan semua bekasnya.
"Tangan Daddy terluka!"Ucap Joya.
Nathan melihat tangan nya sebentar lalu tersenyum"Jangan khawatir,ini luka kecil.Sekarnag ayo kita pulang banyak yang mengganggu pikiran Daddy!"
"Baiklah.!'
Max dan Joya hanya berpikir jika Daddy nya kelah dan pasti butuh istirahat padahal Nathan sedang memikirkan Zaiden dan ahlian nya.
__ADS_1
Bersambung..