
Gea menatap wajahnya di cermin,wanita satu anak itu terlihat murung setelah acara makan malam tadi.Wajah pria itu sangat mirip dengan wajah pria yang selalu muncul dalam mimpinya dan jika dilihat dengan teliti garis wajah putra nya sama dengan garis wajah pria itu.
"Akhhhh....!"Gea memukul kepalanya beberapa kali,dirinya berharap dengan begitu dia bisa mengingat siapa ayah dari putra nya yang malang.
"Kenapa Tuhan?Kenapa kau tidak membiarkan ku mengingat semua nya,ini sudah sangat lama setelah kecelakaan itu.Apakah masa lalu ku begiti menyakitkan hingga kau tidak ingin aku mengingatnya??"Gea menangis,wajah cantik nya dia sembunyikan di atas meja riasnya.Bahu gadis itu bergetar seiring dengan tangisan nya yang kian tak terbendung.
Klekk
"Astaga sayang,apa yang terjadi?"Georg yang tadinya ingin melihat Zaiden mengurungkan niat nya saat mendengar suara isakan dari kamar Gea.Dia yang panik langsung membuka pintu dan mendapati Gea yang memang sedang menangis itu.
"Huaa...Kakak.Kenapa aku tidak bisa mengingat nya kak.Wa..jah..wajah..pria itu hikss sama kak.Mereka sama.."Isakan Gea begitu menyayt hati Georg,sudah empat tahun tentu itu bukan sebentar.
Bugghh bugghh
"Hentikan,jangan lakukan itu!!"Cegah Georg saat Gea kembali memukul kepalanya berulang kali.Melihat airmata yang terus menetes membasahi pipi Gea hati Georg merasakan perih yang sangat dalam.
"Tenanglah dulu.Kita bicara pelan pelan dan katakan pada kakak apa yang kau lihat dengan wajah itu!!"Georg menghapus airmata Gea lalu membawanya duduk di ranjang.
"Setiap malam aku selalu bermimpi melihat wajah yang sama dengan wajah tuan Maxim.Aku tidak tahu saat melihat nya tadi,aku merasa mengenalnya tapi aku tidak mengingat nya!"Kata Gea menjelaskan pada Georg.
Georg tampak sedang memikirkan sesuatu"Baiklah kalau begitu,kakak akan menyelidiki siapa sebenarnya Tuan Maxim itu tapi kamu juga harus janji jangan menyakiti dirimu sendiri!!Jika terjadi sesuatu padamu maka kakak tidak bisa memaafkan diri kakak sendiri!!"Georg memeluk Gea dengan hangat.Gea pun merasakan kasih sayang kakak nya yang tulus itu.
__ADS_1
\*\*\*\*\*
Seorang pria tampak tergesa gesa turun dari pesawat.Wajah tampan pria itu memukau para wanita yang kebetulan berpaspasan dengan nya dan tidak seidkit yang mencuri pandang bahkan mencuri foto pada pria itu.
"Hai,aku sudah di bandara.Kenapa kau lama sekali??"Pria itu tampak kesal sudah menunggu beberapa menit tapi orang yang hafusnya datang menjemput justru belum terlihat batang hidung nya.
"Dasar Georg brengsek.Aku akan mencincangnya jika saja dia bukan kakak kesayangan Gea!!"Omel Marcel yang sejak tadi gelisah menunggu kedatangan Georg.Pria itu molor janji jika dengan orang lain hanya dengan Gea dan Zaiden saja Georg bisa tepat waktu.
"Daddy....!!"Pekik suara Zaiden menerbangkan kekesalan Marcel pada Georg sedikit.
"Daddy lama menunggu??Maaf tadi jalanan macet,jadi Daddy Georg sangat kesulitan!!"Zaiden memberi alasan,memang jalanan macet namun jika Georg lebih cepat menjemput maka pasti dia bisa tiba tepat waktu.
Marcel menatap tajam Georg lalu beralih pada Zaiden"Tidak,Daddy baru menunggu beberap menit saja.Emm dimana Mommy apa dia tidak ikut??"Tanya Marcel melihat kesekitar tapi tidak melihat sosok Gea.
Zaiden menggeleng"Mommy tidak ikut,dia sedang tidak enak badan.Seperti nya Mommy sakit."Sejak makan malam itu Gea memang sedikit demam,entah kenapa tubuh nya sangat lemah sekali.
"Benarkah,kalau begitu ayo kita pulang agar Daddy bisa mengobati Mommy!"Marcel menggendong Zaiden dan mendorong kopernya pada Georg yang langsung melotot.
"Hei...!"
__ADS_1
"Aku tahu kau sengaja!!'Marcel memotong ucapan Georg yang akan melakukan protes.
Dengan kesal Georg menarik koper Marcel dan mengikuti mereka menuju parkiran agar bisa segra sampai di rumah.
Hanya beberapa menit mereka sudah sampai.Marcel langsung meminta Zaiden mengantarnya ke kamar Gea,tentu dengan senang hati Zaiden mengantar Daddy nya menemui Mommy nya yang sedang sakit itu.
Saat masuk Marcel melihat sosok Gea yang sedang terbaring dengan mata yang masih tertutup,mungkin sedang tidur hingga Marcel berjalan dengan perlahan agar tidak mengganggu tidur Gea.
"Kau sudah datang?"Tanya Gea membuka matanya.
Marcel tersenyum canggung lalu menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal"Padahal aku sudha sangat pelan,tapi kau bisa merasakan nya juga."Marcel mendekat lalu memriksa suhu panas di kening Gea dengan punggung tangan nya.
"Kenapa kau bisa sakit hemm.Apa kau sangat merindukan ku??"Marcel dengan ke narsisan dan kepedean nya pun membuat Gea tersenyum.
"Cihh jangan terlalu percaya diri kawan.Bukan kau yang dirindukan nya tapi pria lain yang baru saja di temui nya."Ejek Georg menghancurkan harapan Marcel.
Marcel mengerutkan alisnya"Pria,apa kau menduakan ku lagi.Sayang??"Marcel menatap Gea.Hatinya sedikit terganggu dengan ucapan Georg barusan.
Gea tersenyum"Kakak hanya menggoda mu.Istirahatlah kau pasti lelah setelah perjalanan panjang!Setelah tubuh ku lebih baik,aku akan menemanimu makan malam!"Gea tahu apa yang di rasakan Marcel tapi perasaan tidak bisa di paksakan.Semakin Gea mencoba justru perasaan itu semakin hilang.
Bersambung..
__ADS_1