Gadis Kecil Milik Tuan CEO

Gadis Kecil Milik Tuan CEO
Bab 47.Tamu tak di undang.


__ADS_3

Pagi ini suasana sangat tenang di kediaman Maxim sepertinya di akhir pekan ini dia tidak punya kegiatan apapun dan memutuskan untuk bersantai di rumah hal yang sangat jarang sekali Max lakukan.


''Habiskan makanan mu!''Kata Max pada Joya yang terlihat enggan sarapan.


''Apa kau tidak menyukainya?Jika iya,kau bisa minta di buatkan yang lain!''Kata Max lagi.


''Emm tidak.Aku suka tidak perlu memasak yang lain.''Joya cukup tahi diri dan tidak ingin manja.


''Selamat pagi Tuan,Nona.''Sapa Hans yang entah ada urusan apa hingga masih pagi dia sudah sampai di kediaman Max.


''Pagi Hans.''


''Pagi Om.'''


Max menatap Joya dengan senyum samar di bibir nya rasanya dia senang mendengar Joya memanggil Hans dengan sebutan om,itu artinya Hans terlihat tua di mata Joya.


Sementara Hans hanya menghela nafasnya saja ,lagi lagi Joya memanggilnya Om.


''Sarapan dulu Hans!''


''Terimakasih tuan,tapi saya sudah sarapan sebelum datang kemari.''Jawab Hans


''Pergilah ke ruang kerja ku,aku akan segera menyusul!''


Hans menundukkan kepalanya dua kali memberi hormat pada Max dan Joya yang canggung karena Hans terlalu formal padanya.Hans meninggalkan Max dan Joya ada hal mendesak yang ingin dia sampaikan pada Max.


''Kau habiskan makanan mu,aku akan menyusul Hans.''Max mengecup puncak kepala Joya membuat Joya kembali tegang dan pipinya bersemu merah entah kenapa akhir akhir ini Max sering mengecup pipi atau puncak kepalanya.


Max menutup pintu ruang kerja nya lalu berjalan ke arah Hans yang masih berdiri menunggunya.


''Bagaimana?''Tanya Max.


''Ini tuan,sekarang perusahaan dan juga rumah milik Nyonya Miranda sudah beralih pada kekasih nya Tuan Briyan.Ternyata selama ini Tuan Briyan hanya memanfaatkan nya saja setelah semua jatuh ke tangan nya Tuan Briyan mengusir Nyonya Miranda dari perusahaan dan juga rumah nya.''Kata Hans menjelaskan.

__ADS_1


Max menganggukkan kepalanya''Kemana dia sekarang?''Tanya Max lagi.


''Menurut informasi yang saya dapatkan Nyinya Miranda kembali ke rumah lama orang tuanya karena dia tidak memiliki siapapun lagi.''Lanjut Hans.


''Hemm,karma itu nyata.Dengan mudah nya dia menjual anak nya sendiri tapi sekarang lihatlah dia terbuang oleh orang yang sangat dia cintai.Hans pastikan tidak ada yang mengganggu dia.Aku tidak ingin melihat nya bersedih!''


Hans mengerutkan alisnya lalu mengangguk''Baik Tuan.!''


''Lalu apa kau mendapat informasi tentang siapa papanya?''


''Maaf tuan,saya belum memdapatkan informasi apapun.Tapi saya akan berusaha lebih maksimal lagi!''


''Ya...''


Max menghentikan ucapan nya ketika mendengar pintu ruangan nya di ketuk seseorang dari luar,entah siapa yang mengganggunya.


''Maaf Tuan.!''Pak Jo menundukkan kepalanya merasa bersalah apalagi terlihat tatapan Max yang tidak senang.


''Di bawah,ada Nyonya Bianca dan Nona Rebeca!''Jawab Pak Jo masih dengan keoala menunduk.


Max memijit pelipisnya,entah lah apa yang saat ini Max pikirkan hingga membuat nya merasa pusing.


''Tuan akan segera turun!''Hans mewakili Max.


''Aku merasa akan banyak masalah Hans!''Ucap Max setelah pak Jo keluar dari ruangan nya.


''Sebaiknya anda segera turun sebelum mereka mengganggu Nona Joya Tuan.Saya yakin Nona Joya tidak akan bernafas dengan mudah!''


Mata Max menatap Hans tidak senang tetapi apa yang dikatakan Hans juga tidak salah,apalagi mereka tahu jika pernikahan nya dan Joya hanya sebuah kontrak.


Max melangkah lebar rasanya tidak rela jika Hoya mendapat masalah sekalipun dari mamanya sendiri.


Benar saja saat kaki Max menapaki tangga terakhir dia melihat Joya tengah memegang nampan dan di atasnya ada minuman dan juga cemilan,Max yakin ini adalah ulah Mama nya dan juga Rebeca.

__ADS_1


''Apa yang kau lakukan?''Kata Max mendekati Joya dan mengambil nampan yang ada di tangan nya dan melemparkan nya kelantai hingga membuat semua orang yang ada di sana terperanjat kaget dan dengan jarak yang dekat Max dapat melihat jika mata Joya memerah sepertinya dia baru saja menangis.


''Max apa apaan ini,kenapa kau membuang nya?''Tentu saja Nyonya Bianca tidak senang dengan sikap Max yang jelas menunjukkan jika dia tidak suka melihat Joya bekerja.


''Dia istriku bukan pelayan,di rumah ini aku tidak kekurangan pelayan jadi tidak perlu sampai istriku yang turun tangan jika hanya ingin minum.''Jawab Max.


Mata Bianca dan Rebeca membola,mereka tidak pernah menyangka jika Max akan berkata kasar pada Mama nya sendiri.


''Max,kau ingat berbicara dengan siapa?Dia mamamu Max,oh aku tahu ini pasti pengaruh buruk dari istrimu inikan?''Kali ini Rebeca yang bicara tetapi semakin menyulut amarah Max.


''Kau jangan ikut campur!''Jawab Max singkat tapi menunjukkan jika dia sangat tidak suka dengan ucapan Rebeca.


Joya merasa bingung apa yang harus dengan dia lakukan,perasaan nya kini campur aduk sekilas dia menatap Hans berharap Hans bisa menjelaskan sesuatu tapi sepertinya tidak karena Hans kini sibuk dengan tatapan nya yang fokus pada Max.


Joya juga melihat ke arah Max yang matanya terlihat memerah,rahang nya mengeras tanda nya dia sedang sangat marah saat ini.Ingin menenangkan nya tapi Joya sendiri juga takut pada Max jadilah Joya kembali menundukkan kepalanya.



''Lihatlah baru beberapa pekan kau menikah dengan nya tapi kau tega menyakiti mama mu sendiri Max?Kau menjadi anak durhaka,apa kau mencintainya?''Tanya Nyonya Bianca dengan wajah yang terlihat sangat sedih padahal sesungguhnya dia juga sangat marah pada Max dan Joya hanya saja harta yang seharusnya mereka harapkan belum juga mereka dapatkan.


Max terlihat gusar mendengar pertanyaan mamanya,entah bagaimana perasaan nya saat ini pada Joya tapi yang jelas dia ingin melindungi Joya dari siapapun termasuk mama nya.


''Tidak perlu membahas ini,aku hanya tidak ingin istriku di jadikan layaknya pelayan di rumah nya sendiri.''Sanggah Max.


''Ada apa mama datang?''Tanya Max tanpa menghiraukan Rebeca yang sejak tadi menatap nya.


''Aku dan Beca akan menginap disini!''


Max menghembuskan nafasnya kasar''Terserah mama selama tidak mengganggu istriku,jika itu terjadi maka aku akan meminta mama meninggalkan rumah ini!''Max menggamit tangan Joya lalu membawanya menuju ke kamar tidak mungkin dia meninggalkan istrinya disana.


''Max...!''


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2