Gadis Kecil Milik Tuan CEO

Gadis Kecil Milik Tuan CEO
Bab 36.Menjaga mu


__ADS_3

''Kau kenapa sayang?''Tanya kakek Marco yang ternyata sejak tadi mengamati wajah Joya yang murung dan terlihat tidak bahagia.


Semua mata keluarga Anderson mengarah pada Joya tidak terkecuali Leo yang memang akan terus memastikan jika Joya baik baik saja dan bersumpah akan merebut Joya dari saudaranya jika ternyata Joya tidak bahagia.


''Apa kau sakit?''Tanya kakek Marco lagi.


''Emm....''


''Dia hanya kelelahan kek.Aku akan membawanya beristirahat!''Potong Max sebelum Joya menjawab.


Kakek melihat Joya sekali lagi wajah nya memang terlihat sedikit pucat.


''Baiklah bawa dia istirahat,biar tamu kakek dan yang lain yang menemani!Sayang istirahat ya!''Kata Kakek Joya.


Joya mengangguk dan berjalan beriringan dengan Max yang telah memeluk bahunya.


''Saya permisi semuanya!''Lirih Joya menundukkan kepalanya.


''Iya sayang istirahatlah,kau pasti sangat lelah!''Jawab Nyonya Jihan penuh kasih.


Sementara Nyonya Bianca menyusul Max dan Joya ke kamar pengantin mereka dan memastikan apa yang sebenar nya terjadi pada gadis yang dia bayar dan sekarang telah berganti status menjadi istri sah Maxim Anderson putra nya.


''Max ada apa ini?''tanya Nyonya Bianca tanpa basi basi.

__ADS_1


Max menghembuskan nafas nya pelan sementara Joya merasa tidak enak hati,padahal hati nya saat ini sedang gelisah dan memang tidak merasa bahagia setelah bertemu dengan mamanya.


''Kita bicara di tempat lain saja dan biarkan Joya istirahat!''Ajak Max meninggalkan Joya yang sekarang sedang berbaring di ranjang pengantin mereka.


Bianka tidak punya pilihan,dia mengikuti Max yang sudah berjalan terlebih dahulu ke balkon.


''Tidak ada apa apa ma.Dia hanya lelah dan butuh istirahat dan biarkan dia istirahat jangan mengganggunya!''Kata Max sebelum Mama nya mengatakan sesuatu.


Bianca tersenyum sinis di belakang Max.''Kau bicara seperti itu pada mamamu?Aku tidak mengganggunya,aku hanya bertanya dia kenapa?Ingat Max tujuan awal kita membawa nya ke rumah ini!Bukan untuk di jadikan ratu tetapi untuk di jadikan alat agar kita mudah mendapat kan tujuan kita Max.''Jelas Bianca yang sudah mulai muak menghadapi Max yang terkadang membantah dirinya.


''Tujuan mama bukan aku!Bahkan aku sendiri mama jadikan alat agar mendapatkan semua tujuan mama itu.Sudah ma,biarkan kami istirahat!Aku tidak ingin ucapan ku menyakiti hati mama.''Max menutup matanya jika saja Bianca bukan mamanya maka pasti Max akan mengatakan semua yang ada dalam hatinya,tetapi Bianca adalah mamanya tidak mungkin dia menyakiti wanita yang sudah berjuang membesarkan nya sendiri sejak papanya meninggal.


Bianca mendengus apa yang Max ucapkan barusan telah membuat hatinya terluka tetapi bukan saat nya bagi Bianca untuk marah pada Max dia akan menahan nya sebentar lagi sampai semua harta jatuh ke tangan nya,barulah dia akan mengungkap semua nya.


Max memghembuskan nafas nya kasar,memukul udara kosong dan mengacak acak rambut nya.Dirinya sudah dewasa dan tahu jika apa yang mamanya katakan adalah sebuah tekanan untuk nya tetapi dia tidak bisa menolak karena wanita itu adalah mamanya.


Bianca menutup pintu kamar Max dengan sedikit keras sebagai bentuk jika saat ini hati nya sedang marah,Joya yang sedang menutup matanya sampai terkejut begitu juga dengan Max yabg langsung menoleh pada Joya yang membuka matanya lebar.


''Tidurlah,jangan hiraukan itu sudah hal biasa jika mama kesal!''Ucap Max menatap Joya.


Joya hanya mengangguk dan memejamkan matanya kembali tanpa banyak bertanya karena saat ini kepalanya terasa pusing dan dia sangat lelah seharian harus berdiri menyambut tamu Max.


Max duduk menatap keluar jendela,dirinya kembali mengingat saat bagaimana papa nya meninggal di hadapan nya entah apa yang coba papa nya sampaikan saat itu.

__ADS_1


''Tuan butuh sesuatu?''Tanya Joya yang ternyata sudah berada di sebelah nya dan sudah mengganti gaun nya dengan pakaian yang tersedia di lemari.


''Tidak,kenapa kau tidak istirahat?Aku sudah memintamu untuk istirahat!''Tanya Max menghembuskan asap rokok nya ke udara.


''Tidak,aku tidak bisa tidur lagi.''Jawab Joya sembari menempatkan bokong nya di kursi.


''Pasti kau terkejutkan?''


''Ya,tapi tidak apa aku sudah biasa.''


Mereka kembali terdiam dan menatap bintang yang bertebaran di langit tenggelam dalam pikiran mereka masing masing.


''Apa kau puas melihat mamamu tadi?''Tanya Max setelah sekian menit mereka berdua hanya diam.


Joya menatap Max mata indah nya sangat menghipnotis Max yang juga menatap nya''Entahlah antara puas dan tidak.Selama ini aku selalu melihat dia menang tapi saat ini dia sangat tertekan aku tahu pasti mereka akan membalas ku lain kali.''Jawab Joya yang tampak dari ekspresinya sangat tenang.


''Ada aku,mereka tidak akan bisa mengganggumu jangan khawatir!Sebelum mereka bisa menyentuhmu anak buah ku akan mematahkan tangan mereka!''UcapMax bersungguh sungguh.


Joya tersenyum tipis cahaya lampu dan kerlipan bintang membuat wajah Joya beribu kali lipat sangat mempesona, jika saja Max tidak ingat jika mereka hanya menikah kontrak pasti Max akan membawa nya ke ranjang dan ******* nya habis.


''Aku percaya.Tapi tuan hanya bisa menjaga ku sampai semua yang tuan harapkan sudah tuan dapatkan setelah itu maka tidak akan ada lagi yang menghalangi mereka untuk menyakitiku.Semoga jika saat itu tiba aku sudah menjadi kuat.


Max terdiam mendengar ucapan Joya.Tapi jauh di dalam hatinya dia sangat enggan melepaskan Joya walau saat kontrak itu berakhir.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2