Gadis Kecil Milik Tuan CEO

Gadis Kecil Milik Tuan CEO
Bab 97.Bertemu


__ADS_3

Max meninggalkan mansion Anderson tapi bukan kantor tujuan nya,rasanya dia masih belum puas mencari keberadaan Joya istrinya.


"Sebaiknya aku kembali ketempat kecelakaan itu!!"Gumam Maxim di dalam mobil nya.Dengan mata tajam di balik kaca mata hitam nya Max teru menatap jalanan lurus di depan nya.


Tak lama Max tiba di tempat dimana dirinya dan Joya kecelakaan ,tangan Max tanpa sadar meremas stir mobil nya andai waktu itu dia tidak mengajak Joya pulang dan andai saat itu mereka tidak datang ke Mansion dan andai andai lain nya yang tidak mungkin akan terulang.


Maxim keluar dari mobil nya dia menatap ke bawah,jurang yang dalam yang hampir merenggut nyawa nya memang sangat mustahil mereka bisa selamat tapi kenyataan nya seperti itu.Memindai semua area Max berharap bisa menemukan sesuatu yang bisa memberikan dia pentunjuk dimana keberadaan Joya.Dalam hatinya yakin jika istrinya itu selamat karena tidak di temukan mayat atau tanda tanda binatang buas.


Hufffhhh


Maxim menghembuskan nafasnya.


Dia berbalik,ingin meninggalakan lokasi tapi matanya melihat sosok seorang wanita yang kini juga sedang menatap nya dengan gemetar,wanita itu memang sering datang kesana walau hanya diam dan tak melakukan apa apa.


"Berhenti ...!!'Max langsung mengejar wanita yang kini sudha mempercepat langkah nya menuju mobil berniat kabur dengan mobilnya.


"Oh shitt..!!"Max menggeram,wanita itu berusaha lari dan beruntung dia bisa segera masuk ke dalam mobilnya lalu melaju sebelum Max mencapainya.


Max memukul keras angin kemudian berlari ke mobilnya dan mengejar wanita itu.Sedikit saja peluang untuk mengetahui tentang Joya maka Max tidak akan mau kehilangan nya.


Kejar kejaran di jalanan lengang terjadi wanita itu berkeringat dingin berkali kali menatap spion mobil nya dan memastikan pengejarnya jauh tertinggal namun bukan Maxim namanya jika akan melepaskan buruan nya begitu saja.

__ADS_1


Ckiittt...


Suara ban beradu dengan aspal jalanan memekakkan telinga,Max berhasil menyalip mobil wanita yang sempat kabur itu.Dengan langkah lebar dan aura gelap Max menggedor pintu mobil Miranda,ya Wanita yang berada di dalam mobil itu adalah Miranda.


"Keluar atau ku pecahkan kaca mobil mu!!!"Bentak Max.


Tak ada pilihan lain bagi Miranda selain menuriti permintaan Maxim.Dengan tubuh gemetar dia membuka pintu mobil nya dan menatap dengam berani Maxim walau dalam hatinya bergetar takut.


"Apa yang kau lakukan disana!!"Tanya Max tanpa basa basi.Hubungan Joya dan mama nya tidaklah baik jadi bisa saja siapa pun punya alasan untuk mencelakai Joya.


Miranda tersenyum miring"Huh..Kau pikir apa haa..Aku Mamanya,apa salah jika aku datang ke tempat itu?"Jawab Miranda acuh tanpa melihat wajah Max.


"Dengar baik baik tuan Maxim yang terhormat!!Jika aku memang ingin membunuhnya itu bisa ku lakukan sejak dulu sebelum ada orang hebat seperti kau berada di belakang nya dan asal kau ingat aku punya kesempatan selama dua puluh tahun untuk melakukan itu!!"Kali ini Miranda tidak terlihat takut sama sekali,dia menantang Max lewat matanya.


Miranda berpikir dia memang jahat tapi setelah mendengar berita tentang Joya yang kecelakaan hati kecil wanita itu tetap merasa kehilangan,bagaimana pun dia tetap melihat tumbuh kembang Joya meski tak terlalu memperhatikan nya.


Max semakin menyipitkan mata nya,menelisik kebohongan di mata Miranda dan sepertinya apa yang di katakan Miranda sepertinya memang benar."Kali ini aku akan percaya pada mu tapi jika penyelidikan ku mengarah padamu maka kau akan menerima hadiah dari ku!!"Max membenarkan kaca matanya lalu kembali ke mobilnya kemudian berlalu meninggalkan Miranda yang menghembuskan nafasnya lega.Bertemu dan berbicara dengan Maxim membuat nya sangat tegang dan frustasi.


Miranda kemudian masuk ke dalam mobilnya dan melajukan nya dengan kecepatan sedang menuju tempat janji bertemu dengan pengacara serta seorang kepercayaan nya dari perusahaan yang sudha di ambil alih Bryan.Tujuan nya untuk mencari cara agar bisa mengambil alih kembali perusahaan yang sudah dia bangun selama ini.


"Aku hampir terlambat karena pria arogan itu!!"Gumam Miranda mengendalikan laju mobilnya.

__ADS_1


Max akhirnya memutuskan untuk pergi ke akntor,sudah lama dia tidak masuk ke kantor walau pekerjaan nya berjalan dengan baik karena adanya Hans yang bisa di percaya.


"Selamat datang Tuan!"Sapa seorang karyawan yang kebetulan melihat Max.


Tidak ada jawaban atau anggukan hanya wajah datar tanpa ekspresi yang di tampilkan Maxim namun begitu karyawan tersebut tidak sakit hati karena memang seperti itulah Maxim.


Hans yang melihat siluet Maxim berjalan ke ruangan nya segera menghampiri.


"Selamat datang tuan!Saya pikir anda belum mau ke kantor!"Sapa Hans


"Aku hanya mampir!"Jawab Max


Hans mengangguk "Ya tentu saja!!"


Kedua nya berjalan bersama ke ruangan Maxim tanpa bicara.


******


Jangan lupa baca juga novel pertama author ya para reader yang setia.Judul nya MENCINTAI PEMBUNUH SUAMI KU.Sudah tamat,sambil nunggu Gadis kecil milik tuan CEO up date.


Terima kasih dan selamat membaca💙💙💙

__ADS_1


__ADS_2