
Wajah riang Zaiden tidak dapat di sembunyikan.Celotehan anak laki laki itu yang terus menceritakan tentang persiapan perjalanan nya menjadi topik setiap hari menjelang perjalanan nya.Naun berbeda dengan Mario dan istrinya Rehana,wajah mereka tampak murung karena harus berpisah dengan cucu kesayangan mereka.
"Apa kau benar benar akan pergi sayang?"Lirih Rehan sengan wajah seperti seorang yang sedang merajuk.
"Tenang lah nek.Zaiden tidak akan lama!Tapi jika Nenek serta kakek maj ikut juga tidak masalah kalian bisa menyusul nanti bersama Daddy Marcel."Zaiden memberikan solusi pada nenek nya.
"Sayang sekali kakek belum punya waktu untuk ikut .Kami pasti akan sangat merindukan mu sayang.Apa kau tidak bisa membatalkan nya saja??"Kali ini Mario yang membujuk cucu mereka.
Zaiden menggeleng dengan bibir mengerucut"No Kakek.Jangan mempengaruhi ku lagi.Apa lagi Daddy,Zaiden tidak ingin Daddy membatalkan rencana kami jika melihat nenek serta kakek menangis."
"Hahahha.."Mario tertawa sementara Rehana hanya tersenyum mendengar ocehan Zaiden."Baiklah,kakek tidak akan menangis tapi jangan lupakan kami ya!!"Mario mengacak rambut halus cucunya.
Zaiden mengangguk"Tentu kakek.Tenanglah zaiden akan selalu menelepon kakek agar kakek tidak merindukan zaiden.
Sebenarnya berat bagi Mario melepaskan Gea pergi,apalagi setelah mengetahui kemana negara tujuan Gea pergi namun dia juga tidak punya alasan untuk mencegah kepergian Gea,Mario hanya berharap jika Gea bisa mengingat masa lalu nya namun tidak mekupakan nya.
"Apa yang kau khawatirkan?"Tanya Rehana mengusap bahu suaminya.Sementara Zaiden sudah di bawa pengasuhnya ke kamar Gea.
"Aku hanya takut,jika disana dia akan mengingat semua nya dan ternyata masa lalu itu menyakitkan untuk nya!"Gumam Mario pelan namun masih bisa di denganr Rehana.
Rehana meraih bahu kekar itu kemudian menghadapkan nya padanya"Tidak ada yang bisa lari dari masa lalu,sayang.Jangan terlalu khawatir dia pergi bersama Georg,dia akan menjaga Gea dengan baik!!"Percayalah!!"Rehana menggenggam tangan suaminya.
Mario mengangguk benar apa yang di katakan istrinya karena memang akan lebih baik jika Gea mengingat masa lalu nya dan semoga Gea tidak membenci mereka.
__ADS_1
"Tenang saja,dia akan tetap kembali pada kita!Cinta dan kasih sayang yang telah kita berikan padanya akan membawa nya kembali!"Seperti tahu apa yang di pikirkan suaminya,Rehana membuat tenang suaminya lalu memeluk tubuh suaminya dengan lembut.
******
Akhirnya hari yang di tunggu pun tiba.Semua orang menemani Gea menuju ke bandara.Melepas kepergian anak serta cucunya untuk pergi jauh pertama kali dari mereka.
"Cepat kemabali ya nak!Kami akan merasa sangat kesepian jika kau pergi terlalu lama!!"Lirih Rehana memeluk Gea dengan lembut,wanita itu sampai menitikkan airmatanya.
Gea membalas pelukan Mommy nya serta tersenyum"Baik Mom,kami akan cepat kembali setelah Zaiden puas berlibur disana.
Gea kemudian beralih pada Daddy nya lalu memeluk nya"Apapan yang terjadi nanti,kembali lah pada Daddy dan Mommy nak.Kami sayang kalian!"
"Dad,tentu aku akan pulang pada Daddy.Kemana lagi aku akan pulang.Baiklah,kami akan pergi sekarang jaga diri kalian ya!!!"Gea membenarkan posisi kaca matanya lalu melambaikan tangan nya sebelum.benar benar menghilang.
Akhirnya beberapa jam perjalanan tibalah mereka di bandar negara I.Gea menghirup udara dengan memejamkan matanya seakan itu adalah sesuatu yang sangat diriindukan nya.
"Kau baik baik saja??"Tanya Georgano menggenggam tangan Gea.
Gea membuka matanya lalu menatap kakak nya seraya tersenyum"Ya aku baik baik saja,hanya rasanya aku sangat merindukan tempat ini tapu seingat ku,aku belum pernah datang ke sini!."Lirih Gea.
Georgano tidak menjawab,dia hanya tersenyum menanggapi ucapan Gea.Sebelum pergi Mario memanggil Georgano ke ruang kerja nya,Mario berpesan agar Georgano tidak meninggalkan Gea sendirian karena negara yang mereka tuju adalah negara dimana Mario dulu menemukan Gea.
"Baiklah,kita harus segera sampai kerumah.Badan kakak rasa nya sangat lelah!!"Ajak Georgano meraih yangan Gea.Sementara Zaiden berada dalam gendongan Georgano.
__ADS_1
"Kakak pasti lelah terus menggendong Zaiden!!"Gea tersenyum melihat wajah damai putra nya yang sangat mirip dengan pria yang sering muncul dalam mimpinya.
"Ya tubuh nya semakin berat.Jika tau dia akan tidur sepanjang perjalanan lebih baik kita naik jet pribadi saja!!"Kekeh Georgano yang tentu saja tidak serius saat mengatakan Zaiden semakin berat.
"Silahkan Tuan,Nona!"Sapa seorang supir yang memang di tugaskan untuk menjemput mereka ke bandara.Mario memang memiliki rumah sendiri di negara I.Memang tidak terlalu besar seperti mansion Anderson namun rumah mereka cukup nyaman untuk di tinggali.
Gea terus melihat ke luar jendela,rasanya jalanan ini tidak asing untuk nya tapi entahlah dia bingung sendiri."Apa rumah Daddy masih jauh?"Tanya Gea tanpa menatap Georg.
"Tidak sebentar lagi!"
Melewati tempat terjadi nya kecelakaan itu Memory di kepala Gea sekaan memberi sinyal.Bayangan bayangan kecelakan itu terlintas hanya sekilas saja dan Gea tidak menyadari jika dia berada di tempat dimana dia pernah kecelakaan.
Sementara di pinggir tebing Max memegang jantung nya yang tiba tiba berdetak kencang,Maxim sampai mengeryitkan alisnya sudah empat tahun tapi dia tetap masih sering datang ke lokasi itu.
Deg...
Mata Maxim melihat mobil yang melintas dan jantung nya semakin cepat berdetak.
Bersambung..
Jangan lupa ya para Reader yang baik..Baca juga Novel pertama Author yang sudah tamat ya! MENCINTAI PEMBUNUH SUAMIKU.
Terimakasih💙💙💙
__ADS_1