Gadis Kecil Milik Tuan CEO

Gadis Kecil Milik Tuan CEO
Bab 48.Haus perhatian.


__ADS_3

Max tidak menghiraukan teriakan mamanya,tangan nya menggenggam erat tangan Joya dan menatap kedepan tanpa menoleh sedikit pun pada mamanya yang terus berteriak.Entah kenapa rasanya kali ini Max tidak ingin mendengar apapun.


''Hans apa kau tahu kenapa Max bisa seperti itu?Aku yakin kau mengetahui sesuatu.''Tanya Rebebca


''Maaf Nona,saya tidak mengetahui pemyebab tuan Max bersikap seperti itu tetapi saya rasa itu tanda tanda cinta yang mulai bersemi.''Jawab Hans menohok namun tetap menampilkan senyum sopan nya pada Rebeca dan Bianca


''Hei apa maksudmu mengatakan itu padaku,kau sengaja memanas manasi aku?''Kata Rebeca tidak suka.


''Tentu tidak,mereka adalah pasangan suami istri jadi sudah sepantasnya jika mereka saling mencintai.Maaf Nona saya harus kembali!''Jawab Hans sekaligus pamit karena tidak ingin terus meladeni ocehan Rebeca.


'' Cihhh,hanya seorang asisten saja berlagak seperti bos!''Cibir Bianca


Hans hanya menyunggingkan senyum nya tidak berminat untuk membalas ucapan Bianca yang mulut nya hampir sama dengan Rebeca.


''Ma,bagaimana ini seperti nya Max berbelok dari kita.Harta pak tua itu belum jatuh ke tangan kita,aku tidak ingin semua usaha dan pengorbanan kita jadi sia sia hanya karena Max jatuh cinta pada gadis kampungan itu!''


Bianca juga tampak memikirkan hal yang sama,bertahun tahun dia terus berusaha mendapatkan harta itu tapi saat sudah di depan mata justru semakin sulit.


''Jangan khawatir,mama akan memaksa Max.Kau tenang saja sayang!''Mata Bianca menatap kamar Mqx yqng tertutup rapat seakan tidak ingin ikut campur dengan urusan orang di luar.


''Pak Jo.Siapkan kamar!''Kata Nyonya Bianca.


Sementara di dalam kamar


Max melepaskan tangan Joya ,tapi hatinya masih bergemuruh entah bagaimana dia bisa merasa sangat marah hanya karena Joya di perlakukan seperti itu.''Apa mama menyakiti mu?''Tanya Max.

__ADS_1


Joya menggeleng''Tidak,Nyonya tidak menyakiti saya.''Jawab Joya


''Lalu apa mereka mengatakan sesuatu?''Tanya Max lagi.


Joya menautkan jarinya agak gugup menjawab pertanyaan Max kali ini.


''Apa?''


''Emm,,Nyonya bilang jika wanita yang bersama nya adalah calon istri anda jika kontrak kita berakhir.Dan Nyonya berharap agar kontrak itu segera berakhir agar wanita itu bisa segera menikah dengan anda.''Jawab joya menundukkan kepalanya.


Max memejam kan matanya sementara tangan nya mengepal hingga buku buku nya memutih,kesal saat membayang kan dirinya dan Joya akan berpisah.


''Tataplah disini.Aku akan segera kembali!''Max meninggalkan Joya di kamar seorang diri dengan kepala yang berisikan banyak kebingungan.


''Apa maksud mama datang kemari dan membawa wanita ****** itu?''Tanya Max sesaat setelah dia masuk kekamar mamanya.


Bianca yang sedang menatap keluar jendela mengulas senyum nya lalu menatap Max''Mama hanya ingin kalian menjadi dekat,ingat Max dia adalah calon menantu kesayangan mama jadi mama harap kau tidak bersikap kasar padanya apalagi sampai mengatainya ******.Mama tidak suka!''Kata Bianca tegas.


Max tersenyum miris ternyata mamanya tetap tidak mengerti bagaimana perasaan nya,wanita yang menjadi pilihan nya adalah wanita yang telah menyakiti hatinya,berselingkuh dengan pria lain tetapi mamanya menutup mata tentang itu.


''Aku seperti tidak mengenal mama,bahkan saat ini aku merasa jika aku ini bukan lah anak kandung mama.Seorang ibu pasti ingin yang terbaik untuk anak nya tapi mama justru ingin aku bersanding dengan wanita yang sudah mengkhianatiku bahkan sudah tidur dengan pria lain.''Max menyugar rambut nya frustasi seraya tetap mempertahan kan senyum sakit.


''Percayalah,setelah kalian menikah Rebeca tidak akan mengkhianatimu sayang,mama yakin sekali.Tadi dia juga mengakui pada mama jika dia masih sangat mencintai mu!'''


''Sudah cukup.Aku tidak ingin mendengar apapun lagi tentang nya.''

__ADS_1


''Baiklah,jika seperti itu mama ingin bertanya kapan kau akan mendesak pria tua itu untuk menyerahkan semua nya padamu?''Bianca tentu tidak akan memaksa Max jika memang dia tidak ingin melanjutkan hubungan nya dengan Rebeca yang penting harta keluarga Anderson sudah jatuh ketangan nya.


Lagi lagi Max merasa kesal pada mama nya tiada hari tanpa membahas harta kakek Marco,padahal apa yang Max berikan padanya juga sudah cukup banyak bahkan jika mama nya ingin pergi keluar negri setiap hari jika dia tidak lelah.


''Bisakah kita tidak membahas itu sekarang?Maksud ku bahkan mama tidak pernah menanyakan kabar ku sama sekali apa harta kakek jauh lebih penting dari diriku?''Tanya Max yang kecewa pada mama nya.


Hati Bianca sedikit mencelos bukan karena merasa iba dengan Max tapi khawatir rencana nya gagal''Sayang,mama yakin jika kau sehat.Kau anak yang kuat bahkan sejak kecil kau jarang sakit jadi mama tidak perlu khawatir.Benarkan?''Tanya Bianca seraya menyentuh tangan Maxim.


''Tetapi walau begitu sebagai seorang anak aku ingin sedikit perhatian mu ma!''Batin Max.


''Jadi kapan kau akan menemui kakek mu?''Tanya Bianca lagi karena Max belum menjawab pertanyaan nya tadi.


''Entahlah,aku belum tahu.''Jawaban Max tentu membuat Bianca semakin geram tetapi dia berusaha menyembunyikan nya.


''Baiklah,istirahatlah!Mama akan menunggu kabar baik darimu.''Kata Bianca kembali melanvkah kan kaki nya ke arah balkon dan menatap langit yang cerah.


Max yang melihat mama nya meninggalkan nya pun mengerti jika wanita yang ada di hadapan nya sekarang ini tengah kecewa padanya.Max menghembuskan nafasnya pelan''Aku dan istriku akan menemui nya secepatnya.''Jawab Max dan mendapat anggukan serta senyum manis Bianca.Sejak dulu Max memang tidak.tega melihat kesedihan di wajah mamanya itu adalah senjata yang selalu di gunakan Bianca dari pada dia harus marah maah cara ini jauh lebih ampuh.


Max meninggalkan kamar mamanya dan kembali kekamar nya sendiri.


''Astaga..!''


Bersambung....


Jangan lupa dukungan nya ya reader.Biar outhor makin semangat.

__ADS_1


__ADS_2