
Kakek Marco tampak kesal sudah beberapa hari Max dan Joya tidak mengunjunginya,rasanya sangat sunyi walau ada Leo dan orang tuanya tetapi itu berbeda dia menginginkan Joya.
''Leo,apa Joya tidak punya ponsel?''Tanya Kakek Marco menghentikan Leo yang akan keluar.
Leo tampak berpikir sebelum menjawab pertanyaan kakek nya''Aku rasa kakak ipar tidak punya kek.Tidak pernah terlihat dia memegang ponsel."Jawab Leo setelah yakin jika Joya memang tidak mempunyai ponsel.
Kakek Marco mendengus pria tua itu terlihat kesal"Apa Max sangat miskin hingga tidak bisa membelikan ponsel untuk istrinya?''Ucap Kakek Marco meradang.
Leo mengulas senyum nya''Bukan miskin kek,tapi Max pelit.Kau tahu sendiri bukan jiak Max kerja siang dan malam tanpa lelah tidak mungkin dia tidak punya uang hanya untuk membelikan ponsel untuk istrinya.Begini saja aku akan membelikan ponsel untuk kakak ipar tapi jika Max bertanya maka katakan saja ponsel itu dari kakek bagaimana?''Usul Leo.
Kakek Marco tampak menimbang usul Leo yang rasanya tidak masalah hanya sebuab ponsel"Baiklah belikan dia ponsel keluaran terbaru,jika uang mu kurang hubungi aku maka akan ku kirim!''Jawab kakek Marco tersenyum cerah.
Leo cemberut mendengar perkataan kakek nya"Kakek walau perusahaan yang ku kelola tidak sebesar perusahaan Max tapi uang ku cukup jika hanya untuk membeli ponsel tidak hanya satu tapi sepuluh.Jangan menghinaku!''Leo tampak memanyunkan bibir nya,bukan tersinggung hanya dia ingin menggoda kakek nya.
"Hahaha...Aku tahu,sekarang cepat pergi dan belikan ponsel untuk cucu kesayangan ku.Jangan lupa dengan nomernya juga bagaimana aku bisa menghubunginya jika tidak ada nomer nya.!''
''Siap laksanakan komandan!''Kata Leo mengangkat tangan nya hormat pada kakek nya.Jiwa humoris Leo membuat siapa saja suka padanya termasuk kakek Marco hanya Max saja yang berbeda entah mengapa begitu.
Leo yang tadi nya ingin menemui asisten nya menunda dulu pertemuan mereka karena ingin membelikan ponsel untuk Joya,ini adalah hadiah pertama dari Leo untuk Joya wajah Leo bersinar,netra nya juga tampak cerah walau masih mengatas namakan kakek nya tapi tidak masalah jika Max tahu itu hadiah dari nya maka Max pasti langsung menghancurkan ponsel itu.
Netra Leo mengamati satu persatu ponsel yang ada di hadapan nya memilah warna yang cocok untuk Joya dan pilihan nya jatuh pada ponsel dengan warna merah hati.Ponsel keluaran terbaru itu langsung di serahkan pada asistennya untuk sedikit di ubah agar Leo bisa memantau Joya dari jauh,itu alasan Leo membelikan ponsel untuk Joya.
__ADS_1
"Sudah selesai Tuan.!''Asisten Leo kembali menyerahkan ponsel itu ke pada Leo.Mereka berdua segera melaju ke rumah Max tanpa memberi kabar terlebih dahulu.
Di rumah nya Max sedang ingin menghabiskan waktu dengan Joya.Pagi ini dia sangat enggan pergi ke kantor padahal Joya sudah memintanya untuk bekerja namun alasan yang sama selalu Max berikan.
"Aku suka sarapan berdua dengan mu seperti ini.Rasanya makanan ini semakin lezat.''Gada Max.
"Ya dan jika kau tidak mau pergi bekerja seatu saat nanti makanan ini akan berubah tidak enak karena kita akan kehabisan uang untuk membeli makanan.'''Gumam Joya pelan.
Max mengerutkan alisnya"Tampak nya sekarang kau semakin berani?Bwberapa kali aku melihat kau mengumpatku.''Kata Max memasukkan makanan ke mulut nya tapi matanya menatap lekat Joya.
Joya tersenyum kaku."Hehehe tidak,aku tidak mengumpat,aku hanya mengatakan pekerjaan mu akan semakin menumpuk jika kau tidak ke kantor.Aku denganr Hans juga mengatur jadwal rapat sepertinya ."
Max menatap Joya."Kenapa bahasa mu berantakan?''Tanya Max.
"Wah kebetulan sekali.Aku belum sarapan kakek mengusirku keluar dari rumah.''Leo tiba tiba saja sudah ada disana.
Joya yang melihat kedatangan Leo seketika menjadi malu kerena Max mengatakan jika dirinya hampir memperkosa Leo dan sekarang pria itu sudah bersiri di hadapan nya.
Max tentu memperhatikan perubahan Joya,dirinya sendiri sedikit merasa terganggu dengan kedatangan sepupunya ini.
"Apa yang kau lakukan pagi pagi di rumah ku?Apa kau tidak punya pekerjaan selain mengganggu pagi indah orang lain?''Tanya Max datar dan dingin.Tapi bukan Leo namanya jika terpengaruh dengan ucapan Max yang memang seperti itu.
__ADS_1
"Tenanglah,pertama ijinkan aku makan dengan kalian dulu.Ahh pasti enak makan bersama kakak ipar.''Gida Leo menatap Joya,dirinya masih ingat saat dimana Joya menyentuh tubuh nya bahkan sempat menempelkan bibir nya.
''Jangan mengujiku Leo.Pergilah jika tidak ada hal penting yang ingin kau sampaikan,aku akan mengirimkan uang untuk mu membeli makanan di luar sekarang pergi dari rumah ku!''Benatak Max yang tidak bisa mengontrol emosinya apa lagi itu menyangkut Joya.
Joya hanya menelan saliva nya saja.Kedua pria dewasa di hadapan nya memang unik yang satu sanagt humoris walau kadang kelewatan dan yang satu dingin seperti gunung salju.
"Baik baik,kau memang pelit itu sebab ny kakek mengirimkan ini untuk kakak ipar karena dia ingin mendengar suaranya tapi kau tidak mau membelikan ponsel untuk nya.''Ucap Leo menatap tajam Max.
"Kakak ipar,ini ponsel baru untuk mu!Sebentarlagi aku yakin kakek akan menghibungi mu!"Leo menyerahkan ponsel di tangan nya pada Joya tanpa peduli dengan Max yang meradang.Tapi untuk apa Leo peduli Max memang pemarah.
Joya tampak sungkan berkali kali dia menatap Max yang diam saja,ingin menolak juga tidak mungkin apalagi itu pemberian dari kakek.
"Apa kau yakin jika iti pemberian kakek?''Tanua Max menyipitkan matanya,dia yakin jika Leo hanya membual.
"Astaga kau ini.Tunggi saja tidak lam lagi kakek akan menguhubungi kakak ipar kau bisa bertanya padany.Dasar pencemburu!''Leo sama sekali tidak gentar dengan gertakan Max justru dia kembali mengejek Max.
Deertttt Derrtttt
Ponsel.yang ada di tangan Joya bergetar,Kakek Marco menghubungi Joya .Seketika itu juga Leo tersenyum penuh kemenangan menatap Max yang berwajah muram.
"Baiklah aku pergi dulu.Permisi kaka ipar,lain kali kirim kan makanan ke kantor ku ya tapi tanpa sepengetahuan suamimu yang posesif ini!''Ledek Leo sambil berlari karena Max sudah memegang gelas dan ingin melemparkan nya pada Leo.
__ADS_1
Joya hanya mengelengkan kepala melihat tingkah kedua nya yang seperti anjing dan kucing,lalu mengangkat panggilan dari kakek Marco.
Bersambung....