
Braaakkkk
Tingggg
Max menggebrak meja yang ada di depan nya karena kesal dengan Joya yang tidak segera mengatakan apa yang ingin dia katakan.
Joya terlonjak kaget dan langsung memegang dada nya.Jantung nya berdegup dengan sangat kencang.
Sementara Hans yang sedang serius mengamati keduanya juga tak kalah kaget sampai menjatuhkan sendok yang di pegang nya.Lalu Hans memalingkan wajah nya karena malu saat Max melihat kearah nya.
''Katakan dengan cepat apa yang ingin kau katakan!Jangan membuatku menunggu.''Kata Max menaikkan intonasi suaranya.
Joya kaget lagi,tubuhnya gemetar karena takut.Joya hanya menundukkan kepalanya dan masih meremas ujung baju nya sementara Max mengamati nya tanpa berkedip.
''Sa..Saya minta maaf karena sudah menyentuh wajah anda dan mengatakan yang bukan bukan.''Kata Joya tetap menunduk.
''Apa kau tahu,jika kau tidak hanya menyentuh wajahku tapi kau juga sudah menyentuh tubuhku?''Tanya Max dengan tatapan dingin.
Joya semakin meremas ujung bajunya''Maaf kan saya tuan.Saya tidak sengaja!Saya panik,saya hanya berpikir untuk menyelamatkan anda saja,saya tidak berniat menyentuh tubuh anda.Tapi anda kan..???''Joya melihat ke arah Max yang ternyata hanya mengenakan boxer saja mata nya membelalak dia merasa sangat malu dan langsung membalikkan tubuhnya.
''Bodoh Joya bodoh.Kenapa kau tidak memperhatikan nya sedari tadi?jadi tadi aku langsung menyentuh tubuh nya?'''Gumam Joya pelan sambil memukul kepalanya perlahan.
Hans terus mengawasi walau dia belum paham apa yang sebenarnya terjadi.Maxim terus melihat Joya yang memukul kepala nya sendiri sambil tersenyum samar,keberadaan Joya membuat nya sedikit melupakan masalah nya dengan Rebecca.
''Aku tidak suka jika ada orang yang menyentuh tubuhku.Siapapun orang itu maka dia harus mendapatkan hukuman yang berat dariku.''Kata Max penuh ancaman.
Joya berbalik,matanya langsung menatap mata Max,dia sangat ketakutan rasanya dia sudah tidak sanggup harus mendapat hukuman yang tidak pernah ada habis nya sejak dia kecil.
''Maafkan saya tuan.Tolong jangan hukum saya,tuan tahu jika saya hanya panik melihat keadaan tuan yang seperti itu.Saya hanya berpikir ingin menyelamatkan tuan karena saya pikir ada gempa.''Kata Joya mengiba dan matanya sudah memburam.
Hans tersenyum dari tempatnya sekarang dia mulai mengerti jika ternyata hanya ada salah paham saja.
Max berdiri mendekati Joya dengan tatapan yang sangat tajam membuat Joya semakin gemetaran.Max memegang bahu Joya dengan sedikit keras bahkan Joya sampai meringis karena sakit.
__ADS_1
''Aku tidak mau tahu apa alasan mu.Yang aku tahu kau sudah menyentuh wajahku dan juga tubuhku maka kau harus aku beri hukuman!''Ancam Maxim membuat Joya gemetaran bahkan Max bisa merasakan nya.
''Jangan tuan!aku mohon maaf kan aku!Aku tidak akan melakukan nya lagi,aku janji!''Joya memohon dengan mata yang sudah basah tapi Max tidak peduli sama sekali.
Hans tidak bisa mengatakan apapun.Walau merasa kasihan tapi Hans tidak bisa berbuat apa apa karena itu bukan lah hak nya.
Max menarik tangan Joya ke dalam kamar,walau Joya meronta tapi tenaganya tetap kalah dengan tenaga Max yang kuat.
''Tuan jangan!''Lirih Joya.
''Cepat masuk!''Max menarik Joya lalu melemparnya ke atas ranjang.
Joya yang terlempar ke atas ranjang menjadi sangat takut,tubuhnya semakin gemetar ketakutan, airmata nya juga sudah membanjir pikiran buruk sudah penuh di kepalanya.
''Tuan saya mohon jangan lakukan itu pada saya.Saya akan melakukan apapun tapi jangan lakukan hal itu pada saya tuan,saya mohon.''Lirih Joya dalam isak nya sambil mengatupkan kedua tangan nya mengharap belas kasihan Max.
Max menghentikan aksinya,sebenarnya dia tidak berniat apa apa pada Joya hanya ingin menakutinya saja tapi karena Joya mengatakan akan melakukan apapun maka Max akan memanfaatkan kesempatan ini.
''Benar yang kau katakan itu?''Tanya Max mengangkat dagu Joya.
Max tersenyum lalu melepaskan dagu Joya.
''Baiklah.Aku ingin kau berjanji akan selalu setia padaku!''Kata Max menatap Joya.
Joya menautkan alisnya bingung ''Ma..Maksud nya?''tanya Joya masih ketakutan.
Max duduk di hadapan Joya menatap nya dengan sangat tajam hingga membuat Joya memalingkan wajahnya.''Aku ingin kau setia padaku!Selalu ada saat aku membutuhkan mu dan melakukan apapun yang aku perintahkan.Bahkan jika kontrak pernikahan kita berakhir aku mau kau tetap setia padaku sama seperti Hans!''Ucap Max.
Awalnya Joya mengira Max akan meminta nya setia menjadi pendamping nya ternyata sama seperti Hans sebagai asisten nya.
''Emm tapi apakah saya meminta satu syarat pada anda?''Tanya Joya takut takut.
Max menautkan alis nya tapi dia penasaran dengan persyaratan Joya.
__ADS_1
''Apa?''tanya Max dingin.
Joya menatap Max''Jangan sentuh saya!''Jawab Joya.
Max terdiam lalu''Hahahahahaa......Kau pikir aku ingin menyentuhmu?Hahaha kau lucu sekali bahkan milik mu itu sangat kecil bagaimana mungkin aku akan bergairah untuk menyentuhmu?Hahahaa....''Max tertawa dengan sangat kencang.
Joya tercengang bahkan tanpa sadar dia memegang dada nya sendiri.
''Hei anda jangan menghina saya!Ini tidak kecil, ukuran nya sudah pas.Sembarangan!''Joya tanpa sadar malah memarahi Max,sementara Max menautkan alis nya tidak menyangka jika gadis yang beberapa detik lalu memohon untuk tidak di sentuh tapi sekarang malah memarahinya.
Max melihat mata Joya yang melotot marah,padahal hal itu tidak membuat Max ketakutan sedikit pun lalu Max melihat Joya yang memegang dada nya sendiri menjadi merasa lucu.
''Coba mari aku ukur,jika menggunakan tangan ku maka itu pasti kecil sekali dan mungkin tidak akan berasa.''Max menaikkan tangan nya seperti harimau yang akan menerkam musuh nya.
Joya melihat tangan Max lalu melihat ke dadanya yang ternyata tangan nya ada disana membuat dia jadi malu dan salah tingkah.
''Ahh tidak tidak Tuan.Maaf,iya punya saya memang kecil anda tidak perlu mengukurnya.''Joya mundur untuk menghindari tangan Max yang semakin mendekat.
''Hemm baiklah.Ingat kau sudah berjanji padaku akan setia sebagai imbalan nya maka aku akan memberimu gaji yang pantas dan aku akan membantumu jika kau dalam kesulitan!''Kata Max serius
Joya menatap Max sangat dalam bahkan mampu membuat Max merasa salah tingkah.
''Ada apa?''
''Jika benar apa yang tuan katakan maka saya janji saya akan selalu ada di samping tuan dan setia asal tuan mau menepati janji tuan pada saya!''ucap Joya karena dia memang membutuhkan sokongan.
''Baik saya janji.Sekarang cepat bereskan kekacauan ini!Kau harus segera menemui kakek dan ingat jangan membuat kesalahan!''
Joya mengangguk dan merasa senang ternyata Max tidak sejahat yang dia pikirkan.
Bersambung.
Jangan lupa like komen serta vote nya.
__ADS_1
Favoritkan juga ya.💙💙💙