Gadis Kecil Milik Tuan CEO

Gadis Kecil Milik Tuan CEO
Bab 8.Pasrah


__ADS_3

''Aku seperti pernah melihat mu.''Kata Tomi tiba tiba membuat semua orang yang ada di ruangan itu langsung menoleh padanya.


Apalagi Joya dia juga mulai mengingat apakah dia juga mengingat pria ini jika iya siapa tahu dia adalah pria baik dan mau membebaskan nya.


''Tapi entah lah dimana atau hanya ilusiku saja tapi wajah mu terlihat sangat tidak asing.''Sambung Tomi lagi.


''Tu..Tuan..Emmm bisa kah kau membebaskan ku?Aku akan berusaha mengganti semua uang yang sudah anda berikan pada mama untuk membeli ku.''Joya berusaha memohon pada pria dihadapan nya ini berharap jika pria buncit itu mau mengabulkan nya.


''Sayang sekali bukan aku yang membeli mu nak.Aku hanya perantara saja.''


'Hah''


''Ya,Orang yang membelimu adalah seorang wanita yang sangat kaya raya,kau akan diminta untuk menikah kontrak dengan anak nya.Hanya itu yang aku tahu.'''Ucap Tomi


Tubuh Joya melemas habis sudahlah dia,keluar dari mulut singa dia yakin sekarang nasib nya tidak akan lebih baik saat dia tinggal dengan mama nya.


''Jangan khawatir,jika kau menurut dan tidak membuat mereka marah maka kau akan di ceraikan dan mendapat kan imbalan mu tapi jika kau melakukan kesalahan maka bersiaplah.Aku mengingatkan mu karena kau masih sangat muda masa depan mu masih panjang jadi ingat pesan ku ini.''Entah kenapa Tomi merasa tidak tega tapi mau bagaimana lagi.


Jantung Joya berdegup kencang Tomi memang memberi nya nasehat atau lebih tepat nya memperingati nya jika orang yang sudah membelinya bukan orang yang baik.


''Tidak bisakah anda membantu ku?Aku mohon gantikan aku dengan wanita lain!''Lirih Joya walau tanpa airmata.


''Kau disini karena mereka menyukai mu.Lalu bagaimana aku bisa menggantikan mu dengan yang lain?Mereka memilih mu karena merasa kau wanita yang cocok untuk anak nya tapi ingat kau hanya akan menikah sampai mereka bosan padamu setelah itu kau akan mendapat upahmu.Jadi anggap saja kau bekerja pada mereka walau dengan status istri.''


Joya menghela nafas nya pelan,dia tahu kini semua bukan milik nya lagi termasuk dirinya sendiri dan semua karena mama nya hidupnya jadi tergadaikan.

__ADS_1


''Bersiaplah,anak buah ku sudah menyiapkan baju yang layak untuk mu.''Tomi memandang pakaian Yang Joya kenakan''Seperti nya wanita yang mengaku ibu asuh mu memang tidak mampu lagi membiayai mu makanya dia menjualmu!''Walau baik ternyata Tomi punya mulut yang terkadang tidak bisa di kondisikan.


''Dulu dia mama kandungku,tapi sekarang tidak lagi.''Ucap Joya menundukkan kepalanya.


Tomi menatap gadia dihadapan nya ini ada rasa sendu yang dia sembunyikan .Dia paham betul rasa sakit yang di rasakan gadis kecil ini jika apa yang dikatakan nya adalah benar.


''Sudah cepatlah bersiap kita akan menemui Nyonya Bianca dan putra nya Tuan Maxim.''


Joya pasrah dengan langkah gontai mengikuti anak buah Tomi untuk membersihkan diri sebelum menemui pembeli aslinya.


''Silah kan Nona.''


Joya hanya diam tanpa mengatakan apa apa.


'''Apakah anda mau saya bantu?''Tanya wanita itu lagi.


Joya masuk ke dalam kamar yang sudah terbuka itu dengan sangat malas dia melakukan semua nya sendiri.Yoya mengguyur tubuhnya pelan dengan air rasanya semua masalahnya habis saat itu dan dia ingin semua nya berakhir.


''Apa aku bunuh diri saja disini?''Gumam nya pelan.Dia mengamati bathup yang berisi air dihadapan nya rasanya seperti tidak sanggup hidup jika harus terus dibawah kendali orang lain.Dijadikan seperti boneka yang tidak mempunyai perasaan.


Pelan Joya masuk kedalamnya,menenggelamkan kepalanya pelan beberapa detik sebelum


Hah...Hahhhh..Hahhhh


''kenapa lama sekali matinya?aku sudah tidak tahan?''Kesalnya memukul air dalam bathup itu hingga berbunyi kecuplak..

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Miranda menenggak minuman kaleng yang ada di tangan nya dengan kasar.Entah lah apa yang membuat dia merasa marah sekarang rasanya dadanya terasa panas,sejak beberapa jam lalu tepatnya saat Joya melangkah keluar dengan santai nya tanpa drama menangis atau meraung hatinya benar benar merasakan keanehan.


''Saya pamit Nyonya.''Suara bi Minah membuyarkan lamuanan Miranda,matanya menatap bi Minah tidak percaya wanita yang selama ini menemaninya sejak kecil mengatakan pamit.


''Pamit,memang bibi mau kemana?''Tanya Miranda memastikan apa yang di pikirkan nya tidak lah benar.


Bi Minah menatap Miranda wanita yang dia besarkan dengan tangan nya''Saya pamit,saya akan keluar dari pekerjaan ini?''Jawab bi Minah menundukkan kepalanya tidak sanggup melihat wajah Nyonya nya.


''Kenapa bik?''Miranda membutuhkan alasan.


''Bibi tidak bisa bekerja untuk orang yang sudah sangat jahat.Menjual putri nya sendiri hanya untuk melampiaskan balas dendam nya.''Jawab Bi Minah menatap mata Miranda kali ini mencari penyesalan disana.


Miranda menghela nafasnya kemudian kembali menenggak minuman kaleng sebelum menjawab bi Minah''Bibi tahi semua nya.Apa yang sudah aku lewati,tidak mudah bik bahkan untuk menampar wajah pria itu saja aku tidak punya kesempatan.Itu sangat sakit,masih terasa hingga detik ini.''Miranda memejamkan matanya rasa panas menjalar di matanya namun di cobanya menahan lahat panas yang akan keluar dari matanya.


''Tapi apa yang di alami Joya itu pantas untuk nya?Bahkan setelah ini apa kau tahu apa yang akan gadis malang itu alami?Di luar sana belum tentu lebih baik,Ingat Miranda di dalam darah nya ada darah mu di dalam nafas nya juga ada nafasmu.Bibi tahu jika kau sangat menyayanginya tapi kau menutup mata untuk itu dendam mu kau tujukan untuk anak yang tidak berdosa.''Bi Minah tidak memakai embel embel Nyonya lagi yang artinya dirinya sudah pada mode seriusmenasehati Miranda.


Miranda memejamkan kembali matanya di remas nya kaleng minuman di tangan nya,rasa sakit itu seperti kembali mengoyak hatinya.


Karena tidak ada jawaban apa apa dari Miranda,bi Minah kembali mengangkat tas nya.''Maaf bibi harus pergi,kau tahi dimana menemuiku jika kau sudah berubah.Itu pun jika kau membutuhkan aku,tapi selama Joya tidak kembali maka bibi juga tidak akan mau kembali.''


Keputusan yang bi Minah ambil sudah bulat,wanita paruh baya itu hanya berharap dengan kesendirian bisa membuat Miranda menyesali perbuatan nya dan membawa Joya kembali.


__ADS_1


Kini Miranda hanya di temani kesunyian rumah nya tidak ada lagi teriakan seperti biasanya.Sepi hanya kesepian saja,detak jarum jam seperti suara dentuman di hatinya dan gelap seperti saat ini yang miranda rasakan tanpa cahaya di rumah nya.


Bersambung..


__ADS_2