
Mata Joya melebar dengan tangan gemetar menutup mulut nya.Dirinya sangat terkejut dengan Max yang tiba tiba berdiri di belakang nya,bagai pencuri yang tertangkap basah jantung Joya berdetak sangat kencang di tambah lagi penampilan Max yang hanya melilitkan handuk di pinggang nya membuat Joya merasa gugup dan sedikit khawatir.
Ini bukan pertama kali nya Joya melihat keadaan Max yang seperti ini namun entah kenapa kali ini Joya sedikit khawatir.
''Apa yang kau lakukan?''Tanya Max dengan alis yang bertaut.
''A..Aku hanya i,,ingin mencari pakaian untuk anda tuan..''Jawab Joya gugup seraya menunjuk nunjuk lemari yang ada di belakang nya.
Max menyipitkan matanya,suasana hatinya masih kurang bagus karena percakapan mereka di mobil tadi tapi Max berusaha agar Joya tidak takut padanya tapi tetap tidak ingin Joya bersikap semena mena.
''Maaf!''Lirih Joya menundukkan kepalanya.
''Baiklah,cepat ambil kan pakaian santai ku!''Perintah Max akhirnya.
Joya memberanikan membuka lemari dengan perlahan karena tangan nya masih gemetar,tidak di pungkiri ucapan Max mempengaruhinya.
''Minggir!''Max mendorong tubuh Joya hingga Joya terhuyung.Max tidak sabar menunggu Joya mengambilkan pakaian nya karena di rasa sangat lambat dan membuat nya bosan.
Joya meremas tangan nya,mata nya mulai memanas rasanya sakit saat Max berkata kasar padanya karena selama ini Max selalu berkata lembut padanya.
''Ingat tetap berdiri dan jangan bergerak!Aku akan menghukummu jika kau melanggar nya.Kau sudah membuat suasana hatiku tidak baik maka kau harus di beri peringatan!''Kata Max lalu meninggalkan Joya,keluar dari kamar seraya menerima panggilan.
Joya hanya diam memandang Max yang sedang sibuk dengan ponselnya bahkan dirinya kini hanya diam berdiri tanpa berani protes sama sekali sekedar ingin mengatakan jika dirinya haus.
Beberapa menit berlalu tapi Max tidak juga kembali ke kamar,sementara Joya sendiri mulai gelisah.
''Bagaimana ini tubuhku mulai lelah,aku benar benar haus dan lapar.Tapi aku tidak berani bergerak jika Tuan Max tahu maka aku akan di hukum denga hukuman yang lebih parah lagi.''Gumam Joya yang takut jika Max memasang cctv di kamar nya untuk memantau dirinya.
Sementara Max langsung pergi setelah menerima panggilan darurat dari Hans,hingga lupa jika dia sedang menguhukum Joya.
Dikamarnya Joya sudah tidak mampu berdiri,entah sudah berapa jam dia masih diam di tempat nya.Sementara Max belum juga kembali,tubuh nya sudah mengeluarkan banyak keringat,perut nya juga sangat sakit mata nya kini berkunang kunang tak tahan lagi perlahan mata joya tertutup.
__ADS_1
Bruukkggg
Joya pingsan karena dehidrasi dan kelaparan.
Di tempat lain.
Max memijit pelipisnya,kepalanya terasa pusing memikirkan perusahaan yang sedang ada madalah di tambah lagi desakan mamanya yang terus saja menelpon nya dan meminta agar kakek nya segera memindahkan hak waris nya.
''Aku tidak tahu apa yang sebenar nya diinginkan mamaku.Kenapa dia terlihat sangat ambisius sekali ingin agar warisan kakek jatuh ke tangan ku?''Max mencurahkan apa yang ada di hatinya pada Hans karena hanya Hans satu satu nya orang yang bisa dia percaya.
''Orang tua memang selalu begitu tuan,tidak ingin anak nya hidup kekurangan.''Jawab Hans
''Tapi ini berbeda Hans,mama ingin setelah kakekmenyerahkan warisan nya padaku maka aku harus memberikan semua nya padanya dan membiarkan dia mengelola nya.Apa ini tidak aneh?''Tanya Max lagi.
Hans juga bingung dengan apa yang Nyonya Bianca inginkan harus nya cukup dengan warisan berada di tangan Max maka semua akan baik saja mengingat selama.ini juga Max yang menjalan kan perusahaan.
''Kenapa tuan tidak menanyakan nya pada Nyonya saja?''
''Harta memang bisa membuat orang kehilangan akal sehat nya tuan.''JawabHans tanpa sadar.
''Apa maksud mu mamaku gila?''Mata Max menatap tajam asistennya.
Hans menelan saliva nya susah payah melihat mata Max yang sudah seperti singa mendapatkan mangsa.
''Maaf...Maaftuan.Bukan begitu maksud saya.Saya hanya...''
''Sudah lah,kau hanya semakin merusak mood ku saja.Lebib baik sekarang aku pulang dan melihat apa yang sedang di lakukan gadis itu!''Kaya Max berdiri dari duduk nya.
''Astaga,aku lupa jika tadi aku sedang menghukumnya!''Max menepuk jidat nya.
''Hah..?''Hans masih bingung ''Menghukum?''Tanya Hans
__ADS_1
''Ya tadi aku meminta nya berdiri dan tidak boleh bergerak.Tapi aku rasa tidak mungkin dia akan berdiri selama ini.Ini sudah sangat malam!''Kata Max menghilangkan ke khawatiran nya.
''Saya akan menguhubungi rumah tuan!''Hans segeraengambil ponselnya dan menghubungi rumah nqmun panggilan nya tidak di jawab.
''Kita pulang Hans!''Max segera berdiri dan kekuar dari ruangan nya disusul Hans yang langsung segera menyiapkan mobil untuk Max.
Max menlangkah sangat lebar,bagaimana pun hatinya tetap khawatir walau kadang di tepis nya juga.
Max mengambil ponselnya dan menghubungi rumah tapi sama.tidak ada yang menjawab panggilannya.
''Kemaba mereka semua?''Geram Max.
Max kembali menguhubungi.
''Hallo..''
''Cepat lihat istriku dikamar,sedang apa dia?''Kata Max tanpa basa basi sambil masuk ke dalam mobil.
''Ba..Baik tuan!''
Pelayan di rumah Max segera berlarimenuju kamar Max dan memastikan Nyonya muda mereka.
''Astaga Nyonya...!!''
Teriakan Pelayan membuat jantung Max berdebar lebih kencang jelas sesuatu telah terjadi.
''Ada apa cepat katakan!''Bentak Max panik.
''Nyo..Nyonya pingsan tuan!''Jawab pelayan ketakutan.
Max mengeram''Cepat Has..!''
__ADS_1
Bersambung...