
Zaiden menatap takjub bangunan yang ada di depan nya.Meski tidak sebesar mansion Anderson tapi rumah ini juga sangat besar"Dad,apa ini rumah Daddy?"Tanya Zaiden tanpa mengalihkan pandangan nya.
Max tersenyum sejak beberapa hari lalu hubungan nya dengan putra nya ini semakin membaik dan itu semua berkat nasehat yang di berikan Joya pada Zaiden"Bukan son,ini adalah rumah mu!"Jawab Maxim dengan senyum yang lebar.
Deretan gigi putih Zaiden terlihat sempurna saat tangan kokoh Daddy nya melingkar di tubuhnya membawa Zaiden ke dalam gendongan nya."Apa kau suka rumah ini?Tapi maaf rumah ini tidak sebesar mansion oma."Kata Maxim ibgin melihat bagaimana reaksi putranya dalam menjawab ucapan nya.
Zaiden dengan lembut menyentuh rahang Daddy nya lalu dibawanya bertatapan dengan mata Zaiden"Tidak masalah Dad,selama kita nyaman dan saling menyayangi maka di manapun kita tinggal itu akan tetap bahagia!"Jawab Zaiden meyakinkan Maxim.
Maxim senang mendengar jawaban Zaiden lalu matanya menatap Joya yang hanya tersenyum tanpa ikut menimpali ucapan mereka,tapi Max tahu jika semua itu adalah hasil dari ajaran Joya selama ini.
"Ayo kita masuk!"Maxim menggendong Zaiden dan satu tangan nya dia gunakan untuk menggandeng tangan Joya.Mereka memasuki rumah mereka sendiri setelah berdebat panjang dengan Jihan yang tidak ingin mereka pergi dari Mansion namun setelah Nathan memberi pengertia barulah Jihan mengijinkan walau di hatinya sangat berat dia masih ingin dekat dengan cucunya.
"Selamat datang,Tuan,Nyonya dan Tuan muda!"Sambut beberapa pelayan yang telah berbaris rapi di depan pintu menyambut kedatangan Joya dan juga putra mereka.
"Terimakasih!"Jawab Joya namun wajah Joya sedikit mengeryit karena tidak satu pun dari mereka yang Joya kenali.
"Silahlan masuk Nyonya!"Seorang pelayan wanita maju paling depan membungkuk sebagai rasa hormat pada Joya.
Joya tersenyum namun tidak mengurangi rasa penasaran yang ada di hatinya dan Max paham betul dengan apa yang Joya pikirkan saat ini."Dia bibi Amber,kepala maid disini!"Max menjawab pertanyaan yang belum di ucapnkan oleh Joya.
Bibi Amber mengulas senyum pada Joya dan Joya pun membalasnya.
"Apa makan siang sudah di siapkan?"Tanya Max pada Bibi Amber.
"Sebentar lagi makan siang akan selesai Tuan!"Jawab Bibi Amber.
__ADS_1
"Baiklah jika begitu kami akan ke atas dulu,panggil kami jika sudah selesai!"
Maxim membawa istri beserta anak nya menuju lantai atas."Kau ingin melihat kamar mu?"Tanya Maxim pada Zaiden.
"Tentu Dad,aku ingin tahu seberapa hebat Daddy bisa menebak kamar yang ku inginkan!"Jawab Zaiden menantang ayah nya.
"Sayang..!"Sela Joya yang tidak suka sikap putra nya seperti itu.
Max mengeratkan pegangan tangan nya di tangan Joya lalu mengedipkan matanya sebantar"Baik,jika Daddy bisa menebak kamar seperti apa yang kau inginkan maka apa yang akan kau berikan pada Daddy sebagai hadiah?"Kali ini Max tidak ingin kalah dari putranya bukan kah sejak awal putranya ini sangat jahil padanya.
Zaiden tampak sedang berpikir,bocah itu tengah mengetuk ngetukkan jari manisnya ke dagu"Aku akan mencium Daddy sampai Daddy puas!"Zaiden memberi tawaran pada Daddy nya.
Kini Max yang terlihat sedang berpikir apakah akan menerima tawaran Zaiden atau tidak."No Daddy bisa mendapatkan nya semau Daddy.Daddy ingin penawaran yang leboh besar dari itu?"Jawab Max,tentu kali ini dia memang ingin dari putranya bukan ingin membuat Zaiden berpikir keras namun Zaiden bukanlah seperti anak kebanyakan jadi Max akan menantang Zaiden kali ini.
Zaiden mengeryit tidak menyangka jika Daddy nya ternyata sangat pintar"Baik,aku akan memberikan waktu untuk Daddy dan Mommy!"Kali ini Zaiden yakin jika Daddy nya tidak akan menolak,memang siapa yang bisa menolak berdekatan dengan Mommy nya yang cantik.
"Bolehlah aku istirahat terlebih dahulu?Aku juga punya sesuatu yang harus ku kerjakan!"Joya mengintrupsi kedua nya.Dia sudah lelah berdiri di depan pintu kamar Zaiden sedari tadi tapi negosiasi kedua belah pihak tampak nya sangat ulet.
Max terkekeh"Baiklah istirahatlah duluan,aku akan menyelesaikan masalah ini!"Jawab Maxim dengan kekehan.
"Ini bukan masalah jika Daddy tidak mempersulitnya!"Sela Zaiden.
Joya mengangkat kedua tangan nya di dada"Baiklah terserah kalian saja,aku akan ke kamar!"Joya meninggalkan suami serta putra nya yang terlihat masih berdebat di depan pintu kamar.
"Bagaimana Dad?"Tanya Zaiden dengan penawaran nya.
__ADS_1
Maxim lagi lagi menggeleng"Tidak,aku punya banyak waktu dengan Mommy mu jadi kau tidak akan bisa memberi penawaran yang seperti itu!"Jawab Max yakin,jika putranya akan memberi penawaran yang lebih baik dari itu.Misalnya berlibur atau ke taman bermain.Max ingin terlihat seperti keluarga lainnya yang berjalan bergandengan tangan dengan anak dan istrinya,makan es krim bersama atau kegiatan yang melibatkan keluarganya.
Zaiden menarik nafasnya lalu menghembuskan nya perlahan,Daddy nya benar benar pengusaha yang tidak kaleng kaleng sama sekali tidak mau mendapat untung sedikit"Baiklah,kali ini adalah penawaran ku yang terakhir jika Daddy masih menolak nya maka lebih baik aku kembali ke mansion oma."Wajah Zaiden terlihat serius berbeda dengan Maxim yang justru panik.Apakah lagi lagi dia harus kalah dari anak nya.Tidak ini memalukan tapi Max penasaran dengan penawaran yang akan di ucapkan Zaiden.
"Jika kamar ini sesuai dengan yang ku inginkan maka aku akan memberi sedikit informasi tentang Naga hitam."Kata Zaiden menatap serius Daddynya.
Maz tidak bisa berkata apa apa selain membuka matanya lebar,bagaimana anak nya bisa bertindak sejauh itu.Naga hitam adalah kelompok mafia berbahaya dan putranya yang berusia tiga tahun berani mencari informasi tentang nya.Bagaimana jika Bruno menyadari nya ini akan sangat berbahaya bagi mereka semua terutama Zaiden dan Joya.
"Bagaimana?"Tanya Zaiden lagi karena Daddynya terlihat masih syok dengan penawaran yang dia katakan.
Ceklek.
Maxim langsung membuka pintu kamar Zaiden,bukan ingin menunjukkan kamar itu sekarang Max kehilangan selera untuk bercanda dengan Zaiden yang ada sekarang dia sangat takut.Putranya cukup mengkhawatirkan.
Max mendudukkan Zaiden di ranjang lalu Max memegang kedua bahu putranya "Jangan pernah menerobos mereka nak.Itu berbahaya!Daddy tidak ingin kau dan Mommy mu berada dalam masalah.Mereka bukan orang baik,bisa saja mereka akan mencelakai mu.Sayang Daddy tidak ingin kehilangan mu atau Mommy mu!!"Maxim memelul putra nya entah anugrah atau kutukan memiliki anak sejenius Zaiden.Tapu sebagai Ayah Max merasakan ke khawatiran besar.
Bersambung..
Buat Reader semua jangan lupa baca juga Novel Author yang lain nya Ya!!
AIR MATA PEMBASUH LUKA.
Jangan lupa juga tinggalkan jejak jejak cinga kalian biar author makin semangat.
Terimakasih💙💙💙
__ADS_1