
Hans mempercepat langkah nya saat matanya melihat bagaimana pemuda yang berada di deoan Zalia mendekatkan wajahnya dengan tatapan lapar bahkan Zalia hanya diam dengan wajah menunduk tidak menghindar sedikit pun.
Hans menggeram marah ibhin rasanya dia menghabisi pemuda itu sekarang juga.
"Brengsek!"Umpat Hans langsung memukul wajah Gerald.Tubuh Gerald yang tidak siap menerima serangan pun akhirnya terhuyung walau tidak sampai jatuh karena reflek dia memegang sudut pintu.
Zalia membulatkan matanya melihat Hans yang tengah marah,rahang pria itu mengeras serta wajahnya memerah dada yang bergemuruh membuat Hans tampak berkali kali lipat tampan nya.Zalia sangat terpesona hingga belum menyadari apa yang terjadi matanya terus menatap Hans yang sedang menetap nyalang pada Gerald.
Gerald berdiri dengan sempurna walau tangan nya masih memegang wajahnya yang terkena pukulan keras Hans"Dasar brengsek.Siapa kau?"Gerald tidak mau kalah dia merasa marah karena tidak mengenal Hans tapi pria itu langsung datang memukul wajahnya.
Hans menatap Zalia lalu menggenggam tangan gadis itu,mata Gerald mengikuti gerak Hans dan melihat tangan Zalia yang kini ada di genggaman tangan Hans pun menjadi murka.
"Lepaskan dia milik ku!"Gerald maju dua langkah ingin merebut tangan Zalia namun Hans lebih dulu menarik tangan Zalia ke belakang tubuh nya hingga Gerald tidak bisa meraih Zalia.
Mata Gerald merah,dia tidak mau kehilangan buruan nya.Sejak setahun Gerald berusaha mendekati Zalia namun Zalia gadis yang sangat susah untuk di taklukan dan kini dia mendapat kesempatan tapi pria yang di anggap asing oleh Gerald ini mengacaukan nya.Gerald tidak akan tinggal diam.
"Zalia,aku tidak akan membantumu jika kau tidak datang padaku!"Jika Gerald tidak bisa merebut maka jalan satu satu nya hanya membuat Zalia sendiri yang datang padanya.
Zalia terkesiap,benar jika dia tidak datang maka ibunya tidak akan bisa si oprasi ini adalah kesempatan baginya.Perlahan.Zalia melepaskan tangan nya dari tangan Hans walau sedikit gemetar tapi dia sangat membutuhkan uang itu sekarang.
Hans mengerutkan alisnya saat merasakan tangan halus Zalia melepaskan genggamannya tentu Hans tahu keputusan apa yang ingin di ambil oleh Zalia.
__ADS_1
"Apa kau mau menjual tubuh mu pada pria beengsek ini?Berapa kau butuh uang hah sampai kau rela tidur dengan dia?"Hans menatap tajam Zalia gadis yang beberapa kali di temuinya ini meski Hans belum tahu namanya tapi tetap saja ada rasa ketertarikan dihati Hans.
Mata Zalia menatap Hans.Sakit itulah yang Zalia rasakan saat kata kata itu keluar dari mulut Hans perasaan sangat di rendahkan hingga membuat mata gadis itu memerah menahan tangis.
"Zalia jika kau tidak segera datang maka aku akam membatalkan nya.Tidak peduli apa hubungan mu dengan pria tua ini aku ingin kau mengusirnya dan masuk bersama ku!!"Gerald mempengaruhi pikiranZalia yang bimbang.
Shitt..
Hans bisa merasakan jika Zalia akan melangkah mendekat pada Gerald dengan cepat Hans langsung menaikkan Zalia ke bahu nya membawa gadis itu seperti membawa karung beras bukan hal sulit karena tubuh Zalia yang kecil.
"Kurang ajar turunkan dia!"Maki Gerald langsung melayangkan tinjunya pada Hans namun gerakan lambat Gerald tentu tidak sebanding dengan Hans yang sudah terlatih dalam sekali gerakan Hans sudha menumbangkan Gerald.
"Om,turunkan aku!!"Pekik Zalia memukul mukul punggung Hans.Tapi Hans tidak peduli dia tetapembawa Zalia menuju lift dan menjauh dari Gerald yang sangat kesal karena kehilangan wanita incaran nya malam ini.
"Om..Cepat turunkan aku!!"Zalia kembali memukul punggung Hans minta di turunkan.Hans pun menurutinya karena mereka sekarang sudah berada di dalam lift.
Hans tidak mengatkan apapun dia masih mengontrol emosinya agar tidak meledak pada Zalia.
"Om merusak semua rencanaku!Apa om.tahu apa yang sudah om lakukan itu hah?Kita tidak mengenal dan jangan mencampuri urusan ku!"Zalia merasa kesempatan nya untuk menyelamatkan ibunya gagal.Gara gara Hans semua nyaenjadi kacau entah bagaimana lagi caranya dia akan mendapat uang dalam semelam.Zalia menarik rambutnya frustasi kemudian di tatapnya pria yang kini sedang menatap lurus bahkan sama sekali tak menanggapi ucapan nya.
"Om puas sekarang?Aku gagal mendapatkan uang,semua gara gara Om yang sok dekat dengan ku!"Zalia yang frustasi mendorong tubuh Hans.Hans sendiri yang sedang emosipun menatap mata Zalia kesal.Dada Hans masih bergemuruh membayangkan bagaimana gadis di depan nya tadi hanya pasrah saat pria mesum itu mendekati wajahnya.
__ADS_1
Cup..
Hans kehilangan kontrol dirinya,hati nya yang panas dan ucapan yang Zalia luncurkan dari bibirnya membuat Hans kehilangan kendali nya sendiri.
"Uang?Dengan menjual tubuh mu hah?Baik ayo ikut ke apartemen ku dan tidur dengan ku maka aku akan memberi uang padamu,berapa hah?Berapa yang kau butuh kan?"Ucap Hans menatap dalam dalam wajah Zalia yang memerah entah karena marah atau karena tadi Hans menciumnya dengan tiba tiba.
Hans sendiri.juga tidak mengerti kenapa dia bisa semarah ini padahal dia baru bertemu dengan Zalia beberapa kali dan nama nya juga baru Hans dengan tadi atau kemarin entahlah Hans tidak ingat yang Hans tahu saat ini dia marah sangat marah pada Zalia.
"Baik,aku akan tidur dengan om!"Jawab Zalia menundukkan kepalanya.Jika tidak dengan Gerald maka tidak masalah dengan Hans walau pria ini lebih tua darinya setidak nya dia akan tetap mendapatkan uang dan bisa membiayai oprasi ibunya.
Jawaban tak terduga dari Zalia membuat Hans sendiri jadi frustasi,kepalanya berdenyut bukan ini jawaban yang ingin di dengar oleh Hans tapi penolakan yang dia inginkan.
Hans mendekat pada Zalia menyingkirkan rambut Zalia yang menghalangi wajah cantik Zalia"Baik,jika memang kau yakin dengan keputusan mu itu.Ikut aku ke apartemen dan buang wajah sok polos mu itu.Aku yakin kau sering melakukan nya dengan banyak pria kan?"Jawaban Zalia tadi semakin memantik amarah Hans,dia kecewa dan marah walau Hans sendiri juga tidak tahu kenapa dia harus marah dan kecewa pada gadia di depan nya ini.
Zalia menundukkan kepalanya,menyembunyikan airmata yang nyaris tumpah karena hinaan yang di lontarkan Hans padanya tapi Zalia tetap tidak menolak karena memang begitulah keadaan nya.Dia memang akan menjual tubuhnya.
Bersambung..
Terimakasih buat para Reader.Jangan lupa baca juga novel author yang berjudul AIR MATA PEMBASUH LUKA ya !!!Jangan lupa juga tinggalkan jejak jejak cinta kalian biar author makin semangat update nya.
Terimakasih💙💙💙
__ADS_1