Gadis Kecil Milik Tuan CEO

Gadis Kecil Milik Tuan CEO
Bab 82.Aku akan menjaga mu.


__ADS_3

Suara tamparan terdengar begitu nyaring,seketika atmosfir di ruangan itu mendadak dingin tangan lembut Jihan mendarat cantik di pipi Bianca.Semua tegang dan diam hanya terdengar hembusan nafas Bianca dan Jihan yang memburu.


   "Kau…Apa yang kau lakukan??"Ucap Bianca dengan tatapan mata yang nyaris keluar dari tempat nya,tapi Jihan tidak takut bahkan kini kaki nya mendekat ke arah Bianca.Amarah di dada nya begitu besar hingga dia tidak peduli jika harus melawan Bianca saat ini juga.


   Dengan gigi yang bergemulutuk Jihan mendekatkan wajah nya pada wajah Bianca"Seharusnya kau tahu kesalahan apa yang telah kau lakukan hingga aku menampar wajah mu itu!!Jika selama ini aku diam dan bodoh tapi tidak saat ini dan kedepan nya karena aku akan melawan semua kejahatan mu!!"Tekan Jihan tanpa mengeraskan suara nya.


Alis Bianca menaut bingung,tidak paham dengan apa yang di katakan Jihan.


   "Bibi apa yang bibi lakukan?"Suara Max membuat Jihan memejamkan mata nya.


    "Tidak ada nak,hanya menyadarkan kekeliruan saja!!"Jawab Jihan melunak.


   Bianca berjalan melewati Jihan namun berhenti tepat di sebelahnya"Kau terlihat bodoh dan menyebalkan Jihan.Ingat aku tidak akan melepaskan mu!!"Lalu Bianca melanjutkan kembali langkah nya menuju ranjang Max.


   Nathan yang melihat istrinya di selimuti amarah segera meraih tangan nya dan membawanya keluar diikuti Leo yang juga menahan emosi.


  "Lepaskan mas!!"Jihan menyentakkan tangan nya hingga tangan nya terlepas dari genggaman suaminya.


   "Sayang,aku tahu kau sedang marah tapi melakukan tindakan yang tidak terkontroll hanya akan menambah masalah saja.Kita harus mengumpulkan bukti bukti kejahatan nya terlebih dahulu agar kita bisa membuktikan pada Max jika Bianca seorang penjahat."Bujuk Nathan.


  Jihan mendengus"Tapi aku tidak bisa menahan nya mas,setelah tahu apa yang telah dia lakukan pada kita selama ini.Bahkan hidup Max tidak bahagia bersama nya.Aku benci dia mas..!!"

__ADS_1


  "Tenanglah ma,kita juga marah tapi kita jangan gegabah ya!!Leo akan bantu sekuat tenaga Leo!!"Tambah Leo.


Jihan yang biasanya lembut dan sabar kini sangat marah.Bianca sudah mempermainkan hidup keluarga nya,membodohi mereka selama bertahun tahun tapi apa yang di katakan suami serta anak nya memang benar.Jihan menghembuskan nafasnya pelan mencoba mengontrol emosi nya yang rasanya meletup letup dalam dadanya.


   Sementara di dalam kamar Maxim.


  "Sayang bagaimana keadaan mu?"Tanya Bianca menyentuh wajah Max.


  "Aku baik,apa pipi Mommy masih sakit?"Tanya Max,karena melihat pipi mamanya yang berwarna merah khas bekas tamparan.


Bianca tersenyum lembut"Jangan pikirkan!Lihat Rebeca datang ingin merawat mu,ahh andai kau tidak menyuruh perawat menghubungi Mommy maka entah sampai kapan mereka akan menyembunyikan mu Max."


Rebeca tersenyum manis,hari ini dia terlihat sedikit berbeda.Sejak datang tadi dia hanya diam dan terus tersenyum malu malu seperti gadis lugu.Max hanya melirik sekilas lalu membuang pandangan nya.


Rebeca menatap Max,kesal sekali rasanya karena Max secara tidak langsung menolak kehadiran nya.


   "Tapi Max,Joya sudah pergi meninggalkan mu dengan pria lain.Dia tidak selugu yang kita pikirkan sayang!Lagipula disini ada Rebeca biar dia yang menemanimu,jangan pikirkan wanita murahan itu!!"Bianca tidak akan melepaskan kesempatan mempengaruhi Maxim seperti biasanya.


   Max menautkan alis nya tangan nya mengepal hingga tanpa sadar darah nya sedikit terlihat naik ke selang infus"Aku tidak percaya Mom,dia bukan gadis seperti itu!!"


  Bianca mengendikkan bahu nya"Terserah padamu saja nak,Mommy hanya menyampaikan sesuatu yang memang harus kau tahu agar kau bisa melanjutkan hidup mu tanpa memikirkan nya lagi.Bukan kah kau sepakat menceraikan dia,jangan bilang kau berubah pikiran Max??"Bianca ketar ketir menunggu Max menjawab pertanyaan nya,akan sangat sulit baginya jika sampai Max jatuh cinta pada Joya.

__ADS_1


   Tak ada jawaban apapun dari mulut Max,Bianca hanya menghembuskan nafas nya pelan meredam emosinya.Wajah datar Max tak dapat di artikan apa apa."Baiklah Mommy akan pergi sebentar,biar Rebeca yang menemanimu disini!!"Bianca meraih tasnya yang sempat dia taruh di atas nakas tadi.


   "Aku ingin sendiri!!"Jawab Max.


Bianca menoleh"Tidak Max,biar Rebeca membantu mu jika kau butuh bantuan!."


   "Benar Max,aku akan menjaga mu.Percayalah!!"Sela Rebeca.


   "Keluar!!!"Max membentak dengan suara keras sampai sampai tidak hanya Rebeca dan Bianca saja yang terkejut ,perawat yang kebetulan melintas di balik ruangan Max juga ikut terkejut.


  Sekilah Rebeca melihat ke arah Bianca dan mendapat anggukan halus."Baiklah,kau tidak perlu berteriak seperti itu!!Ku rasa kau terpengaruh dengan Jihan."Bianca meninggalkan Max di ikuti Rebeca tanpa peduli dengan Max yang sedang menggeram marah,dia tidak suka jika setiap kali Mommy nya marah selalu menyebut nama Bibi nya.


     Max tidak tidur tapi dia mencari ponsel nya,Hans juga belum datang sejak dia sadar entah apa yang di lakukan asistennya itu.Meraih laci di nakas Max menemukan ponsel nya tangannya yang bebas meraih selang infus yang masih tertancap di tangan lain nya dan menarik nya paksa.


    Menunggu beberapa saat panggilan Max pun tersambung.


   "Cari istriku sampai ketemu!!Bagaimana pun bawa dia kehadapan ku!!"Tanpa basa basi Max memerintahkan anak buah nya untuk menemukan istrinya.Sedikit banyak dia terpengaruh dengan ucapan Mommy nya karena dia juga sadar jika Joya belum sepenuh nya menjadi milik nya.


   Max kembali memejamkan matanya,memikirkan apa sebenarnya yang terjadi saat mereka kecelakaan.Tentu dia sadar jika kecelakaan itu pasti ada yang mendalangi nya dan dia akan mencari tahu saat keadaan nya sudah lebih membaik.


  "Astaga…..!!!Bodoh…"

__ADS_1


Bersambung…


__ADS_2