
"Mom,Daddy Marcel mencari mu!!"
"Apa...??"
Maxim nyaris tidak mempercayai pendengaran nya sama sekali.Dia membalikkan badan melihat pria yang di panggi Daddy oleh Zaiden.Rasanya Max benar benar ingin menhancurkan sesuatu sekarang,otak nya tidak bisa berpikir dengan benar lagi.
'Siapa lagi pria jelek ini?Jangan bilang ini adalah suami istriku!'Batin Max ngedumel.
"Hai,ramai sekali?"Tanya Marcel menghampiri Gea lalu berdiri tepat di sebelah wanita itu dengan senyum yang sangat manis,jujur Max mengakui itu tapi tidak kalah manis dengan senyuman nya tentu nya.
Max mendengus memalingkan wajahnya menatao Hans yang mengendikkan bahu nya llau beralih pada anak kecil yang kini terlihat menyeringai padanya.Seakan sedang mentertawakan dirinya.
Tak berbeda dengan Zaiden,Georg juga tengah mentertawakan Maxim namun dia pandai menyembunyikan nya.
"Huff baiklah,seperti nya urusan saya sudah selesai.Saya permisi dulu!!"Max pamit,hatinya tak akan kuat menyaksikan hal yang lebih gila lagi jika benar pria tampan yang ada di sebelah Joya nya adalah suami istrinya.Sungguh sebutan yang sangat sulit untuk di ucapkan.
"Apa kau tidak ingin berkenalan dengan ku Tuan Maxim Anderson??"Msrcel bertanya seraya menaikkan sebelah alisnya.Entah apa yang ada dalam pikiran pria tampan itu sekarang namun apa yang di katakan nya mampu membuat Max berhenti dan menatap tajam pria yang mungkin akan menjadi saingan nya.
Suasana terasa sudah tidak enak lagi,Max jelas menahan cemburunya dan itu sangat kentara.Jika saja posisi nya masih sama seperti dulu mungkin Max akan langsung membawa Joya tak perduli dengan pria manapun tapi sekarang bahkan Max belum mendapat informasi apapun tentang wanita yang dia yakini adalah istrinya itu.
Marcel maju mengambil langkah dekat dengan Max tak peduli dengan tatapn pria di hadapan nya yang siap mengulitinya itu.Di depan tadi Marcel sudah bicara dengan Zaiden dan mereka sedang merencanakan sesuatu.
"Perkenalkan namaku Marcel."Marcel mengukurkan tangan nya,namun tak di sambug oleh Max sama sekali.Marcek tidak peduli,dia mencondongkan tubuhnya semakin mendekat laku berbisik"Aku suami wanita yang sedang kau dekati.Jangan macam macam atau anak kecil itu saja akan cukup membuatmu kerepotan!!"Bisik Marcel agar tidak ada yang mendengar saat dirinya mengakui jika Gea adalah istrinya.
__ADS_1
Max mengepalkan tangan nya,rahang nya langsung mengeras dengan wajah yang memerah.Gea yang melihat hal itu menjadi khawatir.
"Ada apa Marcel?Jangan mengatakan hal yang bukan bukan!!"Dia sudah sangat mengenal Marcel yang suka sekali membuat ornag lain kesal.Sangat jahil dan anak nya juga mengikuti sifat ke dua Daddy nya yang menyebalkan.
Marcel menepuk jas Max,seakan membersihkan nya dari debu lalu berbalik menghampiri Gea yang terlihat khawatir.
"Tidak ada apa apa sayang.Aku hanya menyingkirkan debu."Sindiran Marcel membuat Max semakin marah.Dirinya di anggap debu itu artinya jika pria di depan nya ini sedang menantang nya.Max melirik Zaiden dari ekor matanya terlihat bocah itu meremehkan sekali.Benar benar anak nakal ini semakin membuat kepala Max berkobar.
Tanpa sepatah kata pun Max pergi dari rumah itu di ikuti Hans.Wajah bos nya itu sudah tidak enak di lihat.
"Shiittt...!Bajingan tengik Awas saja aku akan benar benar mencincang dia hidup hidup,beraninya dia menyamakan ku dengan debu!!Max terus mengumpat marah sepanjang perjalanan.Mood nya benar benar berantakan,yang awalnya dia ingin merebut dan mengalah kan pria yang Max pikir suami Joya kini justru dirinya yang di permalukan bahkan di remehkan oleh anak yang usianya belum genap empat tahun itu.
Tanpa menunggu Hans membukakan pintu mobil,Max sudah terlebih dahulu keluar dengan kemaraha yang sangat besar langsung menuju ruang olah raga nya Max melemparkan begitu saja jas serta barang barang yang melekat di tubuhnya menuju samsak yang menggantung lalu menghantamnya dengan pukulan keras membayangkan jika saat ini wajah Marcel yang sedang di remukkan nya.
Derrtt Derrttt
Ponsel Max bergetar di dalam saku nya.Tapi Max tidak berniat untuk mengangkatnya,hingga ponsel itu berhenti berdering lalu kembali bergetar.
"Siapa??"Bentak Max kesal.Bahkan tidak ada nama di layar ponselnya.
"Hallo Paman,apa kabar??"Saat suara itu terdengar Max merada dirinya akan segera gila.
"Bajingan kecil apa yang kau lakukan,dari mana kau mendapatkan nomer ponsel ku??"Max tak mengurangi intonasi suaranya seidkit pun,karena yang sedang bicara dengan nya bukanlah anak kecil biasa.
__ADS_1
"Ck ck ck..Paman jangan mengumpat di hadapan anak kecil,kau tida sopan dan tentang dari mana aku mendapatkan nomer ponsel mu harusnya tak kau tanyakan lagi."
Max memejamkan matanya menahan emosinya yang belum juga reda tapi bocah ini semakin membuat nya marah.
"Tenang paman,tarik nafas lalu hembuskan perlahan!Ayo lakukan Paman.Tarik nafas lalu hembuskan.Ulangi sekali lagi Paman tarik lalu tahan...!!"
Max dengan bodoh nya mengikuti instruksi yang di ucapkan Zaiden,hingga Max merasa nafasnya tertahan dan terdengar suara Zaiden yang terkikik membuat Max sadar jika dia sedang di kerjai Zaiden.
Hans hanya melihat dengan bingung.
"Kau..Bo...!!"
"Tuan....!"Suara lembut itu kembali terdengar menyapa gendang telinga Maxim.Emosi yang memuncak langsung redup sesaat.Jiwa nya seakan di bawa terbang dengan ribuan kupu kupu yang cantik dan berwarna warni.
"Ekhhemm...!Tuan kau masih disana??"Suara itu terdengar kembali.
"Ahh Ya.Ada apa sayang..Emm maaf maksud saya... Itu...."Max gugup,ini pertama kalinya dia gugup saat bicara dengan seseorang.Jantung nya bertalu talu dan otak nya tidak bisa berpikir dengan baik lagi.
"Tidak apa."Jawab Gea.Jujur saja wajah nya saat ini juga sedang memerah saat Max menyebut nya sayang dan jauh di dalam lubuk hatinya Gea ingin mendengarnya lagi dan lagi.
Max berjalan menuju ke balkon ,menghirup udara yang tiba tiba terasa memabukkan.Tidak ingin menjadi orang bodoh Hans pun meninggalkan Max sendirian.
"Kau tak marah?Emm maksud ku bagaimana jika suami mu tahu ada pria lain yang memanggilmu sayang atau kau tipe wanita yang suka mencari perhatian dengan banyak pria?"Ucapan Max sangat berbeda dengan apa yang ada dihatinya.Entah senang atau marah sekarnag yang dirasakan Max.Senang karena Gea tidak marah di panggil sayang dan cemburu saat ada pria lain yang memanggil istrinya dengan sebutan yang sama.
__ADS_1
Bersambung....