
Mobil yang membawa Gea,Georg dan Zaiden tiba di rumah nya.Mereka bertiga turun namun ada yang berbeda kali ini tangan kecil Zaiden terus saja menggenggam tangan Mommy nya.
"Bibi Ramia...!!"Pekik girang Zaiden saat bibi Ramia datang menyambut kepulangan nya.Deretan gigi putih nya menambah kesan manis dan menggemaskan seorang Zaiden namun jika bicara semua orang bisa kehilangan kata katanya.Calon pebisnis hebat jika Daddy Marcel menyebutnya.
"Selamat datang tuan muda!"Sapa Bibi Ramia pada Zaiden yang berjalan di depan dengan Mommy nya di belakang nya.
"Hemm,apa kau sudah menyipkan makan siang untuk kami bibi.Kami tidak sempat makan siang di luar tadi karena aku kehilangan Mommy dan juga Daddy."Tanya Zaiden tapi apa yang di katakan nya sangat aneh,seakan orang tuanya yang tersesat bukan dia.
"Tentu saja Tuan muda.Apa kau tersesat tuan muda?"Bibi Ramia menangapi ucapana Zaiden hingga Zaiden pun semakin antusias bercerita.
"Tidak,Mommy dan Daddy yang tidak bisa menemukan ku!"
Georg memutar bola mata nya malas."Kenapa jadi kami yang tersesat?Kau ini.Sudah sana naik ke kamar dan bersihkan tubuh mu sebelum makan siang."Sela Georg yang menghetikan ocehan Zaiden sebelum bocah itu semakin banyak bicara.
."Baik Dad."Zaiden melepaskan tautan jari Mommy nya lalu berlari ke kamar nya untuk membersihkan tubuh nya.
"Sayang...!!"Georg menghentikan langkah Gea yang juga akan menaiki tangga menuju kamar nya.
"Ada apa kak?"Tanya Gea berbalik.
"Tadi aku mengundang Maxim makan malam.Ya aku tak tahu dia akan datang atau tidak tapi tidak ada salah nya jika kita menyiapkan jamuan untuk nya."
Gea tampak berpikir,nama itu seakan tidak asing tapi dia tidak ingat dimana dia pernah mendengar nama itu"Maxim siapa dia? "Lelah berpikir sendiri Gea akhirnya bertanya pada kakak nya.
"Ahh dia adalah pria yang sudah membantu Zaiden tadi.Tapi aku merasa wajah Zaiden dan wajahnya sedikit mirip.Entahlah..!!"Georg mengendikkan bahu nya.
"Baiklah aku akan menyiapkan beberapa masakan untuk menyambutnya.Mungkin saja dia datang.Kita memang harus berterima kasih."Setelah mengatakan itu Gea memutuskan untuk kembali ke kamar nga membersihkan tubuhnya lalu makan siang.
__ADS_1
Deerrttt Deerrttt
Ponsel Gea bergetar di atas nakas, saat dirinya akan pergi ke kamar mandi.Di lihat nya nama si pemanggil yang tertera ternyata itu adalah panggilan dari Daddy Marcel.
"Hallo..!!"Sapa Gea pada Marcel.
"Hai cantik,sedang apa?Emm baru beberapa hari pergi kalian sudah melupakan ku ya??"Bekum juga Gea menjawab pertanyaan Marcel tapi pria yang masih memakai pakaian oprasi itu sudah mengatakan hal yang lain lagi.
Gea terkekeh"Maaf,Zaiden sangat antusias hingga kami melupakan mu.Cepatlah datang jika pekerjaan mu sudah selesai!!"
"Hemm tentu saja.Oh ya sedang apa?"Tanya Marcel.
"Aku baru akan mandi lalu kau menelon ku!"
"Ikut...!!"
"Marcell..."
Hanya butuh waktu tiga puluh menit untuk Gea selesai dengan ritual mandi dan berdandannya.Wanita itu akan tetap terlihat cantik walau hanya dengan mencuci muka nya saja.
Tokk Tokk
"Masuk.!"Kata Gea.
Terlihat kepala Zaiden menyembul dari balik pintu"Mom kenapa lama sekali?Aku sudah lapar Mom!!"Protes Zaiden.
Gea menghampiri putra nya "Maafkan Mommy membuat mu menunggu lama sayang,tadi Daddy Marcel menelpon jadi Mommy bicara dulu sebentar dengan Daddy."
__ADS_1
"Kanapa Daddy tidak bicara dengan ku Mom?"Tamya Zaiden yang merasa kecewa.
Gea mengusap lembut rambut Zaiden lalu tersenyum "Daddy masih sibuk tapi dia berjanji akan menghubungi kita lagi.Dia merindukan mu sayang!"
"Benarkah?"
"Ya tentu Sekarang ayo kita makan!!Daddy Georg pasti sudah menunggu kita!"
Dengan menggandeng tangan kecil Zaiden,Gea turun ke lantai bawah.Perutnya juga terasa lapar sekarang.
"Kenapa lama hemm??"Pertanyaan yang sama juga di tanyakan Georg saat melihat Gea dan putra nya turun.
"Maaf,sudah membuat kakak menunggu!"Gea menarik kursi dan membantu Zaiden duduk di meja makan,menyiapkan piring dan mengisi nya dengan nasi dan lauk begitu juga dengan Georg jika saja para pelayan tidak tahu hubungan Georg dan Gea mereka pasti berpikir jika kedua ya adalah pasangan.
Menikmati makanan dengan diam adalah kebiasaan mereka,sebisa mungkin mereka tidak banyak bicara begitu juga dengan Zaiden dia juga mengerti dengan peraturan di keluarga Martes itu.
"Bibi Ramia.Nanti siapkan sedikit jamuan untuk makan malam.Karena kita akan kedatangan tamu meski belum tentu dia datang tapi tidak ada salah nya kita bersiap."
"Baik tuan.Saya akan siapkan makan malam serta beberapa cemilan."Bibi Ramia membungkuk sopan pada Georg.Meski kadang mereka bersikap akrab namun adakalanya Bibi Ramia bersikap hormat.
"Aku akan membantu Bibi!"Sela Gea.
"Baiklah,kalian istirahat saja.Kakak akan keluar sebentar jika ada apa apa segera hubungi kakak ya!!"Ada sesuatu yamg ingin di beli Georgano,lelaki dewasa itu memnag tidak suka meminta pelayan untuk membelikan barang baramg yang dia butuhkan jika tidak terdesak.
Gea tersenyum"Jangan parnoan,gak akan ada apa apa!!"Kekeh Gea.
__ADS_1
Zaiden tidak peduli dengan percakapan orang dewasa itu,dia masih menikmati puding lembut yang baru di berikan Bibi Ramia sebagai penutup.
Bersambung...