Gadis Kecil Milik Tuan CEO

Gadis Kecil Milik Tuan CEO
Bab 62.Terus awasi


__ADS_3

Max menuntun istrinya dengan sangat lembut ke ranjang padahal sudah entah berapa kali Joya menolak walau bagian intinya masih terasa aneh namun Joya masih bisa berjalan sungguh dia merasa sangat malu terlihat jelas dari wajah Joya yang terus meron.


"Sudah Mumu,aku baik baik saja jangan seperti ini !"Protes Joya lagi.


"Aku tidak mau mendengar apapun yang ku tahu sekarang kamu sedang tidak baik baik saja jadi jangan menolak bantuan dariku!"Max tetap pada pendirian nya.


''Apa masih sakit?''Tanya Max setelah berhasil mendudukkan Joya di ranjang nya.


''Tidak,emm maksudku hanya sedikit!''Jawab Joya malu.Lagi pula bagaimna Max bisa menanyakan hal itu secara gamblang.


"Coba aku lihat!''Max nyaris menaikkan kaki Joya ke ranjang tanpa memberi peringatan apapun.


''Akhh apa yang kau lakukan.Aku baik baik saja sekarang pergi urus pekerjaan mu!''Kata Joya sambil memegang kaki nya.


Max terdiam,ini pertama kali nya ada orang yang berani marah bahkan mengusirnya.MataMax menyipit melihat Joya yang tampak salah tingkah bahkan tangan yang tadi nya di gunakan untuk memegang kaki nya kini sudah berada di mulut karrna baru sadar dengan apa yang telah dia katakan.


"Mimi kamu bilang apa tadi?Coba ulangi!''Kata Max menatap Joya yang gemetar.


Joya membulatkan matanya tubuhnya gemetar sementara jantubg nya sudah berdetak sangat kencang bisa bisa nya dia kelepasan dan mengusir Max dari rumah nya sendiri.


"Tidak,tidak.Maafkan aku!Jangan marah ku mohon.Emm kau kau boleh melihat nya!''Karena ketakutan nya tanpa sadar Joya justru meminta Max melihat ke intinya.


Max menaikkan sudut bibir nya,di dalam pikiran nya langsung terkoneksi untuk menggoda Joya''Kau yakin?''Tanya Max mendekat ke wajah Joya.

__ADS_1


Joya gugub dia merutuki mulut nya yang asal bicara''Emm itu aku ....''


Max langsung manarik Joya keranjang dan membaringkan nya lalu Max memegang kaki nya,Joya yang merasakan sinyal aneh langsung menutup wajahnya karena malu dan takut.Max yang melihatnya tersenyum senang tentu dia tidak akan melakukan nya karena tahu jika inti Joya sudah baik baik saja dia sendiri yang memberinya salep tadi.


''Kau ini.Sudah istirahat saja.Aku akan keluar sebentar!''Kata Max ada hal yang harus Max kerjakan.


"Ha..?''Joya membuka tangan nya dengan bingung.


"Apa kau kecewa aku tidak jadi melihat nya?''Tanya Max menatap lekat wajah Joya.


"Emm tidak.Jika ada pekerjaan maka lakukan lah aku akan istirahat.''Jawab Joya agar Max segera pergi dan dia bisa sedikit bernafas,sungguh berdekatan dengan Max membuat dirinya sesak.


''Baiklah..'''Max meninggalkan Joya namun sebelum itu Max mencium puncak kepala Joya lalu merambat ke bibir Joya,memagutnya sebentar lalu keluar.


''Dimana mama?''Tanya Max pada Hans yang sudah menunggu nya di ruang kerja.


"Aku pernah memintamu untuk mencari tahu siapa papa kandung istriku,apakah kau sudah mendapatkan informasi itu?''Tanya Max.


''Maaf Tuan,saya belum menemukan nya.Agak sulit karena sepertinya sudah sangat lama pria itu tidak di negara ini.''Hans menundukkan kepalanya merasa kali ini dia gagal,padahal biasa nya mencari info seseorang tidaklah sulit baginya namun kali ini sepertinya informasi tentang papanya Joya tertutup rapat.


Ceklek...


''Max kau ingin bicara dengan ku?''Tanya Bianca adarasa khawatir saat tadi Marry menyampaikan pesan jika Max ingin bicara dengan nya.

__ADS_1


Max mengepalkan tangan nya walau dia mama nya tapi rasa marah saat tahu jika Mamanya yang menjebak istrinya sendiri membuat Max murka.


''Apa yang mama rencanakan?''Tanya Max langsung pada intinya tidak peduli jika disitu masih ada Hans.


"Apa maksudmu?Jangan bicara sembarangan!''Bianca marah menutupi kegugupan nya.


"Jangan mencari alasan lagi ma.Katakan kenapa kau menjebak istriku?Aku sudah katakan jika aku tidak akan meninggalkan nya itu artinya mama tidak aku ijinkan menyentuhnya!''Bentak Max.


Bianca terjengkit kaget dia tidak menyangka jika Max akan segera mengetahui jebakan yang dia buat unguk Joya secepat ini bahkan sebekum rencana nya berhasil.


"Aku tidak menjebaknya,aku hanya mengajaknya makan lalu tiba tiba kepalanya pusing dan aku membawanya ke kamar hotel setelah itu aku memanv meninggalkan nya untuk mencari obat.Apa itu salah Max?''Tanya Bianca dengan wajah yang di buat memelas agar Max kasihan padanya.


"Aku bukan anak usia lima tahun yang akan percaya dengan mudah semua kebohongan mu Ma.Aku punya saksi dan bukti jika mama yang sudah memerintahkan pria itu untuk masuk ke kamar Joya yang sudah di beri obat perangsang.Menjijikkan..''


Bianca tampak gugup mendengar Max mempunyai bukti serta saksi tetapi dia juga tidak akan mengakui begitu saja perbuatan nya.


"Max aku memesan makanan di hadapan Joya bahkan aku tidak pergi dari sana sedikitpun bagaimana cara nya mama menaruh obat itu di makanan atau minuman Joya.Kau sudah di butakan perasaan mu Max,mama kecewa padamu!''Bianca pergi tanpa Max minta demi menghindari kecurigaan Max semakin jauh padanya dan bisa saja dia kelepasan.


"Akkhhhhh....Bukti sudah mengarah padanya tapi dia terus berkilah.Aku tidak mungkin mengikatnya dan mengancamnya agar dia mau mengakhi kesalahan nya karena dia mamaku tapi apa yang di lakukan nya sangat keterlaluan.''Maki Max.


"Jika memang Nyonya terlibat maka kita harus kumpulkan bukti yang lebih akurat,pernyataan Tuan Leo memang bisa mengarah pada Nyonya tetapi di sana tidak ada rekaman tentang kejadian saat Nyonya masuk.Saya rasa ada orang yang ikut terlibat.''Kata Hans.


''Baiklah,kita kan kumpulkan semua bukti nya,tangkap pria itu Hans dari sana kita bisa mengetahui siap yang benar dan siapa yang berbohong.Satu lagi awasi mama kemanapun dan laporkan padaku!''Kata Max mengepalkan tangan nya.Kematian papanya masih mengerah pada Jeremy tapi motif nya belum mereka temukan di tambah kasus istrinya membuat Max sakit kepala.

__ADS_1


"Akan saya laksanakan Tuan!''Hans mengangguk lalu keluar meninggalkan Max yang masih diam di tempat nya.


Bersambung...


__ADS_2