
Suara langkah lebar Georg dan Marcel yang menghentak dingin nya lantai rumah sakit saling bersahutan,terdengar begitu kalut seperti detak jantung mereka yang juga berpacu sangat cepat.Dalam gendongan Marcel,Zaiden sudah meneteskan airmata nya.Bocah itu menyalahkan dirinya sendiri sebagai penyebab Mommy nya kecelakaan.
Ruang yang tertutup rapat itu semakin membuat jantung ketiga nya tidak tenang,sampai pintu itu terbuka dan menampilkan seornag pria dengan pakaian putih dan wajah tertutup masker.
"Bagaimana keadaan adik ku?"Tanya Georg tergesa.Daddy nya sudah berpesan agar menjaga adiknya itu tapi apa yang terjadi adiknya justru mengalami hal buruk.
"Hiksss Mommy,maafkan Zaiden!!"Lirih bocah itu,Dia sangat ketakutan.Marcel yang melihat nya pun menjadi sedih di bawanya Zaiden dalam pelukan nya.
Dokter itu tersenyum"Adik anda baik baik saja,hanya saja luka yang sekarang bersda tepat pada bekas luka yang lama.Apakah adik anda pernah mengalami kecelakaan sebelum nya?"Tanya Dokter itu dengan tenang.
Georg mengangguk lemah.Sang Dokter menghela nafasnya"Saat ini adik anda masih belum sadar,dia masih syok hantaman di kepalanya lumayan keras.Kita berdoa saja semoga dia cepat sadar jika sampai dua jam dia belum bangun maka kita akan melakukan pemeriksaan selanjutnya!"Dokter itu tersenyum sebelum pamit meninggalkan Georg,Marceld an Zaiden.
Tak lama pintu ruangan terbuka,para perawat mendorong brangkar dengan tubub pucat dan damai Gea disana.Georg menangis,dia melihat kembali adiknya harus terbaring lemah dengan menutup matanya.
"Mom...Bangun!!Zaiden tidak mau es krim..!!"Bocah iti melompat dari gendongan Marcel lalu berjalan di sisi Mommy nya memegang lembut tangan yang biasa nya terasa hangat itu.
Georg tidak tahan lagi,dia segera mengambil langkah pergi meninggalak Zaiden bersama Marcel.Dahang pria itu mengeras dengan tangan mengepal kuat.Kemarahan menyelimuti hatinya,otak nya terasa mendidih sekarang.
"Mau kemana?"Tanya Marcel mencekal tangan Georg.
Tatapan mata Georg bagai laser yang mematikan hingga Marcel melepaskan tangan Georg"Menemui supir bodoh itu!!"Entah apa yang ingin di katakan Marcel tapi Georg tidak peduli.Amarah nya harus mendapat pelampiasan.
Zaiden hanya melihat sekilas kepergian Daddy nya lalu kembali mengikuti para perawat yang mendorong brangkar Gea menuju ruang rawat.
Georg dengan mata yang merah menatap seorang pria yang kini sedang menggigil ketakutan.Tidak ada lagi wajah ramah dan teduh seperti biasa yang melekat pada Georg.
"Ampun Tuan...!!!"Bibir supir itu gemetar memohon ampunan Georg.
"Katakan apa alasan mu membiarkan adik ku menyebrang sendiri?"Suara Georg terdengar tenang tapi jangan pikir jika pria itu terkendali.
__ADS_1
"N Nona memaksa Tuan.Saya tidak berani membantah!"Entah benar atau salah tapi dia juga harus mengatakan.Memang seperti itu kenyataan nya.
"Bodoh,tugasmu disini bukan hanya untuk duduk di dalam mobil,tapi juga menjaga adik ku!"
Bughh
Akhhh
Bughhhh
Georg melepaskan juga pukulan keras ke ulu hati supir adiknya itu.Dia bahkan tidak berani menyampaikan berita ini pada Daddy nya yang pasti juga akan mengamuk padanya nanti.
"Tuan...!!"Seseorang membisikkan sesuatu pada Georh yang membuat wajah pria itu semakin menggelap.
"Jangan beri dia makan!!'Perintah Georg di angguki anak buah nya sebelum kaki nya melangkah mengikuti seseorang yang membisikkan sesuatu padanya.
"Seperti nya kecelakaan ini di sengaja Tuan!Mobil penabrak sudah mengikuti Nona sejak dia keluar dari rumah sakit."
Tangan Georg terus mengapal hingga dia bisa merasakan jika jari jarinya sakit.
"Cari tahu siapa dia,Aku ingin kau mendapatkan dalam keadaan hidup!Jangan menyentuhnya sedikit pun."
Georg menggosok dagunya.Menebak siapa yang ingin mencelakai Gea adiknya.Jika kecelakaan ini di senagaja bisa jadi kecelakaan yang dulu juga disengaja.Tapi apa dan siapa yang melakukan nya apakah adiknya punya musuh hingga ada seseorang yang menginginkan kematian nya.
Georg menyugar rambutnya kasar,kelumpuhan ingatan Gea membuat nya kesulitan mencari jejak masa lalu Gea,bahkan dia sudah mengerahkan anak buah nya untuk menyelidiki nya namun jejak digital Gea tidak di temukan.
****
Hans melepas selfbelt nya dengan buru buru,dia juga mengabaikan sapaan para karyawan nya.Harus nya dia bertemu dengan klien mewakili Max karena Max sedang tak berminat.Sudha beberapa kali Hans mencoba menghubungi Max namun ponsel pria itu selalu di luar jangkauan.
__ADS_1
Braakkk
"Tuan..!!'Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu,Hans langsung menerobos masuk ke ruangan Max.Mata pria itu nyaris keluar melihat kelancangan Hans.
."Hans kau mau ku pecat?"Bentak Max marah karena terkejut."Max sampai memegangi dadanya.
""Maaf tapi ini penting."
"Diamlah jangan mengganggu ku,kau tahu aku masih banyak pekerjaan!!"Max menghentikan ucapan Hans .
"Nona Gea kecelakan dan sekarang di rumah sakit!!"Kata Hans langsung saja agar ucapan nya tidak lagi terpotong oleh kemarahan Max.
Max spontan berdiri bahkan kursi yang di dudukinya sampai oleng."Kenapa tidak kau katakan sejak tadi,bodoh!!"Umpat Max yang segara mengambil Jas yang berada di bahu kursi lalu bergegas keluar meninggalkan Hans yang masih bengong di sebut bodoh.
"Hans..!!"Teriak Max yang semakin marah melihat Hans belum juga bergerak dari tempatnya.Tidak tahukah Hans jika sekarang jantung Max nyaris berhenti.
Mengejar langkah lebar Max,Hans pun langsung berlari bahkan tak peduli dengan Max yang kini tertinggal karena dia harus lebih dahulu sampai di mobil sebelum Max kembali mengamuk dan mengatainya lamban atau bodoh.
Braaakkk
Brakkk
Suara pintu mobil pun terengas keras."Apa yang terjadi?"Tanya Max.
"Sebuah mobil menabrak Nona saat dia menyebrang jalan menuju ke minimarket.Mobil itu juga kabur setelah memastikan tubuh Nona tidak bergerak dan menurut informasi yang saya terima mobil Nona sudah di ikuti sejak dia keluar dari rumah sakit."Jelas Hans yang sudah menyuruh anak buah nya untuk mencari informasi tentang kecelakaan itu dan telah melaporkan nya padanya.
Max mengepalkan tangan nya"Dasar tidak berguna,apa gunanya dia punya kakak jika tidak bisa menjaga nya dengan baik dan kemana suami bodoh nya itu kenapa membiarkan istrinya pergi sendirian.Tampang nya saja yang tampan tapi tidak bertanggung jawab."Omel Max kesal,istrinya kini terbaring di rumah sakit."Cari pelakunya sampai ketemu!!Aku akan menghukumnya dengan tangan ku sendiri!!'Lanjut Max
Hans mengangguk tanpa mengurangi kecepatann mobil nya agar mereka segera tiba di rumah sakit.Tidak hanya Max tapi dirinya juga sangat khawatir.
__ADS_1