Gadis Kecil Milik Tuan CEO

Gadis Kecil Milik Tuan CEO
Bab 69.Sosok dalam kegelapan


__ADS_3

Semja mata mengarah pada Bianca yang asal bicara.Tatapan tidak suka jelas terlihat di mata Tuan Marco dan juga Tuan Nathan.


"Kenapa kalian melihat ku seperti itu hah?Aku sedang berduka kehilangan putraku bahkan hingga kini belum ada kabar tentang nya."Lirih Bianca dengan nada yang di buat sedih agar menarik perhatian Jihan dan yang lain nya,tampak nya alkohol yang dia minum sedikit banyak mempengaruhi otak nya hingga dia bicara asal.


"Kau harusnya tida mengatakan hal buruk tentang mereka.Kau sungguh aneh Bianca bahkan aku sempat berpikir jika kau adalah dalang dibalik kecelakaan yang menimpa Max dan Joya andai kau bukan mamanya!!!"Jihan tidak bisa menahan diri mendengar Bianca berkata yang bukan bukan tentang Max dan Joya.



"Jaga bicaramu Jihan!!!"Amuk Bianca menatap nyalang Jihan di penuhi dengan dendam.


"Sudah Jihan tidak ada gunanya kau bicara panjang lebar padanya.Dan kau Bianca jika aku menemukan bukti jika kau terlibat kecelakaan mereka maka kali ini aku pastikan kau akan menderita!!!"Ancam Tuan Marco.


"Kalian memang tidak waras.Max adalah putraku bagaimana aku akan mencelakainya??Aku memang buruk di mata kalian tapi aku tidak sekejam itu!!"Bianca keluar dari kamar dan menutup pintu dengan keras tidak peduli dengan Tian Marco yang sedang sakit.


"Kalian harus mencari dalang di balik kecelakaan Max.Apabila memang dia terlibat maka jangan pikirkan tentang hubungan!!"Ucap Tuan Marco memberi perintah pada Tuan Nathan.


"Baik pa.Aku akan melaksanakan apa yang papa perintahkan.Rasanya sudah sanagt lama saat aku melakukan nya!!"Tuan Nathan tersenyum penuh makna menatap Istrinya.Jangan anggap jika Tuan Nathan adalah pria baik yang bersih,karena sebelum bertemu dengan Nyonya Jihan dia adalah seorang mafia walau iti sudah lama namun nama nya masih sangat berpengaruh.


Tuan Nathan meninggalkan istrinya bersama Tuan Marco .Sementara dirinya keluar dan menuju ruang kerja nya setelah memastikan pintu tertutup rapat Tuan Nathan segera mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang.

__ADS_1


"Ben,aku ingin kau menyelidiki seseorang dan juga retas ponselnya.Setelah kau mendapatkan apa yang aku butuhkan segera kabari aku!!"Kata Tuan Nathan serius di wajahnya tidak terlihat seperti Tuan Nathan yang mereka sering lihat namun aura Tuan Nathan kali ini sangat kejam.


Setelah mendapat kata sanggup dari lawan bicaranya Tuan Nathan merilekkan wajah nya dan kembali menemui istri dan papa mertuanya.


"Kita akan segera mendapatkan informasi yang kita butuhkan.Papa jangan khawatir dan fokus saja dengan kesehatan papa!!Kata Tuan Nathan menenangkan Tuan Marco.


Nyonya Jihan hanya menghela nafasnya kali ini dia tidak akan mencegah suaminya untuk kembali menggunakan koneksinya demi Max dan Joya.


Sementara di dalam jurang yang gelap,sesosok tubuh bergerak perlahan namun menimbulkan rasa sakit yang teramat sangat di tubuhnya.Matanya mengerjap berusaha menguasi cahaya bulan yang masuk ke indra penglihatan nya.


"Akkhhhh.."Geram nya marah karena tidak bisa mengerakkan kaki nya dengan baik.Tangan nya mencoba meraih apapun yang bisa di raih mencoba bangkit dan mencari sosok yang sangat dia khawatirkan.


"Joyaaaa!!!!!"Max berteriak memanggil nama istrinya dalam kegelapan.Ya sosok yang sedang berusaha untuk bangkit dari tanah yang lembab itu adalah Max.Dia tersadar dari pingsan nya namun tubuhnya terasa sakit bahkan kakinya tidak bisa di gerakkan.Max mengingat semua yang telah terjadi,rahang nya mengeras sementara tangan nya mengepal kuat."Joyaaaaa...Jawab aku dimana kau??"Teriak Max lagi.Dirinya benar benar khawatir dengan keadaan Joya jika dia saja seperti ini bagaimana nasib Joya istrinya.


"Aku harus mencarinya!!"Max menarik paksa kaki nya.Dia tidak peduli dengan rasa sakit di sendi sendinya yang seakan remuk dan akan lepas dari tempat nya,belum lagi kaki nya yang tidak terasa apapun.


"Joya....!!!"Max terus menggemakan nama Joya berharap Joya akan menyahut dan menjawab panggilan nya.Namun hingga Max merasa lelah Joya juga tidak menjawab panggilan nya,sementara tubuhnya semakin lemah karena darah yang terus keluar dari dahinya.Bagaimana tidak mereka terjatuh dari tebing yang ketinggian nya tidak main main.


Max sudah kelelahan dia terus menyeret kakinya,tanah yang basah dan kotor di tambah ranting ranting pohon yang berserakan membuat luka Max semakin banyak.

__ADS_1


"Joya...!"Lirih nya sebelum dia benar benar kehilangan kesadaran nya bahkan Max melihat secerca sinar yang mendekat ke arah nya sebelum dia benar benar menutup mata.


Leo juga ikut membantu Hans dan yang lain nya mencari Max dan Joya.Walau dia tidak menangis namun dalam.hati dia sangat khawatir Max memang menyebalkan tapi dia adalah kakak yang baik.



"Apa sudah ada tanda tanda nya?"Tanya Leo menatap Hans yang penampilannya sangat berantakan.


"Belum,tapi saya yakin mereka pasti selamat!!!"Jawab Hans sangat optimis dia kenal baik bos nya yang keras kepala itu.


Leo mengangguk setuju""Ya kau benar,aku juga yakin jika pria arogan itu akan selamat!!"Leo tetap mengumpat Max walau dalam keadaan genting seperti ini membuat Hans mencebikkan bibir nya.


"Saya akan kembali melakukan pencarian!!"Hans bergerak mengikuti insting nya.


'"Tunggu Hans!!"Cegah Leo.


Hans berbalik namun tidak menghampiri.Melihat Hans yang hanya diam.di tempatnya Leo mendekati Hans lalu berbisik""Jika kau atau aku yang menemukan Max atau Joya.Maka kita harus menyembunyikan mereka dan merahasiakannya.Aku yakin kecelakaan ini adalah ulah seseorang!!"Hans mengangguk mengerti dia setuju dengan apa yang Leo katakan tanpa keraguan sedikitpun.


"Baiklah ayo kita lanjutkan pencarian!!!"Mereka kembali menyusuri hutan lebat dan berharap merekalah yang menemukan nya terlebih dahulu.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2