
Waktu sudah menunjukkan pukul lima sore berarti sebentar lagi Max akan kembali dari kantor,degup jantung Joya terasa dua kali lebih cepat berdetak entah kenapa sejak kejadian siang tadi hatinya sedikit berkedut lebih sakit dari saat mama nya menyakitinya.
''Hei kau!''Bianca sudah berdiri di depan Joya dan membuat Joya sedikit memalingkan kepalanya karena kaget.
''Iya Nyonya ada apa?''jawab Joya menundukkan kepalanya dia tahu sekejam kejam nya Max maka wanita yang ada di hadapan nya ini jauh lebih kejam.
''Dengar,aku tidak ingin sampai rencana Max mendapatkan warisan itu gagal dan tugas mu disini membantu Max untuk mendapatkan nya dan sesuai dengan kontrak yang sudah kita sepakati maka kau akan bebas setelah ini terserah padamu mau apa yang kau lakukan dan janvan coba coba untyk mempengaruhi Max.Apa kau paham?''Tanya Bianca,bukan tanpa alasan dirinya mengatakan ini pada Joya.Dia berharap Joya tidak membalas perasaan Max karena jika Joya membalasnya maka Max tidak akan mau menikah dengan Rebeca.
''Baik Nyonya saya paham.''
''Bagus,aku tahu kau pintar dan satu lagi kau harus meyakinkan kakek tua itu untuk segera menyerahkan warisan itu!''Kata Bianca sebelum dia meninggalkan Joya sendiri di kamar nya.
Kini kepala Joya semakin sakit,entah bagaimana dia merayu kakek Marco sementara dia hanya orang baru di keluarga itu apalagi dia juga belum mengenal lama mereka.
Meninggalkan Joya di kamar nya kini Bianca kembali ke kamar nya sendiri.
''Hallo..''Seketika wajah Bianca terluhat sangat bahagia mendengar suara seorang pria yang sangat dia rindukan.
''Jeremi..Bagaimana kabarmu?''tanya Bianca.
''Jauh lebih baik setelah kau menghubungiku.Bagaimana,apa kita bisa bertemu aku sangat merindukan mu sayang.''
''Tentu,aku juga sangat merindukan mu.Datang lah dan hubungi aku jika kau sudah tiba aku akan menjemputmu!''Kata Bianca rasanya tidak sabar ingin bertemu dengan pria yang sangat dia cintai itu.
__ADS_1
''Tentu.Aku akan datang dan memanjakan mu.Bagaimana apa Max sudah mendapatkan warisan itu?''
''Belum,kakek tua itu meminta waktu satu minggu untuk mengurus semua nya.Jadi bersabarlah setelah itu kuta akan mendapatkan semua nya.''
''Baiklah,hanya satu minggu tapi jika dia tidakenyerahkan nya juga maka biarkan aku turun tangan,jika dengan lembut mereka tidak bisa maka cara kasar adalah jalan satu satu nya.''
''Kau benar.Baiklah sampai jumpa.Aku mencintaimu.''
Panggilan pun terputus Bianca duduk di balkon menatap ke luar menikmati uadara sore yang terasa berbeda.
Sementara di sana Jeremy mulai mengemas barang seperlunya saja dia juga sangat merindukan wanita yang telah melahirkan anak untuknya.Setelah menghubungi asisten nya dia segera menuju ke bandara tidak ingin membuang waktu sama sekali.
Mata elang Jeremy terpejam mengingat di mana papa nya Max memergoki dirinya dan Bianca ,panik tentu saja masih terekam jelas bagimana pria itu menggeram marah dan menceraikan Bianca saat itu juga tetapi mereka tentu tidak tinggal diam dan membiarkan rencana mereka hancur begitu saja.
Benar saja papanya Max memaksa mengendarai mobilnya sendiri dan akhirnya seperti yang mereka duga mobil itu kecelakaan.
''Ahhh pria yang bodoh.Dia sama sekali tidak menyadari jika wanita nya akan menghancurkan nya bahkan bisa melakukan apapun sampai sampai pria tua itu tidak berkutik walau sudah mengetahui apa yang terjadi.''Gumam Jeremy dengan senyum penuh misteri.
Dia kembali menutup matanya mengisi paru parunya dengan udara yang di hirup perlahan seakan dia sangat menikmati udara ini.
Beberapa jam kemudian pesawat mendarat dengan selamat dengan gagah nya Jeremy melangkah kekuar dari bandar namun matanya terus mencari wanita yang berjanji akan menjemputnya.
Beberapa langkah di depan seorang wanita cantik bergaun indah sedang tersenyum sangat manis di usia nya yang menginjak kepala empat Bianca masih terlihat segar.Senyum nya mengembang melihat sosok pria yang sangat dicintai nya berdiri gagah hanya beberapa langkah dari nya.
__ADS_1
Tidak ada kata yang keluar selain sengum yang mengembang,dia masih menjaga kewarasaan nya agar tidak langsung berlari memeluk Jeremy.
''Aku merindukan mu!Kau harus menghabiskan waktu dengan ku!''Bisik Jeremy di telinga Bianca dirinya juga menahan kerinduannya karena mereka sedang berada di keramaian jika gegabah dan ada wartawan maka nasib mereka akan hancur skandal akan muncul dan mereka tidak mau itu terjadi.
''Kita tidak akan tidur semalaman.''Jawab Bianca seraya berbisik pula.
Jeremy tersenyum menanggapi ucapan Bianca,selama ini dia tidak pernah mencari wanita lain hanya Bianca wanita yang sudah mejerat hatinya.
''Sudah makan?atau kau ingin aku membawamu ke restoran sebelum pulang?''Tanya Bianca.
''Boleh,aku memang lapar.''Tanpa bergandengan tangan keduanya berjalan beriringan menuju tempat parkir.
''Bagaimana anak itu,apa masih berada disini?''Tanya Jeremy.
''Ya,masih. Kau tahu anak itu hampir membuat masalah.''
''Hemm dia memang manja,sama sepertimu!''Jefemy tersenyum begitu juga dengan Bianca.
Mereka tidak tahu jika sebenarnya sejak tadi ada yang terus mengawasi mereka berdua bahkan tidak hanya di restoran namun juga sampai mengikuti ke rumah Jeremy.
''Ku harap kau tidak mengingkari ucapan mu!''
''Oh tentu,aku tidak akan mengingkatinya tapi sebelum itu hubungi Beca dan minta dia untuk datang aku tidak ingin dia membuat masalah disana dan mengacaukan semua nya.''Bianca tahu apa yang terjadi siang tadi di kantot Max karena itu semua dalah rencana nya,meminta Joya datang ke kantor untuk menyaksikan apa yang Max dan Beca lakukan di belakang nya dan berhasil Joya tidak banyak bicara sejak siang walau dia tidak mengatakan apapun tapi Bianca tahu rencananya pasti berhasil.
__ADS_1