Gadis Kecil Milik Tuan CEO

Gadis Kecil Milik Tuan CEO
Bab 22.Max yang aneh


__ADS_3

Max tiba di kantor dengan wajah yang seram.Tidak seorang pun dari karyawan nya yang berani menyapa nya mereka hanya menunduk dan diam di tempatnya saat Max melewati mereka.


''Jam berapa rapat nya di mulai?''Tanya Max tanpa menyebutkan nama Hans.


''Tiga puluh menit lagi tuan.''Jawab Hans


Max menarik nafas nya dan membuang nya dengan kasar.''Percepat rapat nya aku i gin segera pulang.Aku ingin lihat apa yang di lakukan gadis bodoh itu dengan kakek tua itu!''Hanya jika melihat Joya tersenyum membuat mood nya menjadi baik.


''Kejutannn...''Teriakan nyaring seorang wanita membuat Max dan Hans menoleh ke asal suara.


Seorang gadis yang sangat cantik muncul dari balik pintu,balutan drees seksi nya membuat setiap lekukan tubuhnya terlihat nyata bahkan kulit mulus nya sangat menggoda siapa saja untuk menyentuh nya.


''Sayang bagaimana kabarmu?Maaf aku tidak mengabarimu tapi aku datang untuk menemuimu sekarang Aku sangat rindu padamu!''Rebecca datang lalu memeluk Max dengan saat erat.


Hans mendengus tidak suka tapi dia tidak dapat berbuat apa apa tapi yang membuat Hans berpikir mengapa bos nya hanya diam saja padahal dia sangat marah saat tahu jika kekasihnya berselingkuh.


''Permisi tuan.''Pamit Hans.


Hans keluar dan mengabarkan jika rapat akan segera di lakukan membuat semua peserta rapat menjadi kalang kabut.


''Kenapa kau diam saja Max?Apa kau tidak merindukan aku?''Tanya Rebecca yang melihat ada yang berbeda dengan Max.Biasanya Max akan memeluknya lama lalu memberikan kecupan padanya tapi kali ini dia sangat berbeda sedari tadi hanya Rebecca yang aktif.


Max sebenarnya merasa jijik dengan Rebecca setelah tahu apa yang di lakukan kekasihnya ini di belakang nya tapi belum saat nya membuat Rebecca malu dia harus menyiapkan kejutan untuk wanita ini.


''Tidak ada,aku hanya lelah.Maaf aku ada rapat yang sangat penting sebaik nya kau pergi dulu nanti aku akan menemui mu!''Kata Max dingin.


''Kau kenapa Max.Padahal aku sudah menyempatkan datang kemari dan malam ini aku harus kembali ke paris karena pemotretan ku belum selesai?Kau ada masalah?''Rajuk Rebecca.

__ADS_1


''Maafkan aku sayang.Aku benar benar lelah,saat ini banyak masalah yang harus aku selesaikan.Mengertilah,kau boleh kembali ke paris.Aku akan memberi kejutan nanti padamu!''Kata Max membelai rambut Rebecca walau sebenarnya ingin sekali dia menariknya dengan sangat keras dan menyeretnya keluar dari gedung kantornya.


Rebecca mengangguk dia menampakkan wajah sedihnya karena harus berpisah kembali denvan Max padahal sesungguh nya dia sangat girang karena akan berduaan dengan Jack.


''Kau janji akan memberi aku kejutan?''Tanya Rebecca memastikan.


Max mengangguk''Tentu saja dan kau taju kejutan ku tidak akan pernah mengecewakan!''Max tersenyum licik.


''Baiklah,selamat bekerja sayang.Aku pasti sangat merindukan mu,padahal aku sangat ingin menghabiskan waktu denganmu sebelum aku kembali ke paris tapi kau terlalu sibuk.''


''Maafkan aku!''


''Ya,mau bagaimana lagi.Ingat aku menunggu kejutan darimu!''Rebecca memeluk erat Max seakan berat meninggalkan nya.


''Tentu,sekarang aku harus segera rapat.''


Di ruang rapat semua wajah tampak sangat tegang,Max tidak bisa mentolerir siap saja yanv membuat kesalahan apalagi saat ini ada yang mencoba ingin mencurangi dirinya.


''Ampun tuan..maaf kan saya!tolong jangan pecat saya!''Seorang pria bernama Bram tengah berlutut di kaki Max di hadapan semua para karyawan.


''Kau tahu aku tidak pernah memaafkan siapapun:?''Tanya Max dingin dengan gaya angkuh dia berdiri sambil memasukkan satu tangan nya ke saku celana nya.


''Tuan tolong,saya tahu saya bersalah tapi saya melakukan ini karena anak saya butuh dana besar untuk pengobatan nya tuan.Tolong maafkan saya!!''Lirih Bram masih berlutut di kaki Max.Dia sudah tidak peduli dengan rasa malu pada semua karyawan yang melihat nya baginya keselamatan anak nya jauh lebih penting.


''Baiklah,aku akan mengampuni nyawamu tapi tidak dengan pekerjaan mu.Aku memecat mu!''Kata Max tegas.


Awalnya Max tidak ingin mengampuni nyawa Bram ttapi setelah Hans membisikkan sesuatu padanya maka Max mengubah keputusan nya.

__ADS_1


Bram menatap Max,dia tahu jika kali ini Max memberi dia kesempatan hidup tapi jika tanpa pekerjaan maka apa yang akan terjadi pada anak nya.


''Tuan,saya tahu jika anda sudah berbaik hati pada saya.Ampuni saya yang tidak tahu diri ini Tuan.Tolong ijinkan saya tetap bekerja jika saya tidak bekerja bagaimana dengan nasib anak saya tuan?Saya berjanji tidak akan mengulangi kesalahan saya.Saya mohon tuan!!''Bram tidak ingin menyerah,sebagain seorang ayah dia ounya tanggung jawab untuk anak anak nya.


Max memijit pelipisnya kepalanya berdenyut entah kenapa sekarang dia menjadi plin plan seperti ini.


''Pulanglah sebelum aku berubah pikiran!''Max meninggalkan Bram yang masih berlutut dan menangis di tempat nya.


Bram hanya bisa melihat Max yang masuk ke ruangan nya dan menghilang di balik pintu.Lalu dia pun bangkit dan berjalan gontai menuju ruangan nya sendiri untuk membereskan barang barang nya.


''Apa yang kau katakan itu benar Hans?''Tanya Max pada Hans ternyata tadi Hans membisikkan jika Bram.memang tidak berbohong.Dia memang sedang berusaha mengobati anak nya yang sakit itu sebab nya Bram mencurangi Max.


''Bagaimana keadaan nya sekarang?''


''Dia masih di rumah sakit dan butuh biaya besar.Jika Bram tidak bekerja maka kemungkinan anak nya akan di keluarkan dari rumah sakit tuan.''


Max diam dia merasa kasihan tapi itu bertentangan dengan apa yang mama nya ajarkan selama ini.


''Kenapa sekarang aku jadi seperti Leo?'Max tidak habis pikir dengan dirinya sendiri yang seperti tidak punya pendirian.


''Carikan Dokter terbaik dan carikan donor untuk anak itu Hans.Bagaimana pun cara nya anak itu harus sembuh!''Perintah Max yang membuat rahang Hans nyaris terjatuh karena tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.Ini seperti bukan Maxim yang dulu.Hans sampai menatapnya berulang kali untuk memastikan yang dihadapan nya ini Maxim majikan nya atau orang yang berpura pura menjadi Maxim.


''Apa kau mendengarku Hans?''Tanya Max yang kesal karena Hans tidak menyahut tapi hanya melihat nya saja.


''Saya dengar tuan.Tapi apa yang saya dengar itu benar?''Tanya Hqns balik dengan wajah yang nampak bingung.


''Periksakan telingamu jika kau ragu dengan pendengaran mu!''Jawab Max semakin kesal.

__ADS_1


__ADS_2