
Joya melangkahkan kaki nya keluar dari kamar mewah Max.Wajah nya tampak sudah segar walau ada rasa canggung tetapi tidak mungkin jika dia terus berada di dalam kamar menunggu Max pulang dari kantor di tambah Joya memang terbiasa bergerak atau melakukan sesuatu selama tinggal bersama mama nya.
''Pagi pak Jo.''Sapa Joya yang melihat pak Jo sedang mengawasi para pekerja.
''Ahh Nona, maaf saya tidak melihat kedatangan anda.Ada yang anda butuhkan?''Tanya Pak Jo menunduk hormat.
Joya mengulas senyum manis nya''Tidak pak,Saya hanya merasa bosan berada di kamar terus.Emm pak.''
Pak Jo mengerutkan alisnya ''Ada apa Nona?''Pak Jo melihat Joya merasa ragu.
''Emm begini pak.Apa ada yang bisa saya bantu?Maksud saya,saya merasa bosan tidak mengerjakan apapun?''Tanya Joya pada akhirnya.
Pak Jo dan pelayan yang mendengar permintaan Joya merasa aneh karena Joya sama sekali tidak sombong bahkan dia ingin ikut mengerjakan pekerjaan yang sebenarnya tidak boleh dia kerjakan.
''Maaf Nona.Kami sudah menyelesaikan semua pekerjaan yang ada,lagi pula tidak mungkin saya memberi pekerjaan untuk Nona sementara tuan Max yang mempekerjakan kami!''Tolak pak Jo dengan halus.
''Kita setara pak.Bahkan hidup kalian jauh lebih baik dari hidupku!''Batin Joya.
''Emm baiklah pak kalau begitu saya akan kembali ke kamar.''Joya tampak kecewa tapi dia juga tidak berani memaksa
Pak Jo hanya membungkukkan tubuh nya tanpa mengatakan apapun.Mereka masih ingat bagaimana kemarahan Max saat Joya sakit dan tentu saja mereka tidak akan mengulangi kesalahan yang sama dengan memberi pekerjaan pada Joya.
__ADS_1
Sudah pukul empat sore artinya sebentar lagi Max akan pulang,rasanya masih canggung jika mengingat Max yang terus memeluk nya sepanjang malam bahkan terlihat enggan melepaskan nya walau hari sudah pagi.
Mengingat nya membuat pipi Joya bersemu merah dan malu.
''Kau kenapa?''Suara Max mengagetkan Joya yang tengah melamun.
''Astaga,sejak kapan dia ada di sini?Kenapa aku tidak mendengar pitu kamar terbuka ,lagi pula ini belum waktunya kembali.''Batin Joya menatap Max tanpa berkedip.
Max mengerutkan alisnya bibgung melihat ekspresi Joya''Ada apa?wajah mu tampak memerah?''Tanya Max tanpa ekspresi berbeda dengan Joya yang semakin salah tingkah.
''Emm,tidak ada apa apa.Emm sejak kapan anda pulang?Emm maksud saya,saya tidak mendengar suara pintu terbuka?''Tanya Joya gugup.
Max berjalan menghampiri Joya yang masih diam di tempat nya tapi terlihat jelas jika dia tengah berpikir saat ini''Bagaimana kau bisa mendengar nya jika pikiran dan hatimu melayang entah kemana?Apa yang kau pikirkan sampai pipi mu semerah tomat?''Max balik bertanya dengan mata yang terus menatap Joya lekat.
Bukan Max jika percaya begitu mudah,baginya jawaban Joya sangat tidak masuk akal,di luar sama sekali tidak panas apalagi di kamar juga di pasang ace.
''Ku rasa kau harus berpikir sebelum berbohong!''Kata Max tanpa mendengarkan jawaban Joya dan meninggalkan nya ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya.
Joya merutuki kebodohan nya yang berbohong tanpa melihat keadaan terlebih dahulu.
''Astaga,aku sangat malu.Bagaimana aku bisa mengatakan jika cuaca sedang panas padahal aku tahu jika sekarang sama sekali tidak panas justru sebalik nya.Ahhh,malu malu...'''Joya menutup wajah nya yang semakin memerah.
''Eh tapi ada apa dengan nya?Tidak biasanya dia bersikap seperti itu,apa dia sedang ada masalah?''Gumam Joya yang merasa aneh dengan sikap Max .''Sudah lah yang penting dia tifak marah marah lagi padaku.''Joya segera bangkit dari duduknya dan menyiapkan pakaian yang akan Max kenakan sore ini.Pakaian santai yang nyaman.
__ADS_1
Max keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit bagian pinggang ke bawah,entah kenapa walau sudah sering melihat Max seperti itu tapi tetap saja membuat Joya merasa gugup apalagis ekarang Max membuka handuk nya dan memakai pakaian nya di hadapan Joya,reflek Joya membalikkan tubuh nya menatap arah berlawanan.Dia belum siap melihat segalanya.
Max yang menyedari jika Joya membelakanginya hanya mengulas senyum simpulnya dia tentu tahu jika saat ini Joya pasti sedang gugup dan Max sangat senang mengganggu Joya.Hiburan bagi Max setelah penat seharian bekerja.
''Kau,kemari!''Kata Max
Joya melirik perlahan dengan mata yang tidak sepenuhnya terbuka karena merasa malu melihat tubuh Max jika dia belum selesai mengenakan pakaian nya.
''Apa kau tidak mendengar?''
''Maaf tuan.Anda butuh sesuatu?''
Max berbalik menatap Joya,bahkan melihat Joya menutupi wajahnya dengan tangan bisa membuat Max merasa lucu.
''Bantu aku merapikan rambut ku!''Kata Max pada akhirnya.
Joya mengintip Max yang ternyata sudah mengenakan pakaian lengkap dia pun merasa lega.
''Baiklah!''Joya segera mendekati Max dan mulai merapikan rambut nya.
''Padahal hanya tinggal menggunakan sisir saja tetapi bahkan dia pun tidak bisa melakukan nya sendiri,apa mungkin tangan nya sangat lelah hingga tangan nya yang besar itu tidak sanggup mengangkat sisir kecil ini?''Batin Joya tetapi tetap melakukan nya walau canggung.
''Ekhemm...''
__ADS_1
Bersambung.