Gadis Kecil Milik Tuan CEO

Gadis Kecil Milik Tuan CEO
Bab 42.Ingin mati


__ADS_3

Max tidak dapat bernafas dengan baik selama dalam perjalanan,jantung nya seakan ingin keluar dari tempat nya dan berpacu dengan roda mobil yang seakan berputar melambat padahal sang pengemudi sudah melajukan nya dengan kecepatan maksimal.


Brakkk


Mobil belum sepenuh nya berhenti saat Max tiba tiba membanting pintu dan segera berlari menuju sang istri yang sedang pingsan dan berbaring di ranjang nya.


Han hanya berdecak melihat tingkah konyol majikan nya saat ini dan sangat yakin jika sekarang majikan nya telah memiliki taman bunga di hatinya.


''Joya!''Panggil Max seraya berhambur dan meraih tangan pucat dingin yang menutup matanya dengan damai.


''Tenang lah Max,dia masih bernyawa hanya saja kondisi nya cukup mengkhawatirkan.''Remi menepuk bahu Maxim tanpa sungkan karena dia sahabat Max sekaligus Dokter kepercayaan Maxim.


Seketika Max mengalihkan pandangan nya pada Remi tanpa melepaskan genggaman tangan nya.


''Apa,Apa yang terjadi dengan nya?''Tanya Max dengan wajah serius.


''Lambung nya bermasalah dan sudah sangat buruk,seharus nya dia tidak boleh melewatkan waktu makan nya karena bisa saja nyawa nya melayang.''Ucap Remi memandang Max serius.


Sementara Max menatap pelayan yang sedang berdiri menundukkan kepalanya karena takut Max mengamuk pada mereka.Bukan mereka tidak memberi makan pada Nyonya muda mereka tetapi Joya menolak nya karena merasa takut sebab dirinya saat itu sedang di hukum Max.


''Baiklah,aku sudah meresepkan obat dan segera tebus agar istrimu bisa segera pulih,namun jika kondisinya tidak membaik maka aku saran kan segera bawa dia kerumah sakit dan jangan anggap sepele hal ini jika kau mencintainya!''


Max tertegun mendengar ucapan Remi yang mengatakan jika dirinya mencintai Joya,entah lah Max tidak merasakan cinta hanya saja Max tidak ingin Joya pergi meninggalkan nya.


''Aku pulang dan ingat pesan ku!''Remi segera membereskan semua peralatan nya dan pergi meninggalkan Max yang tampak serba salah antara marah dan juga takut.


''Keluar!''Perintah Max pada pelayan yang masih setia berdiri disana!Raut tidak senang jelas terlihat di wajah Max.


Dengan kepala tetap menunduk dua orang pelayan Max segera keluar dengan lutut yang di paksakan berjalan normal jika tidak mungkin saat ini mereka akan merangkak karena takut dengan amukan Max.


Max kembali menatap wajah pucat Joya yang masih terpejam,penyesalan dan marah menjadi satu.Menyesal karena lupa dan meninggalkan Joya dengan hukuman dan marah karena Joya tetap patuh padanya.


Perlahan Max menutup pintu kamar agar tidak mengganggu istirahat Joya dan berjalan menemui pelayan yang bekerja di bagian dapur.

__ADS_1


Empat orang yang bekerja di bagian dapur sudah berdiri dengan menundukkan kepala mereka ,menahan nafas karena takut jika Max mendengar deru nafas mereka maka Max akan semakin marah.


Pak Jo,kepala pelayan,bu Rima ,Dewi dan Rona sudah siap mendengar amarah Max bahkan hukuman yang akan Max berikan.


''Apa kalian sudah tidak ingin bekerja disini lagi?"tanya Max dingin.


''M...Maaf tuan jangan pecat kami!''Jawab mereka serempak.


''Lalu kenapa istriku bisa sampai pingsan?Kenapa kalian tidak memberi nya makan?Atau kalian berpikir jika aku tidak ada maka kalian bisa bersikap seperti tuan rumah?''Amuk Max.


''Maaf tuan,kami sudah menawarkan makan pada Nyonya ,hanya saja....''Ucap Pak Jo sebagai kepala pelayan mewakili..


''Apa..?''Bentak Max.


''Nyonya bilang,dia tidak berani makan karena sedang mendapat hukuman dari tuan..''Jawab pak Jo.


''Lalu kenapa kau tidak menguhubungi aku atau Hans dan menanyakan nya hah?''Max tidak termia seakan dirinya yang di salahkan.


Pak Jo dan yang lain hanya diam tidak berani menjawab lagi,karena semakin menjawab maka mereka tetaplah salah karena tidak ada yang berinisiatip.Padahal biasanya jika tuan mereka menghukum seseorang maka tidak ada yang boleh membantu jika ingin selamat.


Mata pak Jo dan yang lain nya melebar,tidak menyangka jika mereka akan mendapat masalah di hari pertama Nyonya muda masuk kedalam rumah.


''Tuan,tolong maafkan kami!''


Tanpa memghiraukan ucapan Pak Jo dan pelayan lain Max segera meninggalkan mereka dan melangkah lebar kembali menuju kamar nya menemui Joya.


Ceklek..


Ughhh


''Kau sudah sadar,jangan bergerak!''Ucap Max seketika melihat Joya yang ingin turun dari ranjang.


Tubuh Joya membeku,terdiam di trmpat nya tanpa berani bergerak sedikit pun bahkan sekedar membenarkan posisinya agar sedikit nayaman saja Joya tidak berani.

__ADS_1


''Ma..Maaf..Tuan.S...Saya tidak tahu siapa yang membawa saja naik keranjang tuan!''Kata Joya setelah mengumpulkan sedikit keberanian nya.


'Max tidak menjawab,hanya memegang bahu Joya dan mendorongnya pelan agar Joya kembali berbaring'


''Kenapa memgabaikan makan siang dan malam mu?Apa kau ingin mati?''Tanya Max dengan nada tinggi.


Joya menundukkan pandangan nya,rasanya takut memdapati Amx kembali kasar padanya.


''Saya sedang dihukum dan tuan mengatakan agar saya tidak bergerak.''jawab Joya tanpa berani menatap Max.


Max mendengus,merasa kesal pada Joya dan dirinya sendiri yang lupa pada Joya.


Tok..Tok...


''Masuk..''


Rona dan Dewi datang membawa nampan di tangan mereka tapi wajah mereka menunduk dan banyak mengeluarkan keringat karena menahan rasa sakit di punggung mereka akibat hukuman Max.


Joya menatap mereka sedikit merasa aneh tapi dia tidak terlalu peduli karena dirinya sendiri juga sedang merasa tidak enak badan,kepalamya masih terasa pusing.


Setelah meletak kan makanan di atas nakas Rona dan Dewi segera berpamitan untuk meninggalkan Joya dan Max di kamar.


''Makan,aku akan menyuapimu!''Kata Max meraih piring berisi makan lembut untuk Joya.


''Biar saya sendiri tuan.''Tolak Joya merasa sungkan pada Max.


''Makan atau aku akan meleparmu keluar dari jendela!''Ucap Max yang membuat buku halus Joya meremang.


...****************...


Terima kasih buat reader yang masih setia membaca novel outhor yang tidak seberapa ini.


Kedepan nya akan diusahakan untuk up tepat waktu.

__ADS_1


Kehilangan pelita memang membuat kita seakan tersesat dan itu yang sedang saya rasakan sekarang.


Tetap dukung Outhor ya!🖤🖤🖤


__ADS_2