Gadis Kecil Milik Tuan CEO

Gadis Kecil Milik Tuan CEO
Bab 121.Penundaan


__ADS_3

Joya masih terdiam di dalam mobil,wajah Joya menunjukkan raut kesedihan dan rasa rindu yang begiti besar.


"Ayo sayang,apa kau akan terus berada di sini dan menunggu mertuamu datang menjemput?Jika benar begitu maka akan ku panggilkan Mommy kemari!!"Max tantu hanya bercanda dengan itu.


Joya mencebij tantu dia masih tahu diir untuk tidak membuat Nyonya Bianca yang menjemputnya dan marah padanya lagi.Ya Joya masih belum tahu apa yang terjadi sekama dia pergi karena Max belum menceritakan semuanya.


Dengan menggenggam tanga Max erat Joya melangkahkan kaki nya berada di belakang Maxim.Dia masih ingat bagaimana bencinya Nyonya Bianca padanya dan selalu marah setiap kali mereka bertemu.


"Kalian sudah datang?"Suara lembut Jihan membuyarkan lamunan Joya tentang Bianca.Pandangan nya terus mengitari rumah yang sudah empat tahun tidak dilihatnya itu hingga tangan Max menarik nya lembut untuk mendekat pada Jihan.


"Mom,Joya sudsh mengingat nya Mom!"Lirih Maxim memeluk Jihan.


Joya tidak mengerti kenapa Max memanggil Tante nya dengan sebutan Mom sedangkan disana tidak ada Bianca.


"Mommy sedih saat kau tidak mengenali Mommy waktu kita bertemu di rumah sakit sayang dan maaf Mommy tidak menjenguk mu karena Mommy baru tahu jika kau mengalami musibah.Anak nakal ini tidak mengatakan nya pada Mommy!"


"Maaf,saat itu aku tidak mengingat masa laluku Tante!!"Lirih Joya.


Tidak sayang panggil Mommy sama seperti Max!Aku Mommy kalian."Jihan memeluk lembut Joya,matanya seketika basah karena dia tidak menyangka jika Joya masih hidup dan sekarnag berada di hadapan nya juga semakin sangat cantik.


"Lalu dimana Mommy Bianca?"


Max menghembuskan nafasnya,Jihan menatap Max seakan tidak nyaman namun Joya memang belum tahu jadi wajar jika Joya menanyakan nya.


"Nanti Max akan menceritakan semuanya padamu Sekarang istirahatlah sembari menunggu cucu Mommy datang,aku dengar dia sangat tampan dan juga pintar.Mommy tidak sabar ingin bertemu dengan nya.


Max membawa Joya kekamarnya,sementara istirahat sambil menunggu Nathan dan Leo juga keluarga besar Joya datang.


"Apa kita bisa langsung ke acara inti saja?"

__ADS_1


"Ha.Apa?"Joya mengeryitkan alisnya tidak paham dengan maksud ucapan Maxim.Apa akan ada acara nanti.


"Oh sayang,apa kau tidak merindukan ku?Kau lihat dia sudha sangat lama tidak berolah raga hingga sekarang menjadi sangat kurus!"


Joya semakin tidak paham"Bukan kah jika tidak olah raga maka kita akan menjadi gemuk,kenapa kau justru mengatakan akan semakin kurus?"Mata Joya mengerjap menatap Max yang juga menatap nya dengan senyuman penuh arti.


"Dia yang kurus karena tidak pernah olah raga selama empat tahun sayang!"Max menaik turunkan matanya sesekali matanya melirik ke arah kebanggaan nya yang anehnya juga di ikuti Joya.


"Maaxxx..."Kali ini Joya merasa malu karena telah di permiankan Max.Pipi Joya sudah merona dengan rasa panas menjalar hingga telinga nya Seingat Joya dulu Max tidak semesum ini kenapa semakin tua Max semakin mesum saja.


Max tidak peduli dengan Joya yang sudah sangat malu.Bibir lembut Maxim langsung menabrak lembut bibir Joya.Joya tidak membalas hanya membiarkan Maxim melakukan apa yang ingin di lakukan.Perasaan meletup letup di dalam hati keduanya.Jantung mereka berpacu lembut saat kedua nya meresapi bibir lawan nya maisng masing.Joya yang tidak ahli hanya diam tanpa membalas,******* lembut pun kini berubah semakin memanas seiring deru nafas yang kian berlomba


Max meleoaskan tautan bibirnya,membingkai wajah cantik di depan nya dan menatap nya dalam.Kerinduan selama emoat tahun seakan ingin di tumpahkan semua saat ini juga.Sementara Joya wajah merahnya tak mampu dia sembunyikan ,keteguhan hatinya tidak menerima cinta Marcel telah membawanya kembali pada tempat yang semestinya


"Aku mencintai mu Mimi..!!'Lirih Maxim lembut.


"Aku juga mencintaimu Mumu..!"


"Istirahatlah,aku akan menemui Hans dulu!!"


Hans melajukan mobilnya menuju ke sebuah Mall untuk membeli sebuah kemeja karena tidak mungkin dia akan menemui Max dengan kemeja yang kotor seperti itu.Hans terus menggurutu bahkan saat dirinya sudah selesai membeli kemeja tantu dia harus siap dengan kemarahan Max kali ini karena datang terlambat.


Hans tidak peduli dengan umpatan beberapa pengendara lain saat dirinya menerobos jalan mereka,amarah Max lebih menakutkan dari pada ocehan tidak berguna oengendara jalan yang lain.


Sampai di depan Mansion Hans langsung masuk dan berjalan menuju ke ruang kerja Maxim masih dengan wajah yang kesal tak dapat disembunyikan,pria yang hampir seluruh hidupnya di habiskan bersama Max itu benar benar kesal.


Ceklek..


Hans melihat Max sudah berada disana.Hans menghembuskan nafasnya kasar dan Max menautkan alisnya melihat itu harusnya dia yang kesal kenapa ini sebaliknya.

__ADS_1


"Kenapa kau yang marah?"Tanya Maxim datar.


"Kau menyuruhku menangani klien yang kolot seperti itu dan hampir membuat kepalaku pecah di tambah gadia ingusan itu semakin memperburuk suasana hatiku.Jangan sampai aku bertemu dengan nya lagi!"Omel Hans.Sampai lupa jika sekarang ada Max yang mendengarkan dengan alis semakin tertaut dalam.


"Gadis,apa kau menemukan wanita mu?"Tanya Max.


Hans menatap langsung pada Hans"Apa kau pikir aku pedofil?Dia bahkan lebih pantas menjadi anak ku dan jiak kau lihat wajahnya itu sangat membosankan,berpura pura lugu tapi dia pasti sengaja menggoda pria pria dewasa dan memelas agar mendapatkan banyak uang banyak."


Max bingung kemana arah pembicaraan Hans,tidak biasanya Hans bicara panjang lebar seperti ini tapi sekarang mungkin dia benar benar dalam suasana hati yang buruk.Max memutuskan tidak akan membahas apapun dulu sampai Hans normal kembali.


"Minumlah agar kau tidak dehidrasi!!"Max menyerahkan sebotol air minum dari dalam kulkas kecil di ruangan nya dan menyerahkan kan nya pada Hans.


"Trimakasih!"Hans meraih botol itu dan langsung menenggaknya hingga habis setengah lalu melonggarkan dasi yang seakan mencekik lehernya.


"Ad apa?"


"Nanti saja jika suasana hatimu sudah membaik.Aku tak mau kalau pekerjaan yang ku berikan justru berantakan karena kau yang tidak profesional!


"Terimakasih!"


Jawab Hans benar benar membuat Max ingin menendang Hans,dia sudah berusaha sabar menghadapi Hans yang harusnya dia yang marah tapi lihat bahkan Hans tidak menganggapnya sebagai atasannya dan terus mengoceh tifak jelas seperti itu.


Tokk Tokk


"Masuk..!"


"Tuan,Tuan muda suah tiba!"


Max seketika mengambangkan senyum nya.Anak nya tiba anak yang tak pernah di temuinya.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2