Gadis Kecil Milik Tuan CEO

Gadis Kecil Milik Tuan CEO
Bab 109.Paman air liur mu menetes


__ADS_3

"Tuan...!!"Suara yang sanagt di rindukan Maxim menyapa lembut gendang telinga nya,menmbus saraf otaknya yang langsung merespon dengan gerakan lambat menoleh ke asal suara.Jantung yang berdebar saat melihat mata indah itu masih sama seperti saat pertama kali dia melihat nya teduh dan menenggelamkan.


Zaiden bocah yang masih menatap lapotop nya itu menggelengkan kepalanya,respon Max di anggapnya terlalu berlebihan.Ya Zaiden akui jika Mommy nya memang sangat lah cantik.


"Paman,air liurmu menetes!"Ucap Zaiden enteng seakan kata kata itu bukan lah ejekan.


Respon cepat Maxim menghapus bibirnya meledakkan tawa Zaiden dan Hans.


"Hahaha....Paman kau bahkan tidak sadar dengan apa yang kau lakukan Hahhaha...!!!"Zaiden memegangi perutnya yang terasa keram karena mentertawai Maxim.


Maxim sendiri melotot menatap Hans yang berusaha keras menutup mulutnya agar suara tawanya tidak terdengar,dia cukup dewasa untuk tidak tertawa lebar seperti Zaiden.Melirik sang pujaan hati Max merasa sangat malu,wanita itu kini juga terlihat mengendalikan tawanya bahkan wajah cantik itu sudah sangat memerah.Betapa malu nya Maxim dengan kelakuan bocah nakal itu.Ingatkan dia untuk membalas Zaiden suatu hari nanti.


"Ekkhhmmm.."Gea berdehem menetralkan dirinya,jujur saja jika karena mereka baru bertemu dua kali maka pasti Gea akan tertawa terbahak bahak."Maafkan anak ku Tuan,dia hanya bercanda!!"Kata Gea setelah tawa nya sedikit mereda.


Max gugup dia menjadi sangat malu sudah ketahuan terpesona dengan istri orang.Oh ralat Gea istrinya.


"Ya emm tidak masalah.Dia hanya anak kecil."Jawab Max.Namun dalam hatinya dia sedang menyusun rencana untuk membungkam Zaiden dan membuatnya menangis seharian.


"Oh ya,anda mencari saya?"Gea teringat jika tadi pelayan nya mengatakan jika Max ingin bicara dengan nya.


Max menghembuskan nafasnya pelan,dia hampir melupakan tujuan nya datang untuk bertemu Gea"Bisa kita bicara berdua?"Tanya Max melirik ke Zaiden yang acuh saja.Gea juga mengerti jika Max tidak ingin pembicaraan nya di ganggu.


Gea mengangguk"Baiklah,ayo ikut dengan ku!!"Gea berjalan terlebih dahulu lalu di susul Max kemudian namun baru beberapa langkah Max menghentikan langkah nya.


"Hans,kau jaga Zaiden ya!!"


Tentu menjaga dalam arti yang berbeda dan Hans tahu maksud bos nya itu.


Gea membawa Max ketaman samping rumah besar itu.Disana lebih tenang,wangi bunga bunga membuat pikiran Max kembali pada tempatnya.Meski jantung kedua nya berdebar sangat cepat,Max gugup begitu juga dengan Gea.Sedari tadi wanita itu terus saja memilin ujung baju nya.

__ADS_1


"Emm sebelum nya aku minta maaf,jika apa yang akan aku sampaikan ini akan menjadi masalah untuk mu di masa depan!!"Max memulai pembicaraan itu tapi saking gugupnya hingga membuat nya seperti sedang berpidato.


Gea masih diam memberikan Max kesempatan untuk menyelesaikan ucapan nya.Sementara Max masih sibuk dengan ponsel di tangan nya mengutak atik posel tersebut lalu kemudian menyerahkan nya pada Gea.


"Ini lihatlah!!"


Gea meraih ponsel yang di sodorkan Maxim,kemudian melihatnya mnscroll beberap kali lalu kembali menatap Max.


"Lalu ?"


Pertanyaan singkat dari Gea membuat Max ingin menggendong wanita itu lalu membawanya ke ranjang dan menghabisinya hingga wanita itu mendesah tanpa henti.


'Lalu kau harus marah dan bertengkar dengan nya lalu minta cerai dan kau kembali padaku Sayang!!'Batin Maxim berteriak frustasi.


Max mengembuskan nafasnya,dia harus bersabar karena Joya yang dulu berbeda dengan Joya yang sekarang."Apa ini respon mu melihat bukti suamimu berselingkuh di belakang mu?Jika seperti itu tampak nya pria itu adalah pria beruntung karena bisa bebas selingkuh tanpa takut istrinya marah!"Max sudah mulai memanas,bukan seperti ini reaksi yang ingin di lihat Max.Bahkan saat melihat wajah Joya wanita itu tetap tenang tidak terlihat sedikit pun jika dia sedang menahan amarah nya.


Max masih mencerna ucapan Gea yang bagi telinganya aneh'Sangat marah jika suami selingkuh dan reaksinya sekarang?Apa jangan jangan?'


"Tuan Georg bukan suami mu?"Tanya Max yang tidak ingin salah mengambil kesimpulan.


Gea berbalik menatap mata Max.Kini mata itu saling mengunci,menyelam satu sama lain meski ingatan Joya belum pulih tapi jauh dalam hatinya seperti ada magnet yang menarik dirinya untuk mendekat pada pria tampan di hadapan nya.


"Dia adik ku!!"Suara bariton milik Georg memutuskan pandangan mata yang hampir menjatuhkan mereka ke dalam lautan yang dalam.


Suasana menjadi canggung antara kedua nya.Gea memutuskan pandangan nya terlebih dahulu,menetralkan degup jantung nya yang seakan ingin berontak keluar.


Georg menghampiri Gea lalu membawa wanita itu ke dalam pelukan nya serta tak lupa memberikan kecupan di kening adik kesayangan nya itu.Max memalingkan wajahnya hal itu sangat tidak di sukainya saat ada pria yang lain yang menyentuh bahkan mencium istrinya di hadapan nya dan bodoh nya dia tidak bisa melakukan apapun.


"Ada keperluan apa anda datang kemari tuan Maxim?"Georg bertanya namun kali ini,pria itu tidak seramah kemarin.Mungkin karena situasinya berbeda.

__ADS_1


Max mengusap wajah nya sebentar.


"Siapa wanita itu kak?"Tanya Gea.


Maxim merasa lega karena Gea menyelamatkan nya.Jika tidak Max harus memberi alasan yang tak masuk akal.


Bukan nya menjawab Georg justru mengalihkan pandangan nya pada Maxim."Apa Tuan Maxim yang mengatakan nya padamu sayang?"


Gea mengangguk.


"Oh ternyata Tuan Maxim ini sangat punya banyak waktu luang hingga dia masih sempat mencampuri urusan orang lain.Tapi aku tidak menyangka jika tuan,kau akan langsung gerak cepat menyampaikan ini pada Gea.Jika dia istriku pasti dia akan salah paham dan kami akan bertengkar.Emm tapi tunggu..Apa memang itu tujuan mu??"Georg menatap penuh curiga pada Maxim.Maxim sendiri sudah seperti kucing yang tertangkap basah mencuri ikan.Gugup sudah pasti,niat nya untuk menghancurkan rumah tangga Gea justru berbalik membuatnya dalam masalah.


"Kenapa kau diam saja Tuan?"Georg menaikkan satu alisnya,sementara Gea juga melihat dan menunggu jawaban apa yang akan keluar dari mulut Maxim.


"Ekkmm aku tidak akan melakukan hal rendahan seperti itu Tuan Georg.Aku hanya tidak suka melihat seorang wanita yang tulus di permainkan.Tapi syukurlah jika kau hanya kakak nya."Ada rasa lega di hati Maxim.Itu artinya dia punya banyak kesempatan.


"Mom,Daddy Marcel mencari mu!!"


"Apa..?"


Bersambung..


Terima kasih buat pembaca setiaku.Jangan lupa baca juga karya author yang lain nya ya!


Novel tamat author yang berjudul MENCINTAI PEMBUNUH SUAMIKU.


Dan Novel baru Author yang berjudul"AIR MATA PEMBASUH LUKA.


Jangan lupa juga tinggalkan jejak ya!!Biar Author nya makin semangat buat twruain ceritanya.

__ADS_1


__ADS_2