Gadis Kecil Milik Tuan CEO

Gadis Kecil Milik Tuan CEO
Bab 131.Kecemburuan Zaiden


__ADS_3

Joya menggandeng tangan mungil Zaiden.Sejak pagi Zaiden terus mendesak Mommy nya untuk membelikan nya eskrim.Padahal kemarin dia sempat mengatakan jika tidak ingin makan eskrim lagi namun sekarang anak itu sudah lupa dengan ucapan nya sendiri.Ya bagaimana pun Zaiden tetaplah seorang anak kecil bahkan sepintar apapun dia.


Mata Zaiden berbinar saat memasuki sebuah supermarket tak jauh dari Mansion Anderson.Namun meski jarak nya dekat Joya tetap diikuti oleh beberapa orang bodyguard yang memang di tugaskan khusus untuk menjaga Joya dan Zaiden.


Kaki kecil Zaiden berjalan dengan cepat hingga dia bisa melewati Mommy nya serta menarik tangan lembut Mommy nya agaf segera membelikan nya eskrim Zaiden sungguh tidak sabar ingin memakan eskrim setelah kemarin sempat tidak jadi mendapatkan nya.


"Mom,ayo cepat!"Seru Zaiden menarik tangan Mommy nya.


Joya tersenyum lembut"Sabar sayang,kita tidak akan kehabisan eskrim itu tapi jika kau jatuh maka kita tidak akan jadi membeli eskrim!"Joya memperngati Zaiden jika apa yang Zaiden lakukan tidak benar,dengan menarik tangan nya bisa saja Zaiden akan jatuh atau tanpa sengaja bertabrakan dengan pengunjung lain,itu akan sangat berbahaya.


"Maaf Mom."Lirih Zaiden.


Joya mengusap lembut rambut Zaiden.


Joya sudah berdiri di sebuah kedai eskrim.Joya memesan dua cup dengan ukuran berbeda satu ukuran kecil dan satu lagi dengan ukuran sedang untuk Zaiden.


"Kita duduk disana Mom!"Zaiden menunjuk sebuah bangku yang terlihat kosong,dia ingin menikmati eskrimnya hanya berdua dengan Mommy nya sama seperti dulu saat mereka masih ada di negara P.


Joya mengangguk lalu mengikuti Zaiden yang berjalan terlebih dahulu menuju bangku yang di tunjuk Zaiden."Tempatnya nyaman kan Mom?Kita bisa makan eskrim sambil melihat bunga bunga di bawah pohon pula.Sejuk!"Zaiden terus berkomentar tentang tempat pilihan nya yang memang cukup nyaman serta tidak banyak orang disana,namun begitu kewaspadaan anak buah Maxim tidak mengendur sama sekali mereka tetap waspada.

__ADS_1


"Iya sayang,tapi jika hanya tempat seperti ini di mansion juga bisa.Bukankah di mansion juga ada taman yang cantik?"Bukan tanpa alasan,Joya sungguh masih merasa takut berada di luar rumah terlalu lama meski sekarang ada beberapa pria berbadan besar di sekeliling mereka.Pasalnya saat dia pergi bersama Max saja musuh berani menyerang apalagi saat mereka hanya pergi berdua dengan Zaiden.


"Tidak seru Mom,Zaiden ingin menghabiskan waktu bersama Mommy karena sekarang wakti Mommy terbagi untuk Daddy juga!"Kata ZIden sambil menyendok eskrim dan memasukkan nya ke dalam mulut nya.Bahkan bocah itu tetap tidak menatap wajaj Mommy nya saat bicara.


Joya tersenyum"Apakah anak Mommy sedang cemburu?"Joya sengaja menggoda Zaiden.Sudut bibir Joya berkedut melihat putranya bersikap posesif seperti ini.


Zaiden mengehembuskan nafasnya"Huffft...Mommy tidak lagi tidur dengan ku!Mommy juga lebih sering bersama Daddy dari pada dengan ku.Apakah Mommy sudah mengurangi cinta Mommy padaku dan membaginya dengan Daddy?"Mulut kecil Zaiden tampak mengerucut,Joya ingin tertatawa tapi sekarang bukan lah saat yang tepat putranya tengah cemburu dengan Daddy nya sendiri dan dia harus bisa memberikan pengertian pada putranya agar anak nya tidak salah paham.


Joya merapatkan duduknya dengan Zaiden lalu membawa putranya dalam pelukan nya"Sayang,Mommy sangat mencintaimu tapi Mommy juga mencintai Daddy dan kadar cinta keduanya berbeda sayang.Cinta Mommy untuk mu dan untuk Daddy punya tempat dan porsinya masing masing.Mommy tidak mengurangi cinta Mommy padamu dan memberikan nya pada Daddy.Kau hanya belum mengenal Daddy dengan baik.Sama seperti cintamu untuk Nenek dan Kakek tidak sama seperti cintamu pada Mommy kan?"Ucap Joya dengan lembut.


Zaiden menatap wajah teduh Mommy nya lalu bocah itu mengangguk"Benar Mom."Jawab Zaiden.Bukan Zaiden tidak mengakui Max sebagai Daddy nya,walau sejak kecil dia tidak mengenal Daddy nya namun dia punya orang orang yang bisa menggantikan posisi Daddy nya.Bisa di katakan Zaiden tidak kekurangan kasih sayang sama sekali.Itu yang membuat nya masih agak berjarak dengan Maxim.


Zaiden mengangguk mengerti,setiap.ucapan Mommy nya bisa di serap dengan baik oleh Zaiden,jadi sekarang wajah Zaiden kembali ceria.


"Apa eskrim mu sudah habis?"Tanya Joya yang melihat eskrim di tangan Zaiden sudah kosong ternyata Zaiden tetap fokus memakan eskrim nya meski mereka tengah bicara serius.Joya geli sendiri melihatnya.


"Ayo kita pulang Mom,aku akan membantu Mommy memasak makanan untuk Daddy!"Cepat sekali Zaiden berubah.Dia yang tadinya cemburu dengan Daddy nya sekarang sudah mulai menunjukkan rasa sayang nya pada Daddy nya itu.


Joya pun tersenyum lalu meraih tangan kecil Zaiden kembali berjalan beriringan menuju ke mobil yang sudah terparkir.

__ADS_1


Tanpa di sadari oleh Joya dan Zaiden bahwa sejak mereka keluar dari Mansion seseorang sudah mengikuti mereka.Gerakan nya yang halus membuat Joya Zaiden bahkan anak buah Maxim yang mengawal Joya tidak menyadari jika ada yang menguntit.


Senyum mengembang dari pria misterius itu,Dia membuka kaca mya hitam nya lalu menyeringai.Tatapan tajam nya seakan ingin menembus Joya dan menghabisi wanita itu.


"Apa kita akan bergerak sekarang Tuan?"Tamya seseorang di sebelahnya.


Pria itu mengenakan kembali kaca matanya"Tidak,biarkan dulu.Aku ingin bermain lembut kali ini sepertinya ini akan semakin mudah tapi menyakitkan bagi Nathan jika tahu aku berteman dengan cucu serta menantunya yang cantik.Hahaha....!"Tawa pria itu terdengar menyeramkan meski tidak keras karena sekarang mereka berada di tempat umum.


Pria di sebelahnya hanya mengangguk paham jika tuan nya masih ingin bermain main dengan mangsa nya terlebih dahulu sebelum menyerang.


"Kita kembali!"


Pria itu adalah Bruno.Dia baru tiba dan langsung mencari mangsanya tanpa membuang waktu.Awalnya dia ingin langsung menghabisi targetnya namun setelah melihat Joya serta Zaiden,Bruno ingin bermain main terlebih dahulu karena Bruno yakin jika Nathan akan gila jika mengetahui cucu serta menantu yang di lindunginya berada di tangan nya tapi Bruno ingin bermain lembut.


Pria di sebelahnya mengangguk lalu melangkah di belakang Tuan nya.


Bersambung..


Terimakasih Reader.Jangan lupa baca juga novel Author yang berjudul.AIR MATA PEMBASUH LUKA ya!!!Jangan lupa juga tinggalkan Jejak jejak cinta.

__ADS_1


Terimakasih💙💙💙


__ADS_2