
Nyonya Bianca menutup pintu kamar nya dengan sangat kuat.Dia sangat kesal karena Max berani membantah nya bahkan di hadapan Joya gadis yang akan dia gunakan sebagai alat untuk segera mendapatkan semua harta keluarga kakek Marco karena itu adakah tujuan awal Bianca menjadi menantu di rumah ini.
''Kurang ajar sekali anak itu.Sekarang dia berani membantah ucapan ku,ini semua pasti pengaruh gadis kampung itu!''Geram Nyonya Bianca.
''Brengsek ...Brengsek...!''Umpat nya melempar selimut dan bantal ke lantai.
''Aku tidak akan membiarkan Max kekuar dari jalur yang sudah aku rencanakan.Dia harus tetap di bawah kendaliku bagaimanapun caranya.Baiklah aku akan mendesak pria tua itu untuk segera menikah kan Max dan Joya setelah semua harta jatuh ke tangan Max maka aku akan memisahkan mereka berdua lalu menikahkan Rebecca dengan Max dengan begitu semua harta ini akan dengan mudah bisa ku kuasai.''Nyonya Binaca tersenyum licik tidak peduli bagaimana keadaan Max yang dia tahu hanya harta harta dan harta.
Nyonya Bianca lalu mengambil ponselnya dan menghubungi Max untuk mengajaknya bertemu.
''Aku tidak bisa ma.Aku sangat lelah besok saja kita bicara!''Jawab Max menolak ajakan mamanya untuk bertemu.
''Tidak bisa Max.Kita harus bertemu sekarang!Mama mau kau datang ke tempat biasa tidak ada alasan apapun.Mama tunggu!''Bianca mematikan ponselnya sebelum Max kembali menolak nya jika begini pasti Max akan tetap datang.
''Akhhh...''Geram Max di kamar setelah mendapat telepin dari mamanya.Joya memperhatikan Max yang tampak kesal.
''A Ada apa tuan?''Tanya Joya
Max menatap wajah Joya yang teduh,sedikit mengurangi emosinya.
''Tidak apa apa,kau istirahat saja aku mau keluar!''Jawab Max kemudian bangun dari rebahan nya dan bersiap untuk menemui mamanya.
Joya hanya memperhatikan saja dan tidak mengatakan apapun.
Sepenjang perjalanan Max merasa sangat kesal karena lagi lagi mama nya pasti akan membahas masalah harta lagi padahal harta yang di tinggalkan papanya juga banyak tapi Max semakin merasa jika mamanya sangat serakah sekali.
__ADS_1
Di sebuah restoran Max memarkirkan mobil nya disana dia dan mamanya biasa bercerita atau menyusun rencana tanpa khawatir ketahuan atau di dengar penghuni rumah.
''Akhirnya kau datang juga nak?''Kata Nyonya Bianca dengan senyum penuh kemenangan.
''Ada apa lagi ma?Bukan kah kita baru saja bertemu?''Tanya Max mendarat kan pantat nya di sofa ruangan privat.
''Ya mama tahu tapi di rumah kita tidak bisa bicara,kau tahu itu kan?''
''Mama bisa pulang ke rumah kita,kenapa mama lebih memilih tinggal disana padahal mama tahu papa sudah tiada rasanya akan lebih nyaman jika kita tinggal di rumah kita sendiri!''Kata Manlx kesal dan bingung dengan jalan pikiran mamanya.
Nyonya Bianca menahan emosi nya dia tidak ingin merusak rencana nya sendirikarena tidak bisa mengontrol emosinya.
''Mama kesepian jika kita tinggal di rumah itu.Kau jarang pulang dan papamu sudah tiada mama akan mati dengan perlahan disana.''Bianca mengusap sudut mata nya itu adalah cara jitu meluluhkan Max.
Max mendengus lalu menghampiri mamanya''Maafkan Max ma.Max tahu mama kesepian tapi sebentar lagi akan ada Joya walau hanya pernikahan sementara tapi mama bisa punya teman.''Kata Max mengusap lembut bahu mamanya.
''Tidak ma.Max tidak akan menikah dengan Rebecca!''tolak Max.
Bianca tercengang mendengarnya'''Tapi kenapa?''Tanya Nyonya Bianca gusar.
Max menarik nafas nya pelan''Dia mengkhianati Max dan berselingkuh.Jadi sekalipun Max telah berpisah dengan gadis itu Max tidak akan menikah dengan Rebecca.''Ucap Max tegas.
Bianca menggelengkan kepalanya ''Tidak,kau pasti salah dia tidak mungkin mengkhianatimu!Dia sangat mencintai mu Max atau mungkin dia melakukan itu karena merasa kesepian saja.''Kata Bianca membela Rebecca.
Max menautkan alisnya heran dengan mamanya yang justru membela Rebecca dan bukan dirinya.
__ADS_1
''Ma aku sudah mendapatkan semua bukti nya bahkan dia sudah melakukan nya sejak tiga tahun lalu dan mama bilang aku pasti salah?Tidak masuk akal.''Gumam Max
''Maaf nak bukan begitu,kau sudah lama menjalin hubungan dengan nya maka maafkan lah dia jika benar dia melakukan itu!mama yakin jika Rebecca tidak sengaja melakukan nya!''Bianca terus membujuk agar hubungan Max dan Rebecca tidak terputus karena ini merupakan bagian dari rencana nya yang Max tidak tau.
Max mendengus''Max tidak mengerti dengan jalan pikiran mama.Entah Max atau Rebecca anak mama?''Omel Max kesal.
Binca tergagap mendengar ucapan Max yang asal tapi membuat nya membeku.
''Ahh sayang tentu kau anak mama.Mama hanya menyayangkan jika sampai hubungan kalian kandas karena masalah sepele seperti ini,dia calon menantu idaman mama baik,cantik dan berpendidikan.Dia pasti akan menjadi istri dan ibu yang baik untuk anak anak mu kelak!''Kata Bianca.
''Kurang ajar anak ini.Bagaimana Max sampai tahu jika Rebecca berselingkuh dasar Becca ceroboh!''Omel Bianca dalam hati.
''Jika mama hanya ingin membahas ini lebih baik Max pulang!Max sangat capek.''Max bangun dari duduk nya ingin meninggalkan Mama nya tapi di hentikan.
''Tunggu.Max mama mau kau menyakinkan kakek mu dalam satu minggu ini kau harus sudah menikah dengan Joya dan segera mendapatkan warisan nya.''Tegas Bianca.
''Terserah mama saja!''Ucap Max meninggalkan mamanya.
Max kesal, lagi lagi mamanya hanya menuntutnya untuk segera mendapatkan warisan kakek nya tapi mamanya tidak pernah memikirkan perasaan nya sama sekali bahkan saat tahu dirinya di khianati Rebecca sekalipun mamanya tetap menuntutnya untuk memaafkan nya.
''Akhh...sial..''Umpat Max memukul stir mobilnya.Dia merasa sangat tertekan sekarang jika dulu dia masih punya papa nya yang selalu menyayanginya tapi sekarang dia seperti boneka yang di gerakkan mamanya.
''Akhhhhh....''Max menarik rambut nya karena kesal lalu membentur kan kepalanya ke stir.
Bianca mengamati Max dari balik kaca ruangan restoran.Di bibirnya terbersit senyuman karena ke tidak berdayaan Max melawan dirinya.
__ADS_1
''Jangan terlalu keras nak.Karena aku masih membutuhkan mu untuk mendapatkan semua nya.Mama sayang kau Max tapi ini harus mama lakukan untuk masa depan kita semua.''Gumam Nyonya Bianca lalu mengambil tas nya untuk kembali pulang.