Gadis Kecil Milik Tuan CEO

Gadis Kecil Milik Tuan CEO
Bab 93.Akhirnya.


__ADS_3

Suara nyaring pistol membuat mereka semua terdiam membeku.Jihan menahan nafasnya,matanya tertutup rapat dengan tangisan yang menyayat hati.Dia merasa dunia nya hancur berkeping keping baru saja dirinya mengetahui jika putra yang selama ini dia pikir telah tiada ternyata masih hidup dan selalu berada di sekitar nya tapi saat ini di depan matanya sendiri dia melihat Jeremy menodongkan pistol di kepala anak nya.


"Jeremy ...!!!


"Daddy.....!!!"


Dengan tubuh yang bergetar Jihan memberanikan diri membuka matanya.Syok itu yang Jihan rasakan namun perasaan takut nya tadi hilang seketika saat melihat Nathan berdiri dengan gagah nya di ambang pintu serta tangan yang masih menodongkan senjata ke arah depan.


"Max...!!"Lirih Jihan pada akhirnya sebelum dia menutup matanya pingsan.


Sementara kondisi Jeremy saat ini tengah kesakitan, lengan nya yang dia pakai menodongkan senjata pada Maxim terluka terkena timah panas senjata Nathan.Sebenarnya bisa saja Nathan langsung membunuh Jeremy namum itu terlalu mudah maka Nathan sengaja membiarkan Jeremy hidup agar bisa puas menyiksanya.


Bughh


Dagkkk


Suara baku hantam seketika terjadi.Dimana anak buah Nathan sedang beradu dengan anak buah Jeremy.Leo terlihat sibuk melepas ikatan Maxim lalu setelahnya menghampiri Mommy nya dan melepaskan tali yang mengikat Mommy nya.Leo sama marah nya dengan Maxim,rahang pemuda itu langsung mengeras melihat kondisi Mommy nya seperti itu bahkan wajah nya sampai merah pekat karena marah.


"Lepaskan!!"Bentak Bianca saat anak buah Nathan memegangi lengan nya,berusaha menendang dengan kaki nya namun gagal.


Rebeca yang melihat situasi tidak berpihak pada mereka segera meraih pistol yang tadi sempat terjatuh dari tangan Daddy nya lalu mengarahkan nya pada Nathan.

__ADS_1


"Biarkan kami pergi atau ku tembak kepalamu!!"Kata Rebeca setangah berani karena tubuhnya terlihat gemetar namun di tahan nya.Jelas sekali dia hanya seorang diri sementara di batisan Nathan ada Leo dan juga Max belum lagi anak buah nya.Kini kendali ada di tangan lawan.


"Beca..!!"Lirih Bianca yang merasa khawatir tindakan nya justru akan melukai dirinya sendiri atau menempatkan dirinya dalam masalah.


"Gadis bodoh!!"Ucap Nathan dengan senyum mengejek.


."Dor...!"Tentu saja sebagai seorang mantan mafia hal seperti ini tidak membuat Nathan merasa gentar,justru dirinya menganggap ancaman Rebeca hanya sebuah angin lalu saja.


"Akkhhhhh....!"


"Beca..."Teriak Bianca yang syok melihat Nathan tega menembak seorang gadis muda dengan muda nya.Bianca semakin memberontak ingin melepaskan diri dari anak buah Nathan yang memeganginya dan berlari pada Rebeca yang tergeletak di lantai karena Nathan menembak bagian paha Rebeca.


"Bangsat bajingan kau!!"Geram Jeremy yang kini hanya bisa memaki tanpa bisa membantu Rebeca apalagi melawan kekuatan Nathan dan Leo.Jeremy bahkan hanya seorang pria yang lemah tapi berlagak kuat karena ada ornag di belakang nya namun kali ini jelas dia pasti akan kalah.


"Biadap kalian.Lepaskan kami!!!"Berang Bianca"Max,walau aku bukan Mommy kandung mu tapi akulah yang telah membesarkan mu,apa kau tega melihat Mommy mu di perlakukan seperti ini??"Tak ada pilihan lagi Bianca berusaha mempermainkan emosi Maxim,dia tahu jika Maxim gidak akan tega padanya.


Max menatap Bianca"Bawa dia!!"Kata Max memerintahkan para bodyguard itu untuk membawa Bianca dari sana.


"Max,aku mengutuk mu Max!!Kau tidak akan......!!"


"Bawa dia dari sini,cepat!!"Bentak Nathan menghentikan ucapan Bianca,Dia juga tidak ingin berlama lama mendengar suara Bianca.

__ADS_1


Leo kembali dan melihat para bajingan itu akan di bawa ke dalam mobil tapi jangan berharap jika mereka akan di bawa ke kantor polisi karena mereka punua hukuman nya sendiri.


Nathan melihat Max yang wajah nya penuh luka,laku mendekatinya dan memeluk Maxim"Terima kasih Dad...!!"


Tidak hanya Nathan bahkan Leo juga ikut membeku mendengar Maxim memanggil ayah nya dengan sebutan Dad yang artinya jika Maxim telah mengetahui semua nya.


"Kau..??"Tanya Nathan terputus.


Maxim tersenyum lalu menganggukkan kepalanya"Ya Dad,aku sudah tahu jika kalian adalah orang tua ku.Maaf jika selama ini sikap ku sangat buruk pada kalian!!"Lirih Maxim menundukkan kepalanya,dia sadar jika selama ini dia sudah sangat jahat.Tapi itu semua bukan dari dalam.hatinya tapi karena hasutan Mommy palsunya.


Nathan menepuk bahu Maxim lalu menggelengkan kepalanya"Tidak nak.Semua bukan kesalahan mu tapi Bianca yang sudah mengubah mu menjadi seperti ini dan kami juga bersalah seharus nya kami bisa mengenalimu tapi nyatanya kami lebih menangisi putra yang kami fikir telah tiada."


"Apa kalian belum selesai?Jika belum maka aku akan membawa Mommh ku kerumah sakit.Kalian bisa menyusul jika sudah selesai.


Max dan Nathan sontak tersenyum mendengar cara Leo menyampaikan rasa cemburu nya.


"Anak Daddy yang tampan!!"Ucap Nathan seraya terkekeh..


Bukan nya senang Leo justru semakin menggelap wajah nya.


"Terserah Deddy saja!!"Lalu Leo meninggalkan ayah dan anak itu yang masih terus mentertawakan nya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2