
Gea sibuk di dapur membantu Bibi Ramia dan pelayan lain nya menyiapkan hidangan untuk menyambut Maxim.Mereka tidak tahu apa makanan yang cocok dengan pria penyelamat putra nya itu.Akhirnya Gea memutuskan memasak beberapa jenis masakan dan membuat beberapa cemilan sekiranya tamu nya nanti mau mengobrol dahulu.
Aroma makanan pun menyeruak ke indra penciuman Georg yang baru saja pulang dari membeli sesuatu.Entah apa karena Gea juga tidak melihat Georg membawa sesuatu.
"Wah wah..Tampak nya ini akan jadi malam istimewa."Georg mengendus aroma masakan Gea yang tidak pernah kalah dari masakan restoran.
"Sudahlah,cepat mandi dan bersiap karena mungkin sebentar lagi tamu kita akan datang!!"Gea membantu membereskan sisa masakan yang belum selesai karena Gea tidak suka jika bekerja setengah setengah selagi memang dia masih sempat melakukan nya.
Georg mengangguk"Baiklah,emm tapi dimana jagoan ku itu?"Georg celingukan mencari keponakan nya yang cerewet itu.
"Dia pasti sedang bermain dengan laptopnya lagi!"Gea menghela nafasnya,putra nya akan lupa waktu jika sudah berhadapan dengan laptop nya.Entah apa yang di lakukan anak kecil itu,wajah nya akan sangat serius jika sudah berhadapan dengan angka angka rumit.Gea saja pusing.
Georg mengerti"Baiklah si jenius seperti nya lupa waktu lagi.Kakak akan melihat nya dulu ok!!"Georg mengecup puncak kepala Gea dengan lembut,rasa sayang nya pada Gea tidak bisa di ungkapkan dengan kata kata lagi.Pria itu bahkan hingga kini belum memiliki kekasih karena ingin memastikan Gea bahagia apalagi saat ini Gea belum mendapatkan ingatan nya kembali.
"Jangan lupa,kau juga bersiap sayang!!"Teriak Georg yang sudah menaiki anak tangga.
Setelah selesai dengan semua masakan nya Gea lalu memutuskan untuk segera mandi dan membersihkan dirinya,walau tamu nya tidak datang dia tetap harus bersih dan wangi kan.
Jam sudah menunjukkan waktu makan malam,Georg dan Zaiden sudah siap di meja makan hanya tinggal menunggu Mommy serta tamu nya saja.Namun hingga jarumnya menunjukkan lewat lima menit baik Gea atau sang tamu belum.ada tanda tanda akan datang juga.
"Apakah Mommy terbiasa telat untuk makan?Bukan kah dia punya riwayat penyakit lambung?"Zaiden terus mengoceh bukan karwna sudah lapar namun dia takut jika Mommy nya sakit sementara Daddy Marcel tidak bersama dengan mereka.
Georg tersenyum"Tenanglah Son.Wanita memang akan sangat lama jika berdandan."Bisik Georg sedikit mendekatkan tubuh nya pada Zaiden yang berada di sebelah kirinya.
Huffhhh
Zaiden hanya menghembuskan nafas nya pelan.
Sementara di luar,Maxim masih tetap di dalam mobilnya bersama dengan Hans.Dia masih ragu apakah akan masuk atau tidak tapi hati kecil nya merindukan ocehan ocehan Zaiden.
"Apa kita akan terus menunggu Tuan?Saya hanya khawatir jika mereka akan terlambat makan malam karena menunggu kedatangan tuan!!"Hans coba membujuk Maxim,jika memang dia tidak berniat datang lebih baik pergi saja dari sana dari pada nantinya akan ada orang yang mengetuk kaca mobil karena merasa curiga.
__ADS_1
Maxim menghembuskan nafasnya,membayang kan perut kecil Zaiden yang kelaparan membuat Maxim menarik sudut bibir nya samar.Entah kenapa membayangkan anak kecil itu memegang perut nya lali meringis membuat Maxim senang.
"Biarkan dulu bocah kecil itu kelaparan!"Jawab Max.
Hans melongo tidak percaya,apakah bos nya ingin menyiksa anak kecil berasama orang tuanya?"Bagaimana jika Mommy bocah itu punya riwayat penyakit lambung kronis Tuan.Kasihan dia!"
Maxim menendang bangku belakang Hans dengan kesal,karena Hans menghancurkan angan angan nya ingin menyiksa anak itu.
"Baiklah ayo kita masuk!"Akhirnya setelah menunggu selama dua puluh menit di depan rumah orang Maxim memutuskan untuk masuk juga.
Mobil kini sudah terparkir,seorang pelayan menyambut mereka dan tak lama Georg datang menyambut bersama Zaiden yang terlihat sangat tampan dengan baju santai nya.
"Selamat datang di rumah kami!!"Ucap Georg mengulurkan tangan nya bersalaman dengan Max dan Hans.
Maxim hanya mengangguk dan itu tidak membuat Georg berkecil hati.
"Hei paman.Akhirnya kau tiba juga di rumah kami.Aku sudah lapar,kenapa Paman lama sekali bahkan Mommy ku juga!"Oceh Zaiden yang ikut mengulurkan tangan nya.
"Maaf,tadi sedikit macet dijalan!"Bohong Max.
"Mari kita langsung saja ke meja makan.Karena Mommy Zaiden sudah memasaknya untuk kita semua!"Georg mempersilahkan Maxim untuk berjalan terlebih dahulu lalu kemudian Hans.
"Mommy...!!"Pekik Zaiden yang melihat Mommy nya menuruni tangga.
"Maaf sayang ,Mommy terlambat lagi!"
Deg..
Max berhenti,suara itu dia masih sangat mengingat nya walaupun kini suara itu terdengar riang namun dia tidak akan pernah melupakan suara merdu istrinya.Namun untuk beralik Maxim tidak punya nyali.
Berbeda dengan Hans yang langsung berbalik,mata Hans sampai melotot melihat wanita cantik yang menuruni tangga di sambut dengan Zaiden yang terus menyebutnya Mommy.
__ADS_1
"Tuann...!!"Hans tergagap.Max menguatkan hatinya.Dia takut,takut menghadapi kenyataan jika Joya sudah menikah lagi dengan pria lain.
Tubuh Max bergetar,wajah nya tegang."J...Joya..Mimi...!!"Lirib Max nyaris tak terdengar.
"Sayang kenapa kau terlambat lagi?Tamu kita sudha menunggu!"Georg mengulurkan tangan nya menyambut Gea di anak tangga terakhir lalu tak lupa mendaratkan ciuman di kening Gea seperti biasa.
Tangan Max mengepal,rahang nya mengeras melihat di depan matanya istrinya di sentuh bahkan di cium oleh pria lain.
"Maafkan aku!"Ucap Gea dengan wajah yang penuh penyesalan.Dengan di gandeng Georg dan Zaiden,Gea di giring menemui Maxim yang matanya memerah,sedikit berbalik dia mengahpus airmata yang berdesakan ingin keluar.
"Perkenalkan tuan Max,dia Mommy Zaiden!"
"Sayang dia tuan Maxim yang telah membantu Zaiden."
Georg memperkenalkan Gea dengan Maxim.Maxim mengulas senyum nya walau terpaksa,gambaran keluarga bahagia yang ada dalam benak nya seakan hancur malam ini.Gea sendiri menatap Maxim sangat dalam dan tanpa terasa matanya basah.Max hanya memandang dengan hati yang tercabik cabik,bukan seperti ini pertemuan yang diharapkan nya.
"Sayang kau kenapa menangis?"Georg menghapus airmata yang mengalir di pipi Gea hingga membuat Gea tersadar.
"Ha..apa?"
"Kau menangis?"
"Aku tidak tahu kak.Airmataku keluar tiba tiba tanpa kusadari."Jawab Gea."Oh..Maaf tuan,perkenalkan nama saya Gea,saya Mommy Zaiden dan terimakasih karena Tuan bersedia datang.!"Gea mengulurkan tangan nya,sementara Maxim menatap ragu tangan mulus itu tapi dia juga penadaran kenapa namanya Gea.
"Maxim..!
Saat tangan kedua nya bersentuhan,ada getaran yang dirasakan baik Gea dan juga Maxim.Kedua nya juga terdiam tanpa ada yang mau menarik nya terlebih dahulu,ada kerinduan yang tak terucapkan.
Bersambung..
Berhasil juga buat Threeple up nya.
__ADS_1
Jangan lupa baca juga karya Author yang lain nya ya.Klik aja profil author lalu klik karya.
Terimakasih💙💙💙