
Zalia menatap selembar kertas yang di berikan oleh seorang suster padanya.Matanya nanar menatap sederet angka yang begitu besar jumlah nya bagi Zalia karena dia hanya gadis miskin yang bahkan tidak tahu siapa ayah kandung nya.
Ya tadi Zalia sempat bertanya pada ibu nya tentang apa maksud dari ucapan ayah nya dan dengan berlinang airmata Ibunya menjelaskan jika memang Pedro bukan lah ayah kandung Zalia.Pria itu hanyalah pria yang mau bertanggung jawab atas kehamilan ibunya.Dulu sikap Pedro pada ibunya sangat manis tapi setela ibunya tidak memiliki apapun sikap Pedro juga turut berubah menjadi seperti sekarang.
Menatap sekali lagi kertas di tangan nya wajah Zalia semakin frustasi ucapan suster tadi terus terngiang di telinganya jika oprasi harus segera di lakukan jika tidak ingin kondisi ibunya semakin buruk.Zalia membuang nafasnya mengurangi sesak yang tiba tiba mendesak di dadanya,gadis itu memejamkan matanya mencari solusi dari masalah nya walau dia bekerja pun tidak akan mendapatkan uang dengan nominal besar dalam semalam.
"Apa aku harus menemui Gerald?"Zalia bertanya pada diri sendiri.Dia tidak mau menyerahkan mahkotanya pada pria manapun sebelum terikat janji suci pernikahan tapi angka angka di kertas itu seakan mendesak Zalia untuk mengambil keputusan dengan segera.
"Ibu tidak apa apa.Jangan pikirkan ibu,tidak oprasi juga tidak apa apa Zalia.Mungkin ini memang sudah waktunya ibu untuk kembali,ibu hanya memikirkan tentang nasib mu nak.Kau belum tahu siapa ayah mu dan ibu akan menyesal jika meninggalkan mu sebelum mengatakan semuanya."Lirih Ibu Zalia dengan nafas yang terasa berat.Airmata wanita itu juga turut menetes membasahi pipinya.
"Apa Ayah Zalia masih hidup?"Seperti punya harapan Zalia ingin menemui ayah nya dan meminta uang untuk biaya oprasi ibunya namun ada keraguan di hati Zalia bagaimana jika dia di tolak,bagaimana dengan keluarga baru ayah nya.
"Masih nak.Dia masih hidup hanya saja dia tinggal jauh dari sini dan kau tidak mungkin bisa menemui nya.Ibu juga tidak punya nomer rl handpon nya."
Zalia merosot dari kursi nya jika untuk naik ojek.ke rumah sakit saja Zalia harus berhemat bagaimana akan pergi menemui ayah nya yanh jauh.Tekad Zalia sudha bulat dia sudah memutuskan akan menemui Gerald dan mengikuti apa yang di inginkan Gerald yang penting pria itu mau mmebiayai ibunya.
Zalia bangun dari duduknya"Zalia pergi dulu ya bu.Ibu istirahat saja nanti Zalia akan mencari pinjaman pada teman Zalia!"Zalia mengecup kening ibunya.Dia tidak mau pasrah begitu saja menunggu ajal menjemput sang ibu setidaknya dia harus berusaha dulu.Kehilangan mahkota saat ini bukannlah yang di takutkan Zalia lagi tapi kehilangan ibunya akan sangat berpengaruh bagi Zalia dan dia belum siap.
__ADS_1
"Jangan memaksa nak!Ibu tidak ingin kau merendahkan harga dirimu untuk seonggok uang lebih baik ibu mati dari pada melihat mu di permalukan!"Ucap Ibu Zalia tegas.Dia tahu bagaimana anak nya di bully teman teman nya karena miskin dan Zalia juga tidak punya seorang teman baik pun.
Zalia meneteskan airmatanya,ucapan ibunya membuatnya kembali gamang meragukan keputusan yang telah di ambilnya"Ibu tidak usah khawatir,yang penting ibu sehat dan kita akan pergi dari rumah itu.Zalia tidak mau satu rumah lagi dengan pria busuk itu bu!"Zalia sudah bercerita pada ibunya tentang apa yang akan di lakukan Pedro padanya tadi.Hingga mau tidak mau ibunya mengangguk,dia juga tidak ingin anak nya di lecehkan oleh pria biadab itu.
"Baiklah Zalia pergi dulu.Istirahat ya Zalia akan mendapatkan uang nya untuk ibu!"Zalia mengecup kening ibunya lalu meraih tasnya memegang erat tas itu sebagai pelampiasan hatinya yang bimbang.
Di tempat lain.Maxim dan Hans tengah melakukan rapat bersama klien mereka di sebuah hotel yang cukup megah.Membahas bisnis sambil di temani wanita terkadang memang harus di lakukan tapi bukan Max dan Hans tentunya,mereka hanya fokus pada urusan mereka sementara klien nya yang dari luar negri itu menginginkan wanita sebagai hiburan.
"Jadi bagaimana tuan Anderson,apakah kau setuju dengan proposal yang aku ajukan ini?"Klien mereka yang berasal dari negri gingseng itu tetap fokus walau di sebelahnya ada seorang wanita yang bergelayut di lengan nya.Tatapan jijik juga Max perlihatkan tapi itu memang bukan urusan nya yang terpenting pria bermata sipit itu sangat profesional dalam melakukan pekerjaan nya.
"Baiklah aku setuju,tapi aku tidak ingin ada kesalahan kedepan nya.Kau tahu aku bukan orang yang sabaran!"Nada bicara Max tetap datar,dia tetap mendominasi lawan nya sekalipun lawan di depan nya kali ini terlihat meremehkan namun Max bisa melihat jika pria bermata sipit itu takut dengan nya.
"Tenang saja Tuan Anderson.Saya tahu konsekuensinya jika membuat masalah dengan anda!"Jawab Pria itu serius.
Max menarik sudut bibir nya samar"Baiklah!"Jawab Max ingin segera meninggalkan ruangan itu untuk bertemu istrinya."Satu lagi,jangan sampai kau terkena penyakit itu akan sangat memalukan!"Kata Max lalu benar benar pergi meningglakan Pria itu.
Pria itu terkekeh namun tidak menjawab ucapan Max karena birahinya sudah memuncak dan harus segera di tuntaskan atau dia akan menjadi berkarat.
__ADS_1
Max dan Hans berjalan menyusuri lorong namun saat mwreka akan masuk ke dalam lift Hans melihat sosok yang sangat dia kenali.Zalia ya dia adalah Zalia gadis yang beberapa waktu lalu di bawanya ke apartemen karena di bully teman teman nya.
"Ada apa?"Tanya Max yang heran melihat Hans tiba tiba berhenti lalu Max melihat arah pandang Hans yang melihat seorang gadis tengah berdiri di depan pintu salah satu kamar dan di depan nya ada pria yang sepertinya seumuran dengan gadis itu.
Max menyipitkan matanya melihat Hans"Kau mengenalnya?"Tanya Max penasaran karena tidak pernah ada wanita yang bisa menarik perhatian Hans sampai seperti itu.
"Dia gadis yang pernah ku ceritakan!"Jawab Hans tanpa mengalihkan perhatiannya dari Zalia.Walau Hans tidak bisa mendengar apa yang di bicarakan Zalia dan pemuda itu tapi Hans bisa melihat jika Zalia tidak nyaman.
"Jika kau ingin kesana maka pergilah!Aku akan memesan taksi sepertinya kau membutuhkan mobil!"Tanpa menunggu Hans merespon Max langsung masuk ke dalam lift yang kebetulan juga terbuka.
Tingg
Bersambung..
Terimakasih buat pembaca setia ku.Jangan lupa juga baca novel aku yang judul nya AIR MATA PEMBASUH LUKA ya!!
Jangan lupa juga tinggalkan jejak jejak cinta kalian ya.Biar author semakin semangat buat update nya.Terimakasih💙💙💙
__ADS_1