
Max menatap manik indah istrinya.Wanita yang kini sedang duduk di depan cermin seraya menyisir rambutnya itu hanya fokus ke depan tanpa melihat jika Max saat ini sedang melihatnya lewat pantulan.
Di dalam kepala Max ada banyak pertanyaan yang berkaitan dengan putra pertama mereka Zaiden,Max tidak ikut menemani tumbuh kembang Zaiden selama dalam kandungan serta hampir empat tahun usia anak nya hingga bangak yang terlewatkan dari Max.
Joya menghengikan aktifitas nya saat menyadari jika suaminya sedang melihat ke arahnya dan sekarang justru Max yang tidak menyadari jika Joya juga menatap dirinya.
Joya berbalik bahkan dengan lembut menggenggam tangan Max hingga membuat si empunya tangan tersentak karena terkejut"Ada apa,kenapa melamun?"Suara lembut Joya menyapa gendang telinga Max.
Max memeluk Joya dengan lembut lalu menempatkan wajahnya di ceruk leher istrinya menghirup arom khas kesukaaan nya sebelum akhirnya Max berkata"Aku hanya sedang memikirkan bagaimana saat kau mengandung Zaiden dulu tanpa ku dan bagaimana kau melewati hari demi hari bahkan hingga Zaiden seperti sekarang.Pasti sangat merepotkan saat kau menginginkan sesuatu tapi tidak ada suami yang bisa menuriti permintaan ngidam mu!!"Ada rasa bersalah yang menyeruak di hati Max,rasa marah pada Bianca kembali muncul karena dialah Max kehilangan momen momen indah itu.
Joya memegang bahu Maxim,lalu menariknya dan melihat mata Max yang memerah.Joya tersenyum lembut mengusao rahang tegas Max,seketika membuat Max memejam kan matanya"Tidak sesulit yang kau bayangkan,disana ada Daddy,Mommy serta Kak Georg yang sangat memanjakan aku.Bahkan aku jarang makan dengan kedua tangan ku sendiri karena Mommy selalu ingin menyuapiku makan."Joya menjeda ucapan nya,ia ingat bagaimana Mommy nya selalu memaksanya makan dan selalu bertanya makanan apa yang ingin dia makan.Sekarang dia sangat merindukan Mommy nya."Gerog,dia akan stanby dua puluh empat jam.Bahkan dia rela kehilangan klien dan uang milyaran demi bisa menuruti permintaan ngidamku,walau kadang ku akui aku menginginkan sosok ayah dari anak ku saat itu tapi bagaimana bahkan aku tidak mengingatmu!"Joya menatap balik mata suaminya yang berkaca kaca.Mata mereka bertemu dan saling mengunci untuk beberapa saat hingga akhirnya Joya memutuskan pandangan mereka terlebih dahulu.
__ADS_1
"Lalu peran Marcel?Aku sangat marah jika ingat dirinya yang tidak mau langsung mengatakan jika dia bukan suamimu!Kau tahu aku ingin menghajarnya saat itu!"Max mengadukan keluhan nya pada Joya seperti anak kecil yang mengadu pada Ibu nya karena mainan nya di ambil oleh orang lain.
Joya berjalan ke balkon di ikuti Maxim,menerawang jauh"Marcel,sejak aku di temukan Daddy,dia yang selalu merawat ku tidak peduli pukul berapa pun saat aku sakit dan ada masalah dengan kehamilan ku maka dia akan datang.Dia juga sama pedulinya seperti Georg rela meninggalkan pasien lan menerima amarah dari atasan nya hanya demi bisa merawat dan memastikan aku dan kandungan ku baik baik saja!Pernah suatu hari,saat aku tengah hamil empat bulan tiba tiba perutku terasa sangat sakit.Saat itu aku sudah sangat takut jika akhirnya aku akan kehilangan anak dalam kandungan ku.Marcel memeriksa semua dan dia bilang ada masalah dengan kandungan ku karena kecelakaan yang ku alami lalu Marcel juga mengatakan jika anak ku berhasil di selamatkan maka dia akan sedikit berbeda.Aku takut saat itu,khawatir jika anak ku akan terlahir cacat tapi semua kekhawatiran itu hilang menguap begitu saja saat melihat bayi Zaiden terlahir sempurna."Joya mengusap sudut matanya jika mengingat saat itu Joya selalu saja menangis.
Max membawa Joya dalam pelukan nya"Maafkan aku!"Lirih Max mengeratkan pelukan nya pada Joya.Satu hal yang ada dalam pikiran Max saat ini jika Marcel tahu sesuatu tentang Zaiden.
"Tapi apa kau ingin tahu?"Joya menatap Max namun kini wajah Joya terlihat lebih cerah dari pada beberap detik yang lalu"Walau aku tidak ingat dengan mu namun setiap malam aku selalu melihat wajahmu,hingga kita bertemu dengan mu pertama kali aku yakin jika kau adalah ayah dari Zaiden."Joya terlihat bersemangat saat mengatakan nya membuat Maxim juga turut bahagia mendengarnya.
"Salah,kata orang jika kita bermimpi melihat wajah seseorang berarti orang itu yang sedang merindukan kita dan aku percaya karena saat itu aku tidak ingat masa laluku."Ucap Joya tidak terima saat Max mengatakan jika dia terlalu mencintai dirinya.Ya walau pun sekarang Joya menyadari jika dia juga mencintai Max.
Max ingin tertawa tapi dia tahan karena tidak ingin membuat Joya merasa malu"Baiklah tentu itu tidak sepenuhnya salah,sejak aku bangun dari koma aku memang sangat merindukan mu dan terus mencari keberadaan mu tapi maaf aku tidak berhasil!"Lirih Max
__ADS_1
"Sudahlah,sekarang itu tidak penting lagi.Kita sudah bersama sekarang!"Joya tersenyum menatap wajah Maxim kemudian kembali memeluk Maxim erat.
"Sayang boleh aku menanyakan sesuatu?Ini tentang Zaiden."Max menuntun Joya duduk di kursi yang memang tersedia di balkon kamar mereka.
Joya mengerutkan alisnya,terlihat jika Max tengah serius"Ada apa,jangan katakan jika kau meragukan nya Max?"Joya tentu tidak akan bisa menerima jika Max meragukan Zaiden,bahkan saat dia amnesia pun Joya tidak mengijinkan pria manapun dekat dengan nya bahkan Dokter Marcel sekalipun yang telah menyatakan perasaan nya saja Joya menolaknya karena ingin memastikan masa lalu nya.
Max menggeleng lalu menggenggam tangan Joya lagi"Tidak,tentu saja tidak sayang.Jangan seperti itu!"Max terdengar panik."Bagini Zaiden adalah anak yang pintar bahkan sangat pintar dari anak lain.Aku hanya ingin bertanya tentang itu bagaimana bisa kita mempunyai anak yang luar biasa sayang dan sejak kapan kau menyadari jika dia luar biasa?"Tanya Maxim.Pasti Joya tahu sesuatu sebelum Max menemui Marcel.
Joya tampak sednag berpikir terlihat dari kerutan yang ada di dahinya"Aku tidak tahu,tapi saat masih bayi dia sering menangis bahkan kami sampai bingung menanganinya tapi pada saat ulang tahun nya yang satu tahun Marcel memberinya hadiah berupa Laptop sejak saat itu Zaiden jarang menangis dan lebih sering bermain laptop hingga lupa waktu.Awalnya aku melarang nya namun Marcel mengatakan tidak perlu khawatir tentang itu yang penting masih dalam pengawasan!"Jawab Joya.
Max mengangguk berarti semua ada pada Marcel dan dia harus segera meluangkan waktu untuk menemui Marcel.
__ADS_1
Bersambung..