Gadis Kecil Milik Tuan CEO

Gadis Kecil Milik Tuan CEO
Bab 40.Sangkar berkedok rumah


__ADS_3

Mobil berhentu di sebuah rumah yang terlihat sangat luas,bahkan hampir mengimbangi luas nya rumah utama Anderson.


Mata Joya masih memindai ke segala penjuru rumah sampai pintu mobil terbuka menampilkan wajah tampan Max yang terkena sinar matahari.


''Turun!''Kata Max dingin.


Joya hanya bisa menghela nafas dan turun mengikuti langkah Max.Tetapi mata nya masih saja terus mengamati sekitar.Beberapa orang berpakaian serba hitam tampak berdiri gagah menunduk memberi hormat pada Max tetapi dia hanya diam dan acuh seakan itu bukanlah hal yang penting.


''I..Ini rumah anda?''Tanya Joya takut takut.


Max menghentikan langkah nya dan berbalik.


''Ya,dan jangan berpikir untuk pergi tanpa ijin dari ku atau salah satu anak buah ku akan melubangi kaki mu!''Jawab Max memberi ancaman.


Joya meneguk salivanya susah payah,bukan hanya karena ancaman Max tetapi juga melihat tampang serius anak buah Max saja sudah bisa membuat nyali nya sedikit menciut.


''Selamat datang tuan..!''Seorang pria berpakaian putih datang menyambut Max dan Joya.

__ADS_1


''Hemm''Max hanya berdehem.


''Selamat datang Nyonya''Pria berpakaian putih itu menyapa Joya dengan sangat hormat.


Joya tersenyum sambil menundukkan kepalanya karena merasa tidak sopan bersikap sombong pada orang yang lebih tua dari nya apalagi ini pertemuan pertama mereka.


Max melirik Joya kemudian melanjutkan langkah nya tanpa mengatakan apapun tapi dari raut wajah nya terlihat tidak bahagia.


''Bantu Hans membawa koper ke kamar ku!''Akhirnya Max membuka mulut nya tetapi hanya untuk memberika perintah pada pria berpakaian putih itu.


''Jangan tundukkan kepalamu pada pelayan,dan jangan bersikap ramah pada mereka karena mereka tidak akan lagi menghargaimu nanti!''Kata Max setelah pria itu pergi membantu Hans.


''Jangan membantah atau kau akan tahu apa saja yang bisa ku lakukan padamu!''Kata Max meninggalkan Joya yang terdiam di tempat nya,entah kenapa tubuh nya gemetar mendengar suara Max yang berbeda dari biasanya dan sejak tadi Max juga marah marah enatah apa yang sednag terjadi padanya saat ini.


''Silahkan Nyonya!'Suara Hans menghamburkan lamunan Joya.


''Ehh i..iya..!''Joya mengikuti langkah Hans menaiki tangga menuju kamar Max.Seketika jantung nya berdebar sangat kencang walau ini bukan pertama kalinya Joya tidur sekamar dengan Max tapi rasanya kali ini sangat berbeda.

__ADS_1


Setelah memasukkan koper mereka Hans dan pelayan Max segera meninggalkan Joya berdua dengan Max di kamar.Joya masih berdiri di ambang pintu karena takut tapi itu justru membuat Max marah.


''Jika kau tidak ingin masuk maka keluarlah dan tutup pintunya aku ingin istirahat!''Bentak Max.


Joya terjengkit kaget,walau takut dia tetap berjalan masuk dan menutup pintu kamar Max.


Joya sangat terpesona dengan kemewahan kamar Max yang sangat luas.Tidak banyak barang disana tapi terkesan sangat mewah dan manly.Seperti nya menggambarkan Max yang sangat tegas.


Max berlalu meninggalkan Joya yang hanya diam mengamati kamar nya,Max segera ke kamar mandi untuk memberaihkan dirinya yang terasa sangat lengket.


Joya yang melihat sekilas Max membawa handuk segera membuka koper dan mencari pakaian Max,tapi yang dia temukan hanya pakaian nya saja lalu di mana pakaian Max.


''Bagaimana ini?Aku tidak tahu dimana pakaian nya disimpan.Aku harus bagaimana?''Gumam Joya.


Joya mengamati kembali kamar Max dan mata nya melihat sebuah lemari yang sangat besar.Walau ragu dia mendekat dan menyentuh handel pintu itu namun di tariknya kembali karena merasa ragu dan takut jika Max akan marah.


''Apa yang kau lakukan?''

__ADS_1


''Akhhhh....''Joya menjerit kaget karena Max sudah berdiri di belakang nya dan hanya menggunakan handuk sebagai alat untuk melindungi senjatanya.


Bersambung...


__ADS_2