
Dengan gagah nya Maxim duduk di sebuah restoran.Aura pemimpin menguar kuat dari wajah seorang Maxim.Pengusaha muda yang kabarnya masih single itu membuat banyak wanita dari kalangan pebisnis dan model yang berusaha untuk mendekatinya.Namun ayra membunuh selalu Max tampilkan jika ada wanita yang berusaha mendekatinya bahkan tak segan segan Max memberi hukuman jika mereka berbuat nekat.
Sambil menunggu klien nya datang Max mengedarkan pandangan nya keluar restoran karena posisi duduk nya yang berada di sebelah jendela dan sudut yang pas membuat Maxim bisa menikmati keadaan di luar restoran.
"Hemm membosankan sekali.Apa mereka masih lama Hans,jika mereka tidak bisa teoat waktu maka batalkan saja kerja sama ini.Aku tidak suka bekerja sama dengan orang yangg tidak bisa menghargai waktu!!"Geram Max.Menunggu adalah hal yang paling membosan kan.Ya menunggu istrinya selama empat tahun juga berakhir dengan kekecewaan.
"Mereka sedang dalam perjalanan tuan!"Jawab Hans.
Max menatap Hans garang"Kau tahu sejak tadi kau mengatakan jawaban yang sama.Apa kau yakin jika mereka dalam.perjalanan ke restoran ini bukan restoran yang ada di negara Z?"Ucap Max kesal tapi masih bisa mengucapka kata kata yang dianggap Hans lucu.
Mata Max kembali melihat keluar dan terkejutnnya dia dengan apa yang tersaji di depan matanya itu."Bajingan ini,apa yang dia lakuka disana bersama wanita lain?"Max mengepalkan tanganya seketika rahangnya mengeras dengan mata yang memerah.Hans mengikuti arah mata Max dan melihat pemandangan yang sangat membuat dirinya juga syok.
Max berdiri ingin menghampiri Georg yang sedang terlihat sangat mesra dengan seorang wanita yang tak lebih cantik dari Joya nya.
"Tunggu,bukan kah ini hal bagus?"Gumam Max.Hans bingung tadi tuan nya terlihat sangat marah namun sedetik selanjutnya pria itu justfu tersenyum.
'Jangan bilang jika dia sedang kesambet hantu restoran ini karena terlalu lama menjomblo?'Batin Hans bergidik.
Max terlihat mengeleuarkan ponselnya,lalu mengulir gulir layar ponsel itu kemudian mengarahkan nya dimana Georg terlihat mesra bersama dengan wanita.Barulah Hans mengerti namun Hans tak habis pikir dengan bos nya yang bertingkah seperti remaja yang sedang di mabuk cinta.Setelah puas mendapatkan beberapa bukti yang akan di tunjukkan pada Gea,Max kembali duduk di tempat nya dengan tenang tidak lagi kesal seperti sebelum nya.Bahkan sepanjang menunggu serta bertemu klien nya Max tetap tersenyum.
'Astaga,jika bukan dia yang gila maka pasti aku yang akan menjadi gila'Kata Hans yang tentu saja hanya dalam hati.Dia masih cukup sayang dengan nyawanya.
__ADS_1
Setelah pertemuan yang menjengkelkan itu Max berjalan terlebih dahulu tanpa peduli dengan Hans yang masih harus berjabat tangan dengan klien mereka.Sementara sang klien juga tidak masalah dengan sikap Max yang penging Max tidak marah dengan nya karena datang terlambat serta tidak membatalkan kerja sama mereka.
Hans langsung melebarkan langkahnya saat melihat Max sudah bersandar di body mobil menunggu dirinya yang tertinggal,lagi pula salah siapa pergi tanpa menunggu.
"Kita ke rumah Istriku Hans!!"Perintah Maxim.
Hans tertegun,bukan tidak ingin mengantar atau membantah perintah Maxim.Namun penyelidikan nya belum mendapatkan informasi apapun selain Gea adalah seorang pemimpin perusahaan.
"Aoa kita ada janji dengan mereka Tuan?"Tanya Hans.
Max mengerutkan alisnya"Apa aku harus membuat janji jika ingin bertemu dengan istriku sendiri?"Tanya Max balik.
"Tapi Tuan,jika tuan datang kesana dan ingin mengadukan apa yang tuan lihat tadi saya rasa itu sangat kekanak kanakan tuan.Lagi pula kita tidak tahu siapa wanita itu,bisa saja dia adalah kerabat mereka sendiri."Hans tidak ingin jika Max melakuka sesuatu yang akan menjadi masalah bagi dirinya sendiri.
"Maaf..!"Lirih Hans pada akhirnya.
Dengan agak sedikit khawatir Hans melajukan mobilnya menuju rumah Gea.Max yang ingin berkunjung tapi Hans yang berdebar.
Beberapa menit kemudian mereka tiba di rumah Gea.Max memandang sekitaran rumah Gea yang indah.
Seorang pelayan menyambut mereka.
__ADS_1
"Aku ingin bertemu dengan Nyonya mu!Katakan padanya jika Max ingin bertemu!!"Max tidak peduli jika pelayan itu merasa takut dengan nya.Andai malam itu dia tidak melihat Max datang makan malam mungkin sekarang pelayan itu sudah memanggil polisi.
"Paman kau datang?"
"Astaga..Bocah ini sejak kapan kau ada disana?"Max memegang dadanya yang terkejut mendengar suara Zaiden.
Zaiden mengendik tidak peduli"Sejak kau datang dan masuk ke dalam rumah ini lalu meminta pelayan memanggil Mommy ku!Kau tahu pelayan itu sampai takut mendengar suara mu bagaimana kau bisa merayu Mommy ku jika wajah mu datar begitu??"Zaiden kembali fokus dengan layar laptop nya,sementara Maxim di buat makin bingung dengan ucapan anak itu yang seakan mengerti isi kepalanya.
Max menatap Hans yang hanya mengendikkan bahunya tanda jika Hans juga tidak mengerti.
Max mendekati Zaiden lalu duduk di sebelah nya.Mengamati jari jari kecil yang bergerak lincah kesana kemari membaca hurup dan angka yang bergantian tampil di layar laptop itu.
"Kau,apa yang sedang kau lakukan?"Tadi nya Max berpikir jika Zaiden hanya bermain game saja dilaptop itu namun saat matanya melihat deretan angka angka rumit itu Max kaget.Menatap wajah Zaiden dan laptop bergantian karena merasa takjub dan tidak percaya.
"Aku sedang membuat game!!'Jawab Zaiden enteng.
Mata amax membola menatap Hans yang juga sama terkejutnya dengan nya Jika anak lain masih bermain Game maka Zaiden sudah membuat sebuah Game.Bukan kah ini langka dan otak kecil itu sangat luar biasa.
"Kau yakin?"Tanya Max lagi.Hanya ingin meyakinkan dirinya saja.Bahkan setelah melihat betapa lihainya jari kecil itu serta mata yang fokus harusnya Max tahu jika bocah itu memang jenius.
"Paman,aku tak masalah jika kau meragukan mu.Pengakuan mu tidak penging untuk ku!!"Jawaban Zaiden menceloskan hati Max.Bocah itu bicara tanpa memikirkan hati irang yang di ajak bicara.
__ADS_1
"Tuann...!"
Bersambung..