Gadis Kecil Milik Tuan CEO

Gadis Kecil Milik Tuan CEO
Bab 61.Bibi yang membawa.


__ADS_3

Kini dua orang pria yang berwajah tampan sudah duduk berdua dan saling berhadapan.Pandangan mata mereka sangat tegas namun tetap ada yang membedakan nya sedari tadi Leo terus saja tersenyum sementara Max hanya menatap dan terlihat kesal.


''Sepertinya kakak ipar sangat ganas,seandainya saja tadi aku tidak memanggil mu mungkin aku yang akan mendapatkan tanda cinta dari nya.''Ejek Leo yang melihat tanda merah di leher Max.


Max sedikit menarik bibirnya tipis dia juga mengingat bagaimana ganas nya Joya saat menyerang nya tadi"Terimakasih.''Jawab Max singkat tapi bisa membuat mata Leo nyaris keluar dari tempat nya saking tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


''Apa katamu?Terimakasih Oh dunia sedang tidak baik baik saja sekarang seorang Max mengucapkan terimakasih,jika mama dan papa mendengarnya mereka pasti juga akan sama senang nya dengan ku.''Goda Leo yang terus saja tersenyum.


''Katakan apa yang kau tahu!''Bukan sebuah pertanyaan tetapi sebuah perintah dan itulah Max siapa pun yang mengenalnya maka akan mengerti jika Max tidak suka merendah tapi selalu di atas dan menunjukkan jari nya.


''Oh kau sudah mulai serius rupanya.Bagini!''Leo menjeda ucapan nya dan membenarkan duduk nya agar dia juga terlihat serius namun bagaimana pun Leo dia tetaplah Leo.


Max hanya melirik apa yang di lakukan Leo tanpa menyela baginya terserah Leo mau melakukan apa tetapi dia telah menyelamatkan istrinya.


''Tadi aku melihat sekilas Joya yang sepertinya sedang sakit,awalnya aku mengira bibi akan menjaga nya atau setidaknya meminta obat untuk Joya.Aku mengikuti mereka masuk ke dalam kamar hotel tetapi saat aku ingin pergi aku melihat Bibi membawa seorang pria dan memasukkan nya ke kamar yang mana disana sedang ada Joya.''Kata Leo langsung pada intinya.


Max mengepalkan tangan nya marah''Bibi maksudmu mamaku?''Tanya Max meyakinkan dirinya sendiri.


Leo mengangguk''Ya,bibi yang membawanya.''Jawab Leo


''Setelah itu seperti yang terjadi,aku masuk dan menghajar orang itu lalu ahhh seharusnya aku tidak menelfonmu jika tahu kakak ipar bisa sebegitu ganasnya.Dia sangat seksi..hhahaha''Bukan Leo namanya jika tifak bisa membuat Max meradang,walau hubungan mereka tidaklah baik namun Leo selalu bersikap kurang ajar juga.


''Akan ku patahkan tagan mu jika berani menyentuhnya!''Ancam Max.


''Woo,,tapi tadi dia yang menyentuhku jadi bagaimana?''Ledek Leo sambil menaik turunkan alis nya.


''Pergilah,aku sudah tidak membutuhkan mu lagi!''Max segera meninggalkan Leo yang masih saja mengulas senyum nya namun sebelum Max pergi jauh Leo sudah mengubah mimik wajahnya.

__ADS_1


"Aku tidak akan mengganggu hubungan kalian namun satu hal yang harus kau tahu Joya ada di bawah pengawasan ku jika sekali saja kau menyakitinya maka jangan harap kau akan bertemu dengan nya lagi!''Leo tidak main main dengan ucapan nya itu dan Max juga paham jika sebenarnya Leo juga menyukai Joya namun dia sudah terlambat.


"Hemm"Hanya itu yang Max katakan lalu pergi meninggalkan Leo sendiri.


Max membuka pintu kamar kini dia bisa melihat wajah Joya yang teduh.


''Dia pasti sangat kelelahan.''Gumam Max


Tidak puas hanya menatap kini Max mulai mendekatkan bibir nya ke kening Joya sebuah kecupan hangat Max berikan untuk istrinya"Aku akan memberi pelajaran pada siapapun yang berani memperlakukan mu seperti ini termasuk mamaku!''Kata Max mengusap lembut pipi Joya.


''Eugghhh..''Joya yang merasa ada sentuhan di pipinya merasa terusik kemudian dia membuka matanya perlahan.


''Awkhhh...''Lagi hanya ringisan yang terdengar dari bibir Joya.


''Masih sakit?''Tanya Max.


''Apa yang terjadi?''Tanya Joya menarik tinggi selimut yang menutupi tubuhnya.Dirinya baru sadar jika dua tidak mengenakan apapun sekarang.


''Belum ingat?''Tanya Max


''Apa yang kau lakukan padaku?Jangan katakan jika kau telah menyentuhku?''Oceh Joya.


Max mengerutkan alisnya''Kau yang sudah memperkosaku harusnya aku yang marah padamu kenapa kau menyelahkan ku,apakah kau sadar jika sebelum nya kau juga hampir memperkosa Leo untung saja dia tidak tertarik padamu jika tidak mungkin saja sekaranv dia juga sudah menjadi korbanmu!''Max sengaja mengatakan Leo tidak tertarik padanya agar Joya tidak mau menaruh hati pada Leo.


''Tidak mungkin.Tadi Nyonya membawaku makan lalu tiba tiba kepalaku pusing dan aku tidak ingat lagi..''Ucap Joya mencoba mengingat nya namun sekilas dia mengingat Leo.


''Ya ada seseorang yang memberimu obat perangsang dan hampir menjebak mu.Untung Leo segera mengabariku jika tidak entah apa yang akan terjadi padamu.''

__ADS_1


Joya melihat kembali ke tubuhnya dan ternyata polos tanpa sehelai benang pun''Lalu sekarang apa yang terjadi padaku?''Tanya Joya polos.


Max tersenyum''Kau lihat ini?Ini adalah hasil karya mu kau tidak tahu seberapa vanas nya dirimu memperkosa aku hingga tidak berdaya.''Max menunjukkan tanda merah yang ada di leher dan juga dadanya.


Joya menutup mulutnya tidak percaya bahkan dia belum pernah berciuman dengan siapapun bagaimana mungkin dia bisa seperti itu?


''Tidak kau pasti berbohong!''Joya menyipitkan matanya curiga.


''Kau mau lihat?''Max mengeluarkan ponselnya dan ingin menyerahkan nya pada Joya agar dia percaya.


Joya menggeleng tentu saja dia malu jika memang dia seganas itu.Tetapi dia tetap bersyukur karena dia melakukan nya dengan Max suaminya.


..''Baiklah aku percaya!''Kata Joya pada akhirnya.


''Ahhsss.''Rintih Joya lagi saat dia mau turun.


''Kau mau apa?''Tanya Max.


''Aku mau ke kamar mandi memberaihkan tubuhku tapi emm sakit''Cicit Joya malu.


Max tersenyum lagi entah sudah berapa kali dia melakukan nya mood nya benar benar bagus''Tentu saja sakit kau sangat liar,kau boleh periksa punggung ku berapa banyak bekas cakaran sisana itu sangat perih jika terkena air.''Max snavat senang menggoda Joya apalagi jika melihat rona merah di pipi Joya rasanya indah sekali.


''Apa kau akan terus mengatakan nya?Kau tahu aku sangat malu,ini pertama kali nya untuk ku.''Joya menunduk menyembunyikan wajah nya.


"Hahahhaa...Baiklah ayo aku akan memandikanmh!''Max mengangkat Joya ala bridal dan membawa nya ke kamar mandi.


" akhhhh"

__ADS_1


Joya yang kaget sepontas memegang selimut yang menutupi tubuhnya.


__ADS_2