Gadis Kecil Milik Tuan CEO

Gadis Kecil Milik Tuan CEO
Bab 94.Kebahagiaan berselimut duka.


__ADS_3

Nathan,Leo dan Hans terlihat masih gelisah.Pasal nya Maxim kembali pingsan dalam perjalanan kerumah sakit.Padahal sebelum nya dia terlihat baik baik saja tapi ternyata kondisi nya masih sangat lemah.


"Max.."Lirih Jihan di brangkar nya.Mata nya terus mengamati sekitar namun tidak menemukan Max disana.


Nathan menghampiri istri nya lalu menggenggam tangan Jihan dan tangan satu nya mengusap rambut Jihan dengan lembut"Dia baik baik saja dan sekarang ada di ruangan sebelah,kondisinya masih lemah!"Bisik Nathan pelan.


Jihan meneteskan air mata nya"Bagaimana dengan Daddy?"Tanya Jihan yang mengingat terakhir kali sebelum dirinya di culik para penjahat itu melepaskan tembakkan pada lelaki tua yang sedang sakit itu.


Nathan memejamkam matanya begitu juga dengan Leo"Sayang,yang sabar ya!!Daddy sudah tenang disana!!"Lirih Nathan yang sesungguhnya tidak tega menyampaikan berita kematian Daddy nya.


"Hikksss..Hiksss..Daddy..!!!Aku akan membalas mereka !!"Marah Jihan.Dia benar benar tidak habis pikir dengan Bianca dan yang lain nya.Mengapa mereka begitu jahat hingg tega memghabis Daddy nya yang bahkan masih dalam keadaan sakit.


"Iya Mom.Mommy bisa membalas nya nanti.Sekarang Mommy istirahat dulu ya agar Mommy bisa segera pulih!!"Leo menghampiri Mommy nya lalu memeluknya tanpa menekan karena takut mamanya akan merasa kesakitan.


"Aku ingin melihat Max!!Antar kan aku ke sana sayang!!"Lirih Jihan di sela tangisnya.


Nathan mengangguk lalu meraih kursi roda yang sudah tersedia disana karena Nathan memang sudah menyiapkan nya.


*******


Di tempat yang berbeda.


Gea tiba tiba saja pingsan padahal sebelum nya dia baik baik saja dan masih mengobrol dengan baik bersama Mommy dan Kakak nya.Suasana ceria tadi langsung berubah panik saat itu hingga Georg langsung menggendong Gea dan membawanya ke rumah sakit.

__ADS_1


"Apa yang sebenarnya terjadi dengan Gea?Apa dia memiliki riwayat penyakit yang berbahaya?"Tanya Rehana memangku Gea,saat perjalanan ke rumah sakit.


"Entahlah Mom.Tapi selama ini dia baik baik saja bahkan selama di rawat di rumah sakit Dokter tidak pernah mengatakan jika dia punya penyakit berbahaya."Jawab Georgano seraya fokus menatap jalanan lurus di depan nya meski pikiran nha kalut namun Georgano tidak ongin celaka.


"Kita sampai Mom!!"Georgano membuka pintu mobil dan mengambil alih Gea dari pangkuan Mommy nya dengan gagah nha Georgano membopong Gea dan berteriak panik memanggil suster.


"Tenang lah nak!!"Lirih Rehana menepuk bahu putra nya namun tangan nya sendiri juga terasa dingin.


Georgano mengangguk lalu berjalan ke arah kursi tunggu kemudian Rehana menghampirinya dan duduk di sebelah nya"Apa kita harus menghubungi Daddy,Mom?Georg rasa pekerjaan Daddy sudah selesai."Tanya Georgano pada Mommy nya.Rehana tampak berpikir sebentar lalu kemudian mengangguk setuju.


Georgano mengambil ponselnya dan mendial nomer Daddy nya.


Di sebrang sana Mario langsung panik saat mendengar Gea tidak sadarkan diri,dirinya tentu khawatir apalagi putrinya itu baru saja di temukan dia belum siap berpisah.


"Daddy akan segara kembali Mom.Pekerjaan Daddy memang sudah selesai tapi seharus nya Daddy belum.kembali karena masih akan meninjau satu proyek lagi tapi Daddy akan membatalkan nya."Jawab Georgano kembali duduk di sebelah Mommy nya.


Ceklek..


Dokter keluar seraya membuka masker yang menutup setengah wajah nya.


"Bagaimana keadaan putri ku Dok??"Tanya Rehana tidak sabar,tangan nya masih saling meremat karena khawatir.


Dokter itu tersenyum tipis"Tidak ada penyakit apapun yang kami temukan,memang dia memiliki riwayat penyakit lambung tapi saat ini lambung nya baik baik saja.Para Dokter sudah memeriksa selurih nya tapi memang kondisinya baik,mungkin putri ibu kelelahan"Jawab sang Dokter yang sebenarnya juga sedikit bingung.

__ADS_1


Rehana menatap Georgano yang juga menatap nya sementara sang Dokter langsung pergi setelah memberikan jawaban pada Rehana,namun gak lama pinti ruangan terbuka dan menampakkan sosok Gea yang masih terbaring di brangkar karena akan di pindahkan keruang perawatan di ikuti Rehana dan Georgano.


"Mom,Gea kenapa?"Tanya Gea setelah dirinya berada di ruangan.


Rehana tersenyum lalu dengan sangat lembut mengusap rambut Gea"Kamu hanya kelelahan sayang.Jadi sekarang istirahat saja ya!!!Daddy juga akan pulang."Ucap Rehana mengecup kening Gea.


"Apa ada yang sakit atau terasa tidak nyaman?"


Gea menggeleng"Enggak kak.Gea merasa baik baik saja hanya tiba tiba jantung Gea berdetak sangat cepat hingga Gea tak sadar apa yang terjadi selanjut nya."Jawab Gea juga bingung.


"Lalu bagaimana sekarang apa masoh sakit dan berdebar?"


Rehana hanya memperhatikan serta mendengarkan saja pembicaraan kedua anak nya.


Gea kembali menggeleng"Enggak kak,sekarnag semau baik baik saja.!"


Georgano tampak lega begitu juga denngan Rehana.


"Baiklah sekarang istirahat ya.Kakak akan menjaga mu dan Mom,Mommy bisa pulang dan menunggu Daddy di rumah.Besok Mommy datang bersama Daddy!!"


Rehana menggeleng"Mommy akan tetap disini menjaga Gea.Lagi pupa besok Gea juga sudah boleh pulang.


"Hemm baiklah!"Akhirnya Georgano mengalah dan tidak ingin berdebat dengan Mommy nya.Gea hanya tersenyum melihat kakak nya tidak berdaya.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2