
Jihan menyeringai membuat ketiga tawanan itu gemetar takut karena Jihan yang biasa mereka kenal tidak seperti ini tapi seorang wanita polos dan mudah di bodohi serta lemah lembut dan tidak pernah punya pikirna jahat pada siapa pun.Bahkan tidak hanya tawanan nya yang merasa takut Nathan sendiri juga bergidik melihat senyum di bibir istrinya.
"Uhh kalian bau sekali,ternyata mereka tidak pernah memandikan kalian ya.Jahat sekali seharus nya mereka tidak melakukan ini pada kalian!!"Kata yamg keluar dari mulut Jihan terasa aneh saat masuk kedalam gendang telinga Bianca,Jeremy dan juga Rebeca tapi tidak dengan Max.Dia tahu apa yang di maksudkan Mimmy nya.
Bianca menatap tidak senang"Tidak perlu bersimpati,aku tahu apa yang ada dalam pikiran mu itu!!"Bentak Bianca emosi.
Jeremy sendiri menatap jijik pada Jihan,ingin melepaskan diri dari rantai yang membelenggu nya tapi lengan nya seperti mati rasa,kini dia hanya mampu menikmati rasa sakit yang menjalar di tubuhnya.Peluru memang sudah di ambil tapi mereka tidak merawat luka itu hanya sekali saat mereka selesai mengambil peluru setelah itu luka iti di biarkan begitu saja.
"Kalian,mandikan mereka!!Ingat mandikan mereka denagn kasih sayang!!"Ucap Jihan datar.Menatap para bodyguard yang sedang berjaga disana.
"Baik!!"
Beberapa bodyguard segera berjalan mendekat pada Bianca,Rebeca dan juga Jeremy.
"Akggghhhh..Lepaskan aku!!Bangsat!!"Maki Jeremy saat dua oranv bodyguard melepaska ikatan di tangan nya dengan kasar,tangan nya sudah sakit dan mendapat sentakan kuat membuat tangan nya terasa semakin sakit dan berdenyut.
"Tolong,jangan kasar kaki ku sakit!!"Kali ini terdengar tangisana Rebeca pilu,hilang entah kemana wajah garang nya yang kemarin di tunjukkan nya pada Jihan.Sekarang kondisi nya sudah seperti tikus yang mengenaskan.
Bianca diam tanpa bicara namun mata dan wajah nya menunjukkan tetidak sukaan nya pada Jihan,wajah Bianca seakan ingin mengintimidasi Jihan.
__ADS_1
Akkhhhh
Hikss..
Tolong..
Suara teriakan Jeremy serta Rebeca terdengar bersamaan tapi Nathan,Jihan,Leo dan Max tidak bergeming sedikit pun.Rebecq dengan terpincang pincang tubuh nya di tarik paksa hingga membuatnya kesulitan mengikuti langkah para bodyguard nya itu.Rasa sakit yang mejalar di kaki nya sangat tidak bisa dia tahan,sudha seminggu tapi luka yang tidak di rawat tentu saja akan semakin buruk.
Selang panjang sudah di tarik bahkan tidak hanya satu tapi ada tiga karena di sesuaikan dnegan jumlah orang yang akan di mandikan.
"Apa kau yakin ingin melakukan ini sayang?"Tanya Nathan sedikit khawatir,pasal nya istri nya ini tidak pernah melakukan sesuatua yang kejam dan menyakiti orang lain.
"Apa kau kasihan atau sebenarnya kau menyukai salah satu wanita busuk itu?"Tanya Jihan menatap tajam.suaminya.
Sementara Leo dan Max hanya tersenyum melihat Daddy yang tidak berkutik saar Istrinya marah.
"Lakukan sekarang!!"Perintah Jihan.
Dengan posisi yang sudah berdiri dan tangan terikat ketiga nya di siram dengan air dingin.
__ADS_1
"Tidak..Tolong akhhh..emmmmm!!"Rebeca terus berteriak apalagi saat bodyguard itu mengarahkan selang ke arah kaki yang terluka.Rasa sakit membuat nya lebib memilih pingsan saja jika bisa.
"Eeegggghh..Breng...akgghhh...!!"Jeremy yang membuka mulut nya untuk mengumpat juga lanvsung di sumpal dengan air oleh bodyguard yang menyiram nya.Rahang pria itu mengeras,dendam nya semakin besar.Dia bersumpah jika dia bisa bebas maka dia kan menyiksa Jihan terlebih dahulu.
Sementara Bianca terlihat keras kepala,dia sama sekali tidak berteriak mungkin karena tidak ada luka di tubuhnya yang membuat tersiksa seperti Rebeca dan Jeremy.Bianca hanya memalingkan wajah nya ke kiri dan ke kanan serta memejamkan matanya saat air mengarah pada wajahnya.Namun saat air mengarah pada bagian lain mata Bianca menatap tajam pada Jihan.
"Tak sabar rasanya ingin mencongkel mata mu Bianca!!"Decib Jihan.
"Mom,aku pergi dulu!!Ada sesuatu yang harus aku lakukan tapi aku minta jangan bunuh mereka karena aku juga berhak atas mereka!"Ucap Max,dengan mata yang melirik tajam.pada Bianca dan yanv lain nya.
Jihan tersenyum"Tenang saja,Mom tahu apa yang harus Mom lakukan."Jawab Jihan lembut dan di balas senyum tipis Maxim.Sebelum meninggalkan ruangan itu Max melirik sekilas ke arah Bianca yang juga menatapnya dengan penuh kebencian tapi Max tidak peduli karena bagi jya itu adalah hukuman yang pantas untuk mereka,manusia kejam yang banyak melakukan kesalahan.
"Jangan pandang putra ku dengan mata kotor mu itu Bianca!!"Sinis Jihan duduk di kursi dengan angkuh,jiwa keras nya muncul setelah berkali kali dia di sakiti Bianca.Wanita itu kini bersikap posesif pada keluarga nya.
Bersambung...
Terima kasih buat para reader ku!!
Mohon terus dukungan nya ya..
__ADS_1
Baca juga novel pertama author sudah tamat judul nya.Mencintai pembunuh suamiku.
Sekali lagi terimakasih selama membaca!!💙💙💙