
Wajah Maxim sudah tak berbentuk lagi,luka dan darah bahkan air mata sudah memenuhi wajah tirus Maxim.Kursi tempat Maxim terikat juga sudah roboh di lantai bersamaan dengan tubuh nya yang ikut tersungkur ke lantai.
"Hahaha..Ternyata sangat menyenangkan bisa membuat mu lemah seperti ini Max.Kemana perginya kesombongan mu itu?Bukan kah kau seorang pria arogan?Cih...Ku rasa kau hanya seekor tikus lemah!!"Ejek Jeremy bangga pada kepintaran nya menjebak keluarga Maxim.
Terdengar suara yang berlawanan karena ada suara tawa dan suara tangisan.
"Apa kau masih enggan menandatangani surat ini nak?"Kali ini Bianca yang mengeluarkan suara.
Dia menyodorkan map yang harus di tanda tangani,namun Max yang keras kepala tidak bergeming sedikitpun.
"Akkhhhhhh...."Suara nyaring Jihan langsung membuat Bianca dan Max menoleh.Dikursinya Jihan sudah mendongak,wajah nya memerah karena rambutnya yang di tarik Rebeca.
Rahang Max mengeras."Kau memang keras kepala Max.Apa aku harus membuat rambut Mommy mu botak baru kau bisa berpikir bijak?"Rebeca bicara tanpa beban sama sekali,dia sudah bosan dengan permainan lambat yang menyita banyak waktu namun tidak memberikan hasil yang maksimal.
"Lepaskan Mommy ku!!"Bentak Maxim marah tapi Rebeca tidak peduli sama sekali dengan teriakan Max,baginya selama Max masih terikat maka dia akan tetap aman.
"Ayolah Max.Kita buat ini mudah dan cepat selesai,jika kau ingin Mommy mu ku lepaskan dan kalian bisa berkumpul maka cepatlah tanda tangani surat itu!Gampangkan.."Begitu ringan kata kata Rebeca tanpa merasa kasihan sama sekali dengan Jihan yang wajah nya sudah memerah karena sakit yang teramat sangat di kepalanya.
"B..Baik..Aku akan menandatanganinya!!"Jawab Maxim tidak punya pilihan.Melihat wajah kesakitan Jihan membuat nya merasa bersalah jika dia tetap bersikap egois dengan mempertahankan egonya.
__ADS_1
"Tidak Max,jangan khiraukan Mommy!!Jangan biarkan mereka mendapatkan apa yang mereka mau!!"Lirih Jihan penuh harap.
Dua anak buah Jeremy membantu mengangkat bangku yang masih mengikat tubuh Maxim karena sedari tadi posisi Maxim masih terikat di kursi dengan kondisi tergeletak di lantai.
"Maafkan aku Mom.Tapi ini demi dirimu!!"Lirih Maxim.
Maxim menerima pena yang di sodorkan Bianca padanya,geram dan marah saat Maxim dekat dengan Bianca pantas saja selama ini Bianca selalu berusaha menjauhkan dia dengan bibi nya ternyata karena Bibi nya adalah Mommy aslinya.
"Hahahaha...."Tawa ketiga iblis itu terdengar menggema di ruangan yang sangat menyiksa bagi Max dan Jihan.
"Bagus..Jika kau mau melakukan ini dari tadi pasti Mommy mu tidak perlu merasakan kesakitan seperti ini!!"
"Lepaskan Mommy ku.Aku sudah menandatangani nya dan kau sudah berjanji akan melepaskan Mommy ku!!"Bentak Maxim.
"Hahahaha...Lalu kau percaya..hahahahaha bodoh!!"Maki Rebeca dengan bibir yang mengembang kan tawa.
Bianca menghampiri Maxim lalu mengusap rambut Maxim"Astaga nak,kau malang sekali.Hahahaha.....!!!"Kembali tawa ketiga manusia jahat itu terdengar seperti tawa iblis dari neraka.
"Sudah lah Mom.Sebaiknya habisi mereka sebelum suami dan anak bodoh mereka itu menemukan kita!!"
__ADS_1
"Benar,Daddy setuju dengan mu!!"
Maxim sontak panik begitu juga dengan Jihan.Mereka tentu tidak ingin kehilangan satu sama lain."Jangan,tolong bebaskan Max!!Kalian boleh menghabisi ku tapi jangan Max."Air mata Jihan tidak juga surut bahkan semakin membanjir,dia masih menatap Max yang juga menatap matanya.
"Tidak,jangan.Habisi saja aku tapi jangan Mommy ku.Bukan kah masalah kalian dengan ku jadi tolong bebaskan Mommy ku!!"Maxim panik mendengar ucapan Mommy nya.Dia tentu tidak rela jika mereka menghabisi Mommy nya.
"Cihh kau bahkan rela menukar nyawamu demi wanita yang baru beberapa saat kau tahu jika itu Mommy mu!!Bahkan aku sudah merawat mu sejak bayi"Cibir Bianca.Jujur dia merasa kesal saat Max begitu menunjukkan kasih sayang nya pada Jihan.Andai Max tidak tahu jika Jihan adalah Mommy nya pasti Max juga akan melakukan hal yang sama padanya,tapi nasi sudah jadi bubur kini yang Max tahu adalah dia bukan Mommy nya tapi hanya wanita jahat.
"Ini bukanlah sesuatu yang harus kalian pilih karena kalian berdua akan mati di tangan kami saat ini juga.Emm tapi bagaimana ya?Baiklah aku akan memberikan kalian pilihan bagaimana cara kalian mati.Kalian ingin mati perlahan atau dengan cepat?"Ganya Rebeca seakan bingung dan dari ekspresi nya yang dibuat buat membuat Jihan dan Max sangat muak.
"Nathan,Leo cepat lah datang dan selamatkan kami!!"Batin Jihan berteriak memanggil suami serta anak nya.
"Baiklah lebih baik kita lakukan ini dengan cepat!!"Jeremy meraih pistol yang ada di balik jas nya dan mengodorkan di kepala Max.
Max menatap Jeremy marah,rahang nya mengetat bahkan giginya terdengar bergemelutuk marah.Sementara Jihan terus meronta di kursinya karena khawatir dengan Max.
"Jangannn..!!"
Dor...
__ADS_1
Bersambung..