Gadis Kecil Milik Tuan CEO

Gadis Kecil Milik Tuan CEO
Bab 114.Titip istriku


__ADS_3

Georg memandang Max dengan tatapan heran,bagaimana tidak pria yang biasanya terlihat datar dan arogan itu kini tampak sembab matanya.


"Kau kenapa menangis?"Tanya Georg.


Max menghembuskan nafasnya berat lalu menggeleng"Tidak..Baiklah sayang karena kakak mu sudah ada disini sebaiknya aku pergi dulu!Aku harus mengurus orang yang sudah membuat mu jadi seperti ini."Max tidak terlalu peduli dengan Georg baginya yang terpenting Joya sudah mengingatnya dan masalah yang lain akan dia urus nanti saat ini dia percaya pada Georg.


Aku titip dia,jika terjadi sesuatu maka segera hubungi aku!"


"Apa...?Oh Hei...!!"


Max tidak peduli dengan panggilan Georg Dia benar benar harus mengurus bajingan yang membuat Joyanya mwnderita.Keluara dari ruangan Max langsung di sambut Hans"Pelaku nya sudah ada di markas,dia adalah Briyan mantan kekasih Nyonya Miranda.Dia melihat Nona saat di rumah sakit saat itulah dia terus mengikuti Nona hingga ..."Hans menghentikan ucapan nya karena saat ini Max berhenti,di depan nya ada Marcel yang terlihat sedang membawa sesuatu.


Seketika udara di sekitar menjadi dingin,Marcel memang ramah dan jahil namun dalam beberapa momen dia bisa bersikap sangat mengerikan.


Marcel mendekat,dia sama sekali tidak takut dengan aura mendominasi yang menguar dari Max."Aku tidak tahu apa hibungan mu dengan Gea,tapi jika kau merupakan sebuah ancaman maka aku tidak akan segan segan lagi menghabisimu!!"Tekan Marcel,dia tidak tahu apakah yang di katakan ini benar atau tidak namun rasa sayang nya pada Gea tidak boleh di usik.


Max tersenyum miring menatap tanpa gentar"Menyingkirlah dan jangan mengganggu ku!!"Max menabrak bahu Marcel dengan kuat membuat Marcel memejamkan matanya marah.Max adalah ancaman baginya.


"Tuan Max tunggu!!Kali ini Georg mengejar Maxim dan Hans,dia harus tahu siapa yang mencelakai adiknya ini.


Max menghentikan langkah nya dan berbalik,dia sana masih ada Marcel yang di lewati oleh Georg"Katakan padaku siapa pelakunya?"Tanya Georg penasaran.

__ADS_1


"Tidak penting,dia akan menjadi urusan ku.Aku titip ISTRIKU..!!"Max menekankan kata istri seraya melirik Marcel yang menatap nya dengan kaget.


"Tidak,ini tidak benar!"Marcel tiba tiba pergi,meninggalkan Max dan Georg disana.Max menaikkan ujung bibirnya melihat kepergian Marcel.


"Apa.?"Georg tidak tahu harus berkata apa,jadi selama ini Maxim adalah Daddy Zaiden dan apa yang sebenarnya terjadi.Georg masih terpaku di tempatnya hingga tidak menyadari jika Max sudah pergi meninggalkan dia sendiri.


Marcel membuka pintu ruangan dengan pelan,terlihat disana jika Gea tengah tertidur.Begitu juga dengan Zaiden mungkin anak itu masih lelah.Dengan perlahan Marcel mengamati wajah cantik wanita yang mengisi hatinya.


"Apa ini benar,dia benar suamimu?"Lirih Marcel dengan suara pelan."Katakan jika itu semua bohong sayang!Aku tidak akan kuat mendengarnya,aku bahkan bisa meraih hatimu!!"Marcel terus bergumam dengan pelan sampai matanya menatap mata Gea yang telah terbuka.


"Marcel..!!"Lirih Gea lembut.


Marcel mengusap ujung matanya,kenapa cinta itu menyakitkan sekali.


"Dia memang suamiku dan Daddy dari Zaiden.Kenyataan itu benar Marcel itu adalah alasan ku selama ini tidak bisa menerima cinta yang kau tawarkan,aku takut jika ingatan ku kembali hal itu akan menyakiti mu!!"


Marcel menggenggam erat tangan Gea,matanya menatap dalam mata wanita itu yang berhasil membuat nya mencintai tanpa memiliki.


"Aku tidak ingin menyakiti mu.Selama ini kau sangat baik padaku dan juga pada Zaiden.Maaf kan aku..Hikss...!!"Tubuh Gea bergetar.Dia menangis,Gea ingat bagaiman Marcel selalu ada untuk nya,merawatnya bahkan menjadikan Zaiden seperti anak nya hingga Zaiden tidak pernah kekurangan kasih sayang dari seorang Daddy.


Marcel memghapus airmata Gea,dia tidak bisa melihat wanita itu menangis hatinya terluka dengan lembut Marcel memeluk Gea yang masih bergetar"Jangan menangis,bukankah ini yang kau harapkan selama ini?Sekarang kau mendapatkan nya."Lirih Marcel lagi.

__ADS_1


."Tapi kau terluka Marcel.Aku tidak hanya tidak membalas perasaan mu tapi aku juga telah memiliki suami dan kau tahu artinya selama nya aku akan bersama suamiku.Maaf...!!"


"Shushh..Bukan salah mu tapi nasib ku saja yang buruk!Apa dia pria yang baik?"Marcel mengalihkan pertanyaan nya dia harus memastikan jika Max adalah pria yang tepat bagi Gea sebelum dia benar benar melepaskan Gea.


Gea tersenyum"Dia pria yang menyebalkan!!"Kekeh Gea.


Marcel mengerti maksud wanita itu tentu dia tidak benar benar bermaksud demikian melihat senyum tulus itu Marcel mengerti jiak Gea juga memcintai pria itu."Baiklah,jika dia mengganggu mu di masa depan kau harus mengatakan nya padaku!Akan ku cincang dia dengan pisau bedah ku!!"Marcel harus rela bahkan jika hatinya tidak sanggup Mungkin setelah ini dia harus pergi menjauh dari Gea,dia tidak akan sanggup jika terus berada di samping Gea.


"Ck..Ck...Aku tidak menyangka jika kau mendapat suami seperti Maxim.Arogan dan sangat keras kepala!"Georg menimpali pembicaraan Marcel dan Gea.


Georg menarik kursi lalu duduk di sebelah Gea."Kakak penasaran bagaimana kau bisa bertemu dengan pria menyebalkan seperti dia.Pasti dia memaksa dan menekan mu kan??"Tamya Georg lagi.


Gea tersenyum"Tidak sepenuh nya salah tapi tidak sepenuhnya benar juga kak.Emm dan nama ku adalah Joya.Joya milandra mungkin setelah ini akan ada banyak yang harus kita bicarakan bahkan dengan Mom dan Dad."


"Nama yang indah.Joya Milandra!"Gumam Georg.


Joya tersenyum kecut"Tapi aku lebih suka nama Geandra!"Lirih nya menyembunyikan kesedihan nya.Ternyata amnesia tidak sepenuhnya buruk,dia bisa melupakan kepahitan hidupnya selama ini dan menerima kasih sayang yang utuh dari Mom dan Dad nya serta kasih sayang Georg adiknya yang entah mengapa bisa berubah menjadi kakak nya.


Ksedihan yang tersirat dari mata Gea tidak bisa di sembunyikan dari Marcel dan Georg.Keduanya saling melempar pandang,meyakini jika ada sesuatu yang disembunyikan Gea dari mereka.


"Ceritakan semua jika kondisi mu sudah membaik.Sekarang istirahatlah sebelum suami arogan mu itu marah pada kami!"

__ADS_1


Marcel terkekeh mendengar nya.Dia mencoba berdamai dengan keadaan dan hanya bisa berharap suatu saat nanti dia akan menemjkan cinta sejatinya.


Bersambung...


__ADS_2