
Hans menenteng paper bag di tangan nya bahkan kini dia sudah seperti emak emak rempong yang kerepotan membawa barang belanjaan nya.
'' Om apa yang om bawa?''Tanya Joya yang kebetulan baru keluar dari kamar.
Hans melihat paper bag di tangan nya''Ini barang mu,tuan Max yang meminta nya!Jadi ambillah dan bawa ke kamar.''Jawab Hans.
Mata cantik Joya membulat''Bukan kah pakaian Joya masih sangat banyak bahkan masih beberapa saja yang Joya pakai?''Kata Joya yang sangat menyayangkan uang yang di hambur hambur Max.
''Sudah,cepat bawa ini sebelum tuan Max marah dan memintamu mengepel seluruh apartemen ini!''Kata Hans menakut nakuti.
Mata Joya melebar membayangkan dirinya harus mengepel lantai apartemen yang entah beberapa lantai.''Baik baik,Joya akan segera membawanya!''Joya segera meraih paper bag yang ada di tangan Hans dan segera berlari ke kamar untuk menyimpan paper bag itu.
''Apa Hans sudah datang?''Tanya Max.
Joya berbalik''Iya ,sekarang om Hans ada di depan.''Jawab Joya.
''Ya sudah segera bersiap,pakai gaun yang kau suka aku akan menunggumu!''Kata Max.
''Kita mau kemana?''tanya Joya.
''Pergi makan malam.''Jawab Max lalu pergi meninggalkan Joya untuk menemui Hans.
Joya merasa sangat beruntung karena belakangan ini Max tidak marah padanya justru sebaliknya dia sangat baik.
Joya segera melaksanakan apa yang di katakan MaxJoya membersihkan dirinya dan memakai gaun yang dirasa cocok dengan nya.pilihan nya jtuh pada gaun warna biru lembut yang tampak menawan di tubuh Joya.
Joya mematut tubuhnya di depan cermin dengan senyum yang sangat manis.Semenjak dirinya bersama Max hidupnya kini tampak lebih baik daripada saat dia tinggal bersama mamanya.
''Joya kenapa kau lama?''Teriak Max dari luar yang sudah tidak sabar.
Joya yang mendengar teriakan Max segera mempercepat gerakan nya dirinya segera menyisir rambut nya dan memoles lipstik yang juga sudah di sediakan Max.
''Iya tuan ,saya sudah siap!''Jawab Joya yang berdiri seraya merapikan rambutnya lagi.
Max nampak terpana dengan ke cantikan Joya, setiap warna gaun yang Joya kenakan selalu memukau Max.
''Ekhmm..''Hans berdehem untuk menyadarkan Max yang terus menatap Joya tanpa berkedip dan itu berhasil.
__ADS_1
''Ayo kau lama sekali!''Max berjalan dukuan meninggalkan Joya yang bingung.
''Cepat atau kau harus berlari mengejar tuan Max!''Hans selalu senang menakut nakuti Joya karena wajah Joya akan terlihat lucu jika dia ketakutan.
Max dan Joya duduk di bangku belakang sementara Hans dirinya hanya sebagai supir saja.Tak ada yang mereka bicarakan sepanjang perjalanan hingga mereka tiba di sebuah restoran yang sangat mewah menurut Joya.
''Kita akan makan disini tuan?''Tanya Joya.
''Hemm''Jawab Max dingin.
Joya mengerucutkan bibirnya karena diabaikan Max tapi terus mengekor di belakangnya.
Max dan Joya duduk di bangku yang sudah Hans pesan sebelum nya.Mata Joya takjub melihat kemewahan restoran itu karena ini pertama kali nya Joya bisa merasakan makan di restoran seperti ini.
Makanan tersedia di atas meja,mata Joya terus di manjakan dengan semua hal yang belum pernah dilihat nya selama dia tinggal bersama mama nya.
''Aku tahu kau terharu tapi makanan itu untuk di makan bukan cuma dilihat saja seperti itu!''Kata Max menyindir.
Joya nyengir dirinya tidak marah dengan ucapan ketus Max padanya .
Max juga menarik sedikit ujung bibirnya melihat reaksi Joya yang selalu tampak bersyukur dengan apapun yang dia berikan membuat Max semakin senang.
''Aaa....''Joya mengulurkan sendok yang berisi makanan pada Max.''Ayo tuan cobalah,ini sangat enak!''Kata Joya.
Max membuka mulut nya,entah mengapa dia selalu saja menurut tanpa sadar jika Joya mengulurkan makanan untuk nya padahal sendok yang di gunakan adalah milik Joya.
Tapi Max mengerutkan alisnya heran karena biasa nya Joya akan langsung menyuapkan jika Max sudah membuka mulut nya.
Max melihat wajah Joya yang terlihat tegang dan pucat mata nya kini bukan mengarah padanya tapi pada sebuah objek di belakang nya.Max mengikut arah pandang Joya.
''Ada apa?''Tanya Max
''Ma..Mama..''Jawab Joya dengan suara dan tangan bergetar.Kembali rasa sakit dan marah menyeruak dalam hatinya matanya kini mulai basah,sendok yang tadinya ada di tangan nya kini sudah jatuh.
''Jangan khawatir!Abaikan mereka.Ayo kau ingin menyuapi ku kan?''Tanya Max dia memegang tangan Joya yang bergetar.
Joya hanya diam melihat mamanya tertawa dan bermesraan dengan kekasih nya.Sementara sedikit pun mamanya tidak merasa sedih atau menyesal telah menjualnya pada orang asing.
__ADS_1
Max mempererat genggaman tangan nya membuat Joya melihat ke arah Max.
''Kau ingin memberinya pelajaran?''Tanya Max menatap Joya,dia sangat paham apa yang Joya rasakan karena dirinya sendiri juga merasakan walau tidak separah Joya.
''Sayang ayo makan.Kau harus makan yang banyak agar tubuh mu tidak kurus seperti ini!''Max mengulurkan sendok berisi makanan ke mulut Joya dan meminta nya makan dengan suara yang sedikit keras.
Miranda dan Briyan menatap ke arah suara tapi tidak bisa melihat wajah Joya karena terhalang Max.
''Dasar anak jaman sekarang manja sekali!''Ledek Briyan pelan.
Miranda tidak menyahut ucapan Max tapi dia terus menatap ke arah Joya karena sekilas dia melihat gestur Joya.
''Ayo sayang,atau kau mau makan di tempat lain?''Tanya Max masih dengan suara yang mampu menyita perhatian pengunjung di sekitar mereka.
Max menepukkan tangan nya.Beberapa orang datang membawa pelaratan musik biola lalu membungkuk dan mulai memainkan nya.
''Semoga kau senang!''Max tersenyum ke arah Joya perhatian nya kini kembali pada Max yang telah berusaha mengembalikan mood nya.
Miranda membuang mukanya karena tidak yakin jika itu adalah Joya.
''Sayang,aku seperti pernah melihat wanita itu tapi aku tidak yakin.''Briyan menyipitkan matanya meyakinkan penglihatan nya tidak salah.
''Siapa?''Tanya Miranda.
''Wanita yang ada di depan pria itu,aku seperti pernah melihat nya tapi entah diamana dan siapa?''Kata Briyan
Miranda memperhatikan wanita yang duduk tak jauh darinya itu dia sedikit menyerongkan tubuh nya agar bisa melihat dengan jelas siapa wanita itu.
Mata Miranda melebar netra nya bertemu dengan netra Joya.Miranda terpaku di tempat nya melihat Joya yang sekarang rasanya sangat jauh berbeda dengan saat Joya tinggal bersama dengan nya.
''Kau mengenalnya?''Tanya Briyan.
''Tidak!''Jawab Miranda tegas.
Hati Joya kembali sakit mendengar nya,hampir saja air mata nya jatuh jika Max tidak menggenggam tangan nya dan menggeleng samar.
__ADS_1