Gadis Kecil Milik Tuan CEO

Gadis Kecil Milik Tuan CEO
Bab 102.Kau cerewet sekali.


__ADS_3

Saking bersemangatnya Maxim berjalan dia sampai tidak memperhatikan langkah nya hingga membuat tubuh tinggi nya menabrak.Maxim menundukkan pandangan nya sebentar terlihat seorang anak kecil tengah meringis sambil menepuk nepukkan tangan nya yang kotor akibat terjatuh karena menabrak Maxim.


Melihat pria tinggi di depan nya hanya melihatbnya sekilas kemudian mengalihkan pandangan nya bocah kecil itu mendecih,kemudian berdiri berkacak pinggang di hadapan Maxim yang bahkan tidak peduli padanya.Mata Maxim terus melihat ke stand makanan di mana dia melihat sosok istrinya disana tapi kini dia sudah menghilang.


Melihat Maxim yang ingin beranjak tanpa sepatah kata pun membuat anak kecil itu menjadi marah"Hei,paman setidaknya minta naaf dulu sebelum kau pergi!!Apa kau tidak pernah di ajarkan sopan santun??"Tanya Zaiden masih berkacak pinggang.Ya bocah kecil itu adalah Zaiden dia belum jadi naik wahana karena Daddy nya tiba tiba sakit perut,awalnya dia di suruh menunggu di depan toilet tapi karena Zaiden melihat Mommy nya mengantri makanan jiwa laparnya pun meronta ronta.


"Hah..Apa kau bilang?"Tanya Maxim yang tidak mendengar dengan jèlas apa yang di katakan Zaiden.


"Huffft Orang dewasa memang selalu saja begitu,sulit sekali bagi mereka untuk meminta maaf padahal mereka yabg mengajarkan pada anak anak mereka.Oh Paman minta maaflah padaku sebelum kau pergi!!"Kali ini Zaiden sedikit meninggikan suaranya.


Melihat tidak lagi ada Joya di stand makanan itu membuat Maxim kecewa lalu dia berlutut mensejajarkan tubuh nya dengan tubuh kecil Zaiden.Hati Maxim bergetar saat melihat bola mata yang sama seperti bola mata Joya istrinya tapi dia masih berpikir jika itu bisa saja terjadi dan banyak orang yang memilikinya.


"Jaga bicara mu bocah!!Kau tidak seharus nya bicara seperti itu pada orang yang lebih tua!!"Bukan nya meminta maaf Maxim justru menceramahi Zaiden yang pintar mencerna kata kata itu.


Zaiden mengangguk"Paman benar,tapi jika orang tua itu bersikap sopan.Paman sendiri mengbaikan ku dan tidak meminta maaf."Dengan wajah angkuh nya yang menggemaskan Zaiden melipat tangan nya di dada.


Maxim menarik sudut bibirnya samar,di belakang nya Hans juga terpukau dengan tingkah Zaiden namun pandangan Hans justru melihat wajah Maxim dan bocah itu yang terlihat ada kemiripan bahkan sikap arogan dan tak mau kalah mereka juga sangat jelas.


"Baiklah,Paman minta maaf!!"Maxim akhirnya mengalah jika dia bersikap keras mungkin anak itu tidak akan melepaskan nya.Maxim mengulurkan tangan nya yang di sambut senyum Zaiden.Senyum itu menghangatkan hati Maxim apalagi saat kulit tangan mereka bersentuhan.


Maxim menoleh ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan orang tua bocah pemberani ini"Dimana orang tua mu,bukan kah anak seusia mu ini harus selalu di jaga dan tidak boleh berkeliaran sendiri??"Tanya Maxim.


"Mereka ada,tadi aku melihat Mommy sedang mengantre disana tapi sekarang aku kehilangan nya karena paman.Jika saja paman segera meminta maaf padaku tadi mungkin aku sudha bersama Mommy ku!!"Omel Zaiden kesal.Sekarnag dia bingung harus mencari dimana,tampak nya dia harus kembali ke toilet.


Maxim mengerutkan alisnya"Kau bocah berani berani nya menyalahkan ku!"

__ADS_1


"Ekhemmm.."Hans berdehem di belakang Maxim seakan memberi kode pada Maxim untuk mengendalikan emosinya pada anak kecil.


"Ck, kau cerewet sekali!!Baiklah,urisan kita sudah selesai Paman akan pergi!"Maxim berdiri untuk kembali mencari Joya,dia yakin jika wanita yang dia yakini Joya itu masih ada di sekitar sini.


"Hei paman.Setidak nya bantulah aku mencafi orang tuaku,aku hanya anak kecil."


Maxim berbalik menatap anak kecil yang tinggi nya hanya lebih tinggi dari lututnya itu dengan kesal"Merepotkan sekali.Bukan kah kau sangat pemberani?"


"Oh ayolah paman,nanti akan aku kenalkan dengan Mommy ku yang cantik!"Zaiden memainkan mata nya naik turun sementara Maxim memutar bola matanya malas dan Hans jangan tanya bagaimana dia menahan tawanya melihat Maxim yang kesal menghadapi anak kecil ini.


"Dasar,kau tidak pantas melakukan itu.Ya sudah katakan siapa nama mu?"


"Zaiden.Siapa nama paman?"Tanya Zaiden balik.


"Tak penting untuk mu!!"Entah kenapa saat bicara dengan anak ini Maxim kesal namun juga merasa senang,ada ruang di hatinya yang terasa hangat dan berbunga.


Zaiden meraih jari Maxim yang panjang laku menariknya ketempat dimana dirinya tadi berkumpul dengan Mommy nya.


"Itu Daddy ku!!Dad...!"Zaiden langsung melepaskan jari Maxim saat dirinya melihat Georg yang sedang kebingungan.Maxim hanya melihat saat Zaiden berlari serta berteriak memanggil Daddy pada pria yang juga berjalan cepat menuju ke arah nya.Rasanya dirinya juga ingin di panggil Daddy.


"Hei bocah nakal,dari mana saja kau.Daddy dan Mommy sangat khawatir!Astaga anak ini,apa kau terluka atau terjadi sesuatu??"Terlihat jelas jika Georg begitu khawatir hingga dia tidak memperhatikan jika ada seseorang yang berdiir tak jauh dari mereka sedang melihat interaksi keduanya.


Zaiden meringis"Aku tersesat saat mencari Momny,untung ada paman sombong itu yang membantuku!!"Zaiden menunjuk ke arah Maxim yang rahang nya mengeras,sementara Hans sudah tertawa sambil menutup mulut nya.


Georg merasa tidak enak dengan ucapan Zaiden yang jujur itu.

__ADS_1


"Tuan maaf kan putra saya,dia memang seperti itu tapi hatinya baik dan terima kasih sudah membantu anak nakal ini!!"Sikap Zaiden yang seperti itu memang mengikut dari Georg yang suka bicara tanpa filter.


Maxim mengangguk namun tidak tersenyum"Ya tak masalah,anak mu memang nakal dan sedikit tidak sopan!"Balas Maxim.


"Hehehehe...Georgano tertawa canggung!Perkenalkan nama ku Georgano,emm siapa nama anda tuan?"Tanya Georg mengulurkan tangan nya.


"Maxim Anderson!"Jawab Maxim.


Georg mengangguk dia seperti pernah mendengar nama itu tapi dia lupa."Emm sekali lagi terima kasih telah membantu anak nakal ini.Emm sebagai ucapan terima kasih mau kah anda datang ke rumah kami untuk makan malam?Tolong jangan di tolak tuan!!'Georg langsung memotong ucapan Maxim yang belum sempat keluar dari mulut nya.


"Baiklah saya tunggu.Ini alamat rumah kami!!Georg menyerahkan secarik kertas ke tangan Maxim.


"Baiklah,kalau begitu saya permisi!!"


Georg mengangguk"Baik tuan,sekali lagi terimakasih"


Setelah melihat punggung Max menjauh Georg langsung menatap Zaiden yang sudah menutup wajahnya dengan tangan namun di balik tangan itu bibir nya tersenyum.


"Nakal..Mommy pasti akan menghukum mu nanti.Bisa bisa nya kau tersesat di hati pertama jala jalan mu!!Dasar bocah...Ayo kita temui Mommy mu dia pasti sangat khawatir!!"


Bersambung..


Jangan lupa baca juga Novel pertama Author yang sudha tamat ya judul nya.MENCINTAI PEMBUNUH SUAMIKU.


Dan novel terbaru Author yang berjudul"AIR MATA PEMBASUH LUKA.

__ADS_1


Terima kasih💙💙💙


__ADS_2